Sabtu, 25 Nov 2017 06:59

Panglima TNI: Tutup Celah Korupsi di Lingkungan TNI

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Senin, 16 Okt 2017 18:06
Dibaca: 906 kali
Puspen TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan peserta pembekalan para pejabat Pengadaan Barang dan Jasa di Unit Operasi Mabes TNI
Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkomitmen dalam menutup celah korupsi di lingkungan TNI, sehingga tidak menimbulkan kerugian negara.

Peran pengawasan dan pemeriksaan kepada Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Unit Layanan Pengadaan dan Pejabat Penerima terhadap proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara konsisten guna menciptakan tata kelola yang baik dan bersih.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada pembekalan para pejabat Pengadaan Barang dan Jasa di Unit Operasi Mabes TNI, khususnya para pejabat yang telah ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (16/10/2017).

Panglima TNI menyampaikan bahwa, sedang trend di media mainstream nasional saat ini ketidakefektifan dan kebocoran keuangan negara yang paling besar adalah pada sektor pengadaan barang dan jasa. "Dari hasil pemeriksaan dan pengawasan oleh Irjen TNI ditemukan hasil pengadaan yang terindikasi korupsi, pemborosan, ketidakefektifan, mark-up dan lain-lain yang saat ini sedang dalam proses hukum," jelasnya.

"Kita semua harus berkomitmen untuk mengeliminir, mencegah dan menutup celah korupsi di lingkungan TNI, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan Alutsista karena hal ini akan melemahkan kekuatan TNI dan menyengsarakan prajurit," tegas Panglima TNI.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan sesuai Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2010 beserta turunannya dan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 17 tahun 2011 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan TNI telah mengatur prosedur yang benar dan merupakan landasan bagi TNI.

"Sesuai kebijakan pemerintah terkait pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI, agar mengutamakan pengadaan dari industri pertahanan dalam negeri, bila hal ini tidak memungkinkan boleh menggunakan pabrikan dari luar negeri, namun harus dengan persyaratan administrasi yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan," tutur Panglima TNI.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menekankan kepada seluruh peserta pembekalan untuk menemukan kelemahan regulasi yang berlaku saat ini, yang dapat menimbulkan kerawanan dan berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. "Rumuskan saran, masukan dan rekomendasi kepada pimpinan dalam rangka pengawasan pengadaan barang/jasa serta cari akar permasalahan yang terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Mabes TNI yang dapat menimbulkan kerugian negara," ujarnya.

Mengakhiri amanatnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada seluruh peserta pembekalan agar menggunakan prosedur yang benar dalam pengadaan barang/jasa. "Saya tidak pernah merekomendasikan rekanan siapapun juga. Apabila ada rekanan yang mengaku adik, kakak dan saudara saya yang bekerja di Mabes TNI, langsung blacklist saja perusahaan itu," tegasnya.

Editor: Budi

T#g:AlutsistaMabes TNITender
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Nov 2017 06:27

    Panglima TNI Hadiri The Defense & Security 2017 di Thailand

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama 10 orang Delegasi menghadiri The Defense & Security 2017-The Asian Defense And Security Exhibition yang secara resmi dibuka oleh Menteri Pertahana

  • Rabu, 01 Nov 2017 16:11

    412 Atlet Ikuti Kejurnas Atletik Piala Panglima TNI 2017

    Kejuaraan Nasional Atletik Piala Panglima TNI Terbuka yang diikuti 412 Atlet dari 53 Kontingen, merupakan kerja sama TNI dan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dalam mengangk

  • Selasa, 31 Okt 2017 19:41

    Tengku Erry Tekankan Pentingnya Pemahaman Dalam Pengadaan Barang & Jasa

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menekankan pentingnya pemahaman terhadap mekanisme pengadaan barang/jasa pemerintah. Sebab sebagai bagian dari pelayanan umum, hal ini merupakan aktifitas yang sering mendapat

  • Selasa, 31 Okt 2017 20:51

    Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan Asisten Teritorial

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memimpin serah terima jabatan Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI, dari Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos., kepada Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.DA., bertempa

  • Selasa, 31 Okt 2017 16:01

    Panglima TNI: 11 Sukhoi Akan Perkuat Pertahanan Udara

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan membeli 11 Pesawat Tempur Sukhoi SU-35 sesuai dengan persyaratan yang diajukan oleh TNI Angkatan Udara untuk memperkuat Pertahanan Udara Nasional.Hal tersebut dik

  • Sabtu, 28 Okt 2017 09:28

    Mabes TNI Selenggarakan Upacara Sumpah Pemuda ke-89

    Mabes TNI menyelenggarakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 tahun 2017, bertindak selaku Inspektur Upacara Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI Laksda TNI  Agung Prasetiawan

  • Sabtu, 14 Okt 2017 07:24

    Panglima TNI Resmikan Satuan Siber TNI

    Sebagai bagian dari Institusi TNI, Satuan Siber (Satsiber) TNI dituntut untuk mampu menjamin terwujudnya ketahanan Siber TNI dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI. Demikian dikatakan Pang

  • Kamis, 12 Okt 2017 03:42

    Aspers Panglima TNI Terima Kunjungan Delegasi Amerika Serikat

    Asisten Personel Panglima TNI Marsekal Muda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.DS., mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima kunjungan Delegasi The USCapstone General And Flag Officers Cou

  • Rabu, 27 Sep 2017 16:07

    Panglima TNI Sematkan Tanda Kehormatan kepada 68 Pati TNI

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyematkan Tanda Kehormatan kepada 68 Perwira Tinggi (Pati) TNI berupa Bintang Swa Bhuana Paksa Utama, Bintang Dharma, Yudha Dharma Pratama dan Yudha Dharma

  • Selasa, 12 Sep 2017 12:42

    76 Peserta "Gema Bhakti 2017" Course of Action Bantuan Kemanusiaan

    Sebanyak 76 peserta, terdiri dari 39 personel TNI dan 37 personel United State Pacific Command (USPACOM) yang tengah mengikuti Latihan Bersama "Gema Bhakti 2017" menggelar diskusi Course of Action ban

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak