Selasa, 22 Mei 2018 19:04

Teror di MAKO BRIMOB dan Bom Surabaya

PDIP: Tidak Ada Toleransi bagi Terorisme

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Iman
Minggu, 13 Mei 2018 12:03
Ist
Ilustrasi
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah pada aksi terorisme.

Kata Hasto, "PDI Perjuangan mengucapkan dukacita yang mendalam atas korban terorisme yang berturut-turut terjadi di Mako Brimob dan Bom Surabaya. Kedua peristiwa tersebut menjadi batas akhir bagi gerakan radikalisme yang anti Pancasila dan merongrong kewibawaan negara."

"Apa yang terjadi di Mako Brimob dan pengeboman di Surabaya merupakan satu rangkaian peristiwa yang nyata-nyata bertujuan melawan negara, dan intimidasi kolektif bagi rakyat dengan menyebarkan terorisme. Negara tidak boleh kalah dan harus melakukan mobilisasi seluruh instrumen negara untuk melawan terorisme," tegasnya melalui siaran pers yang diterima UTAMANEWS, Minggu siang (13/5).

Atas kedua kejadian "kejahatan kemanusiaan" tersebut, PDI Perjuangan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap seluruh upaya Pemerintahan Jokowi untuk melawan segala bentuk terorisme yang berawal dari paham radikalisme ini.

"Negara berkewajiban melindungi rakyat. Sebab hukum tertinggi dalam negara adalah kedaulatan negara itu sendiri. Siapapun yang merongrong kewibawaan negara harus dihadapi dengan menggunakan seluruh pendekatan hukum, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan, serta menggalang kekuatan rakyat untuk terlibat aktif di dalam melawan paham radikalisme. Negara pun berhak menggunakan seluruh instrumen negara, baik hukum, POLRI dan TNI, serta birokrasi negara untuk melawan terorisme tersebut. Sebab Pembukaan UUD 1945 telah menegaskan bahwa pemerintahan negara dibentuk salah satunya bertujuan untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Perintah konstitusi inilah yang menjadi dasar hukum tertinggi di dalam memberantas terorisme," lanjutnya.

Dikatakannya lagi, korban yang terjadi di Mako Brimob dan korban Bom Surabaya harus menjadi yang terakhir. "Kedua peristiwa tersebut menjadi batas akhir bagi negara untuk tidak boleh kalah terhadap gerakan terorisme di Indonesia. Kekuatan mayoritas diam harus bangkit. Kita tidak boleh takut terhadap terorisme. Sebab mereka adalah para pengecut yang tidak boleh lagi mendapatkan hal hidup di negara cinta damai ini," pungkasnya.

Editor: Erickson

T#g:bomPDIP
Berita Terkait
  • Rabu, 16 Mei 2018 18:56

    Mengaku bercanda bawa bom, penumpang Lion Air JT 291 "diproses"

    Lion Air memberikan keterangan dan klarifikasi terkait terganggunya penerbangan Lion Air JT 291, Pekanbaru-Jakarta, hari ini, Rabu (16/5/2018), dikarenakan ada gurauan bom (bomb joke) dari seorang pen

  • Selasa, 15 Mei 2018 09:15

    Teror, Tidak Akan Menjadi Teror Bila Masyarakat Tenang

    Indonesia kembali digemparkan dengan serangkaian aksi terorisme yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengharapkan timbulnya situasi mencekam di tengah-tengah masyarakat. Dalam satu pekan ini, aks

  • Selasa, 15 Mei 2018 09:35

    Ketua DPRD Sumut: Percayakan Penanganan Teroris Kepada Pemerintah

    Wagirin Arman, Ketua DPRD Sumut, menyatakan keprihatinannya atas pemboman yang terjadi di 3 gereja dan Mako Polrestabes Surabaya.

  • Senin, 14 Mei 2018 18:24

    DPC Partai Gerindra Paluta Kutuk Keras Aksi Bom di Surabaya

    Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) H. Hariro Harahap SE M.Si mengutuk keras pelaku bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) pagi, disusul bom di Sido

  • Senin, 14 Mei 2018 18:04

    Aksi 2.000 Lilin di Medan, Warga Tolak Aksi Teror dan Paham Radikal

    Seluruh lapisan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya berduka atas tragedi teror bom di Kota Surabaya, dengan mengelar Aksi 2.000 Lilin di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (13/5/2018) malam.

  • Senin, 14 Mei 2018 17:54

    HMI: Negara Jangan Kalah Dengan Aksi Terorisme

    Dalam beberapa hari ini Negara sedang dihebohkan oleh aksi biadab terorisme yang beruntun. Dimulai dari aksi teroris yang terjadi di Mako Brimob beberapa hari yang lalu dan 5 kali bom bunuh diri yang

  • Minggu, 13 Mei 2018 22:03

    Teroris: Kita Tidak Takut!

    Pasca aksi teroris di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Indonesia kembali berduka. Puluhan orang yang akan mengikuti ibadah pagi ini menjadi korban kebiadaban teroris. Tetes darah dan air mata anak bangsa

  • Minggu, 13 Mei 2018 15:33

    Cipayung Plus Kota Medan Kecam Teror Rumah Ibadah Surabaya

    Cipayung Plus Kota Medan menyatakan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban teror dan mengecam keras perbuatan teror terhadap 3 rumah ibadah di Surabaya. Demikian dikatakan oleh Hendra Manurung,

  • Minggu, 13 Mei 2018 13:43

    Relawan Kombatan Kutuk Keras Bom Surabaya

    Relawan Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) Sumatera utara (Sumut) mengutuk keras aksi teror bom di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi.Relawan untuk Pilpres 2019 pemenangan Jokowi

  • Minggu, 13 Mei 2018 11:53

    PBNU Mengutuk Keras 3 Bom Gereja di Surabaya

    Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1439 H, kita dikejutkan dengan aksi narapidana Terorisme di Mako Brimob serta yang terbaru, ledakan bom di tiga Gererja di Surabaya, Ahad (13/5). Rangkaian keja

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak