Selasa, 24 Apr 2018 19:49
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Pacaran di tempat sepi, Siswi SMA dipaksa adegan syur, direkam lalu 'digilir' perampok

Pacaran di tempat sepi, Siswi SMA dipaksa adegan syur, direkam lalu 'digilir' perampok

Lampung (UtamaNews.com)
Oleh: Tommy
Rabu, 13 Des 2017 09:43
Ist
Ilustrasi

Bunga (18 tahun), siswi SMA di Kotaagung, Lampung, mengalami pemerkosaan akibat pacaran di daerah sunyi di pantai Pekon Ketapang Limau, Tanggamus, Minggu (3/12) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kejadian ini berawal ketika Bunga dan teman prianya, Su (23 tahun), warga Kecamatan Kotaagung, tengah bersantai di pantai. Dimana di saat yang sama, 4 orang pelaku lainnya berada si tempat tersebut juga.



Informasi dihimpun dari Kapolres Tanggamus, AKBP Alfis Suhaili menjelaskan, melihat sepasang insan tersebut, lalu muncul niat jahat Mulyadi (pelaku yang sudah ditangkap polisi) dan rekan-rekannya untuk merampok pasangan tersebut. 

Mereka kemudian mendekati siswi SMA dan kekasihnya itu sambil menodongkan pisau garpu. Komplotan tersebut merampas ponsel merek samsung J1 Ace dan motor Honda Vario hitam milik korban.

Rupanya perbuatan amoral Mulyadi, dan ketiga rekannya yang kini diburon, RA, RZ, dan IY tak berhenti sampai di situ. 

''Tersangka membuka paksa pakaian kedua korban di pinggir pantai. Setelah itu korban dipaksa berbuat zina," kata Alfis didampingi Wakapolres Kompol M. Budhi Setyadi, Kabag Ops Kompol Aditya Kurniawan, dan Kasatreskrim AKP Hendra Saputra saat memimpin ekspose, Kamis (7/12).

Parahnya, perbuatan tersebut direkam para tersangka dengan menggunakan ponsel milik korban.

''Setelah memvideokan perbuatan zina tersebut, pelaku mengancam korban akan menyebarkannya apabila tidak mau memberikan uang Rp5 juta kepada mereka," jelas Alfis.

Karena korban tidak memiliki uang, para tersangka kemudian memaksa Bunga untuk melayani nafsu bejat mereka. Secara bergiliran, Bunga berhubungan intim dengan para tersangka.

Mulyadi (35 tahun), warga Kecamatan Kotaagung Timur, Tanggamus, ini ditangkap Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Satreskrim Polres Tanggamus pada Selasa (5/12) sekitar pukul 16.00 WIB di kediamannya. 

''Saat hendak ditangkap, tersangka tidak kooperatif dan berusaha melukai petugas sehingga dilakukan tindakan tegas di bagian kakinya," tegas Alfis.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya senjata tajam jenis pisau, pakaian, pakaian dalam korban, ponsel Samsung J1 Ace, motor Honda Vario milik korban, dan motor Honda Supra Fit B 64443 EGY milik pelaku.

Polisi menjerat Mulyadi dengan pasal berlapis. Yakni pasal 365 KUHP ayat 1, ayat 2 ke-2 tentang curas, pasal 285 juncto pasal 289 KUHP tentang perkosaan/cabul, serta pasal 29, 32, 35 Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman maksimal masing-masing pasal 12 tahun.

''Kami juga mengimbau mudi-mudi dalam berekreasi menghindari tempat sepi karena menjadikan potensi gangguan seperti tindak pidana tersebut," pesan Alfis.

Terpisah, Mulyadi mengakui jika awalnya mereka hanya ingin mengambil ponsel S. Itu pun atas inisiatif RA. Ia membantah turut mengintimi S. Dia berdalih hanya mencabuli.

''Awalnya saya berdua dengan RA, lalu datang RZ dan IY. Lalu saya disuruh mengambil HP oleh RA yang kemudian menyuruh kedua korban untuk melakukan persetubuhan, lalu direkam. Saya juga tidak memerkosa karena korban sudah kelelahan," kata Mulyadi. 

Editor: Budi

T#g:285289aniayalampung
Berita Terkait
  • Kamis, 12 Apr 2018 14:02

    Anak Berstatus Pelajar Babak Belur Dihajar Satpam Kebun PT. Smart Tbk Padang Halaban

    Lokasi Perkebunan PT. Smart,Tbk Padang Halaban yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat Kecamatan Aek Kuo menjadikan perkebunan ini rawan akan potensi pencurian. Seperti yang terjadi pada Rabu (11/

  • Sabtu, 07 Apr 2018 06:47

    Gara-gara Uang Rp4000 untuk Air Isi Ulang, Boru Lubis Kritis Ditikam

    Faktor ekonomi kerap menjadi pemicu tindak pidana. Hal ini kembali dialami oleh Miwarti Lubis (48), yang menjadi korban penikaman suaminya sendiri, Subandi (50) warga Dusun II, Desa Bintang Meriah, Ke

  • Kamis, 05 Apr 2018 09:05

    Edukasi Maritim Anak Pesisir, Bakamla RI Gandeng Perahu Pustaka

    Anak-anak bangsa merupakan komponen penting untuk kejayaan Indonesia sebagai bangsa maritim. Oleh karena itu, Bakamla RI menggelar program Edukasi Maritim dengan sasaran anak-anak pesisir dan perbatas

  • Senin, 02 Apr 2018 11:21

    Ketua Panwascam Susua Nias Selatan Dilempar Batu

    Ketua Panwascam Susua yang bernama Fauduli Laia dilempar batu oleh orang tak dikenal saat mengendarai sepeda motornya, di daerah Susua, antara desa Hilimbowo dan Hilidanayao, pada Selasa (27/3) sore.I

  • Kamis, 08 Mar 2018 08:28

    Go-Jek Medan Tolak Konfirmasi Wartawan Terkait Pemukulan Terhadap Konsumen

    Pihak manajemen aplikasi jasa angkutan online Go-Jek menolak memberi klarifikasi pasca kejadian pengroyokan para sopir terhadap pimpinan redaksi media cetak di Medan pada Selasa (6/3).Beberapa jurnali

  • Rabu, 07 Mar 2018 06:57

    Dituduh order fiktif, 20-an Driver Go-Car aniaya Pemred Koran terbitan Medan

    Pimpinan Redaksi Harian Orbit Teuku Yudhistira menjadi bulan-bulanan sopir taksi online (taksol) Go-Car, Selasa (6/3). Yudhistira dikeroyok di Brastagi Supermarket, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan.&nb

  • Kamis, 01 Mar 2018 18:21

    Dugaan Kekerasan Terhadap Pelajar SMA, Kasatreskrim: Belum Cukup Alat Bukti

    AKP A. Tarigan, Kasatreskrim Polres Nias Selatan (Nisel), mengaku pihaknya belum memiliki alat bukti yang cukup untuk melanjutkan penyelidikan dugaan kasus kekerasan yang dilakukan oknum guru NH terha

  • Kamis, 01 Mar 2018 05:21

    Oknum Guru SMA di Nias Diduga Lakukan Kekerasan Pada Siswa

    Kasus kekerasan terhadap murid kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Kali ini terjadi di SMA Negeri 1 Amandraya, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Oknum guru berinisial NH diduga melaku

  • Rabu, 21 Feb 2018 10:21

    Komnas Anak: Tobasa Darurat Kekerasan Seksual Terhadap Anak

    Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sebagai lembaga independen yang memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia melakukan Kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Toba Samosir (To

  • Rabu, 31 Jan 2018 18:31

    Pasca Dianiaya Ibunya, Kondisi Siti Aminah Mulai Membaik

    Kondisi kesehatan Siti Aminah Nasution (6 tahun), korban penganiayaan oleh ibu kandung dan bapak tirinya kini mulai membaik. Sebelumnya Siti sempat tidak sadarkan diri dan mengalami trauma.Bukhori Nas

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak