Minggu, 17 Des 2017 05:41
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Panglima TNI: Pembebasan Sandera di Papua Dilaksanakan Secara Senyap dan Teliti

Panglima TNI: Pembebasan Sandera di Papua Dilaksanakan Secara Senyap dan Teliti

Bandung (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Senin, 20 Nov 2017 23:00
Dibaca: 1.216 kali
Puspen TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Hasil kerja sama yang baik antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing telah berhasil menyelamatkan ratusan orang yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

"Keberhasilan itu merupakan hasil dari operasi yang dilaksanakan secara senyap dan teliti. Kepolisian menyiagakan dan mengamankan warga sekitar, TNI bergerak dengan senyap,"  kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai memberikan Orasi Ilmiah kepada 3.000 Civitas Akademika dan mahasiswa Unisba serta masyarakat umum, pada Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Bandung dalam rangka memperingati Milad ke-59 Universitas Islam Bandung (Unisba) tahun 2017, di Aula Utama Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/11/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa dalam operasi senyap dan teliti tersebut, pasukan gabungan dari Kopassus, Batalion 751 Raider dan Taipur Kostrad melakukan pergerakan sejauh empat setengah kilometer selama tiga sampai empat hari, kemudian melakukan serangan di dua tempat markas KKB.

"Setelah pasukan gabungan TNI dan Polri berhasil menguasai lokasi yang dikuasai KKB, saya perintahkan agar mengutamakan keselamatan sandera. Sebelum evakuasi, saya perintahkan agar kiri-kanan jalan harus aman," ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa sandera yang merupakan warga asli tetap bertahan di kampungnya dengan penjagaan dari TNI dan Polri, sedangkan yang bukan berasal dari kampung tersebut telah diungsikan. "Soal KKB yang melarikan diri sedang dalam pengejaran, tapi fokus saya yang penting adalah sandera harus selamat," ujarnya.

Di hadapan awak media, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Negara Indonesia yang terbentang dari Sabang hingga Merauke merupakan Negara Kesatuan dan Negara yang berdaulat. "Segenap rakyat dan seluruh tumpah darah harus dijamin keselamatannya. Untuk itu, tidak boleh ada sejengkal tanah NKRI yang tidak aman bagi warganya," tegasnya.

Editor: Budi

T#g:PapuaSandera
Berita Terkait
  • Senin, 11 Des 2017 18:41

    AMPTPI Sulut Tuntut Freeport & MIFEE Ditutup

    Sekitar 60 orang demonstran yang berasal dari elemen Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia (AMPTPI Sulut) melakukan aksi unjuk rasa di Universitas Sam Ratulangi Kota Manado, Senin (1

  • Rabu, 06 Des 2017 23:46

    Stop Retorika HAM, Saatnya Fokus Pada Pembangunan Papua

    Menjelang peringatan Hari Kebesaran Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember, beberapa masyarakat Papua kembali dibuat bergejolak. Kali ini Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sebel

  • Senin, 04 Des 2017 09:14

    Memaknai Pergeseran Istilah Separatis ke Kelompok Kriminal Bersenjata

    Organisasi Papua Merdeka atau yang disingkat dengan OPM adalah organisasi separatis yang didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan provinsi Papua dan Papua Barat di Indonesia. Terbentukn

  • Senin, 27 Nov 2017 17:57

    TNI Meredam OPM dengan Humanis dan Budaya

    Dalam sepekan ini, aksi kekerasan di Papua kembali meningkat, 1.300 warga Papua di Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua disandera oleh kelompok Bersenjata Organi

  • Selasa, 21 Nov 2017 20:40

    Panglima TNI: Keberhasilan Tugas Milik Anak Buah, Kegagalan Tanggung Jawab Komandan

    Dalam melaksanakan tugas negara, seorang pemimpin atau komandan harus mempunyai strategi yang matang agar tugas tersebut bisa berhasil dengan baik. Perlu diketahui bahwa keberhasilan tugas dalam setia

  • Minggu, 12 Nov 2017 03:02

    Membangun Tanah Papua ala Jokowi

    Tanah Papua selama ini kurang mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat. Padahal jika dilihat lebih dalam, sumber kekayaan alam yang di tanah Papua begitu banyak dan jika dikelola dengan baik pas

  • Jumat, 10 Nov 2017 04:50

    Panglima TNI: Bebaskan Warga Sipil Dengan Persuasif Melalui Negosiasi

    Dalam menangani masalah penyanderaan warga sipil di Kampung Kimbely dan Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, TNI akan melakukannya dengan cara persuasif melalui negosiasi sehingga jan

  • Senin, 06 Nov 2017 10:46

    Tim Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 Tinggalkan Merauke

    Komandan Komando Resort Militer 174/Anim Ti Waninggap Merauke Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, S.I.P, selaku Wakil Komandan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 mele

  • Kamis, 26 Okt 2017 17:08

    Field Trip Di Raja Ampat, Tengku Erry Minta Pemda tidak abaikan PRB

    Gubsu Tengku Erry Nuradi meminta agar Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dapat diselaraskan dan diintegrasikan dalam berbagai aktivitas pembangunan daerah di Sumatera Utara."Saya berharap pemerintah dae

  • Rabu, 25 Okt 2017 20:25

    Sumut Terpilih Tuan Rumah Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2018

    Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terpilih sebagai tuan rumah Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2018. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan para stakeholder kebencanaan yang d

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak