Sabtu, 19 Agu 2017 10:45

Pelaku teriakkan Thoghut sebelum tikam anggota Brimob yang sholat bersamanya

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Ahmad
Sabtu, 01 Jul 2017 08:21
Dibaca: 233 kali
TbNews
Pelaku tewas ditembak polisi, Jumat (30/6).
AKP Dede Suhatmi (Anggota Detasemen 1 Gegana) dan Briptu M Syaiful Bakhtiar (Anggota Detasemen 3 Pelopor) Brimob Polri diserang di Masjid Falatehan, sebelah Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jumat (30/6/2017).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.40 WIB, saat anggota melaksanakan sholat isya berjamaah. 

Tiba-tiba pelaku yang juga melaksanakan sholat meneriakkan "Thoghut", lalu langsung menikam anggota Brimob yang posisinya persis di sebelahnya menggunakan pisau sangkur merek Cobra.

Setelah itu, pelaku mengancam semua jamaah yang sedang sholat dengan mengacungkan sangkur sambil tetap meneriakkan "Thoghut".

Lalu pelaku melarikan diri ke arah terminal Blok M, sambil mengancam dan menantang kelompok anggota Brimob yang bertugas jaga.

Oleh anggota diberikan tembakan peringatan, namun pelaku berbalik arah menantang dengan meneriakkan "Allahu Akbar", sambil mengacungkan pisau.

Anggota Brimob kemudian melumpuhkan pelaku di tempat dengan cara ditembak.

Editor: Dian

T#g:brimobThoghutteroris
Berita Terkait
  • Sabtu, 19 Agu 2017 09:09

    Pengajar di Pesantren ini lampiaskan kebencian pada NKRI dengan membakar Merah Putih

    Aparat Kepolisian dari Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan seorang pria berinisial MS, 25 tahun, karena melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih HUT Kemerdekaan RI ke-72, di Kecamatan Tamansari, Kamis (17/8/2017).

  • Jumat, 11 Agu 2017 09:31

    Panglima TNI Tinjau Latihan Pasukan Khusus TNI Penanggulangan Terorisme di Anambas

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi meninjau Latihan Pasukan Khusus TNI Penangg

  • Kamis, 03 Agu 2017 15:12

    Hadapi terorisme, perlukah libatkan TNI?

    Presiden Joko Widodo melalui Menkopolhukamdan Kemenkum HAM saat ini sedang intens melakukan pembahasan terkait revisi RUU Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan DPR-RI.

  • Rabu, 02 Agu 2017 15:51

    TNI dan Ulama waspadai Sel-sel tidur teroris

    Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia ini, peran Ulama dalam upaya merebut hingga mempertahankan Kemerdekaan tidak bisa dihilangkan dalam catatan sejarah Kemerdekaan Indonesia. Hal ini terbukti, I

  • Minggu, 30 Jul 2017 18:00

    Policy to block access Telegram : Efforts to tackle radical and terrorist propaganda

    Indonesia on Friday (14/7) blocked access to the encrypted messaging service Telegram, citing concerns that it was being used to spread "radical and terrorist propaganda" in the world's largest M

  • Rabu, 26 Jul 2017 13:16

    Buya Syafii: Rongsokan peradaban Arab justru 'dibeli' di sini

    Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman bagi Pancasila. Demikian dikatakan oleh Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif.

  • Sabtu, 22 Jul 2017 04:12

    Perang melawan teroris harus "all out"

    Kita sebagai bangsa sudah sepakat dan sepaham bahwa ancaman terorisme dan radikalisme menjadi musuh utama bagi eksistensi bangsa ini ke depan, bahkan ancaman terorisme juga sudah disepakati secara glo

  • Senin, 17 Jul 2017 18:27

    Ini Kegunaan Internet Untuk Teroris

    Masih lemahnya upaya kontrol dan pengawasan secara masif dan komprehensif dari pemerintah terkait tindak terorrisme di internet, seringkali dimanfaatkan oleh beberapa kelompok radikal dan ekstrimis tidak hanya pada sarana prasarana propaganda.

  • Jumat, 07 Jul 2017 17:17

    Dandim 0824 Hadiri Sosialisasi Ancaman Terorisme & Pencegahannya

    Polres Jember menggelar Sosialisasi Ancaman Terorisme dan Pencegahannya dengan pembicara tunggal Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bigjen Polisi Ir. Hamli, M.E.

  • Senin, 03 Jul 2017 09:03

    Agenda Politik HTI dan Terorisme

    Semakin kuat upaya propaganda pengelabuan yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menolak divonis sepasang "pengantin" dengan terorisme internasional yang terus gencar melakukan deterensi ke penjuru dunia.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak