Kamis, 14 Des 2017 22:33

Ganti Rugi Survey Seismik Tak Kelar

Nelayan Langkat Marah-marah di DPRD

Stabat (utamanews.com)
Oleh: Amin Nur
Selasa, 15 Agu 2017 17:45
Dibaca: 211 kali
Dok
Nelayan korban seismik Elnusa di DPRD Langkat

Sejumlah nelayan tambak udang dan kepiting di Kabupaten Langkat, marah marah di kantor DPRD Kabupaten Langkat. Hal itu di karenakan mereka tak kunjung menerima ganti rugi akibat kegiatan Survey Seismik.

Mereka menilai, Dinas Perikanan dan Kelautan Langkat, tidak becus menangani ganti rugi tersebut.

Kemarahan para nelayan tambak udang dan kepiting ini spontan terjadi di gedung DPRD Langkat, karena mereka menganggap tambak mereka rusak akibat kegiatan peledakan untuk Survey Seismik yang di lakukan pada bulan Desember 2015.

PT Elnusa, selaku pekerja proyek Survey Seismik, sebenarnya sudah melakukan ganti rugi kepada para nelayan tambak udang dan kepiting yang menjadi korban, namun berdasarkan laporan kerusakan dan harga komoditas dari Dinas Perikanan dan Kelautan setempat.

Ironisnya, sebagian nelayan lainnya, hingga kini belum menerima ganti rugi, karena nilai ganti rugi udang dan kepiting yang di nilai jauh dari harga pasaran.

"Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat tidak mengerti menakar harga udang dan kepiting," ungkap Ibnu Abbas", yang merupakan salah seorang pendemo, saat dikonfirmasi, Selasa (15/8/2017).

Dirinya juga mengakui, akibat dari Survey Seismik itu, ia merugi Seratus Ribu ekor udang jenis Tiger yang sudah berusia empat bulan, mati akibat kegiatan tersebut.

"Di pasaran, harga udang Tiger mencapai 130 ribu per kilonya, atau Rp7500 per ekornya. Namun Dinas Perikanan dan kelautan Langkat hanya bersedia mengganti rugi 32 ribu ekor dari 100 ribu ekor udang milik saya, itupun dengan harga 20 juta saja," bebernya.

Aksi marah marah nelayan tambak udang ini baru mereda setelah anggota DPRD Langkat memanggil Dinas Perikanan dan Kelautan, serta pihak PT Elnusa dan para nelayan, untuk berdialog ruang komisi D DPRD Langkat.

Dalam dialog tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan Langkat, berjanji akan melakukan Survey Ulang terhadap kerugian para nelayan tambak tersebut.

Dalam hal ini, para nelayan menyatakan akan kembali lagi ke Gedung DPRD Langkat, jika ganti rugi mereka belum diterima. 

Editor: Sam

T#g:bomElnusaganti rugiNelayan
Berita Terkait
  • Kamis, 07 Des 2017 21:47

    Angin Koncang, Sudah Seminggu Nelayan Tak Melaut

    Nasib nelayan kecil di wilayah perairan Kabupaten Batubara semakin terpuruk. Pasalnya, angin kencang melanda wilayah tersebut sehingga membuat para nelayan kecil ini tidak dapat melaut.Pantauan Wartaw

  • Rabu, 08 Nov 2017 19:38

    Bakamla RI Bagikan Life Jacket di Bangka Tengah

    Sejumlah life jacket dibagikan Bakamla RI kepada puluhan nelayan setempat pada acara Sosisalisasi Keselamatan Laut dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia bagi nelayan, di Kab. Bangka Tengah, Pr

  • Senin, 30 Okt 2017 23:50

    KTNA Palas Minta Keseriusan Pemerintah Bina Petani

    Pemerintah diminta lebih serius lagi dalam membina petani di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), dalam rangka meningkatkan hasil produktifitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di dae

  • Rabu, 11 Okt 2017 04:11

    Duta Koperasi & UKM Sumut Desak Penghentian Bantuan Bagi Kelompok Nelayan

    Duta Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Ja'far Hasibuan, mengeluhkan masih banyaknya koperasi nelayan yang fiktif di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara (Sumut). Ja'

  • Senin, 28 Agu 2017 06:28

    Korban ganti rugi SUTET tuding "guru ngaji" tilep Rp16 miliar

    Suhaimi Akbar, Koordinator korban pemotongan uang ganti rugi/kompensasi pembangunan jaringan SUTT/SUTET 275 kV, mengadu ke pers.

  • Rabu, 16 Agu 2017 10:36

    Mau Pasang Bom di Kantor Jokowi, 5 Teroris Ditangkap

    5 (Lima) terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Kota Bandung berencana akan meledakan bom kimia di tiga tempat berbeda salah satunya yakni di Istana Negara.

  • Kamis, 03 Agu 2017 18:13

    Bupati Tapteng Serahkan Klaim Asuransi Nelayan senilai Rp480 juta

    Bupati Tapteng menyerahkan Klaim Asuransi sebesar Rp480.000.000 (empat ratus delapan puluh juta  rupiah) kepada 3 orang perwakilan Keluarga Nelayan yang meninggal dunia, masing masing sebesar Rp1

  • Minggu, 16 Jul 2017 21:36

    Gawat, bantuan kapal dari pemerintah diduga dijual seharga Rp3-4 juta

    Sebagian dari puluhan kapal boat 0,5 GT bantuan dari Pemerintah Kota Gunungsitoli kepada sejumlah kelompok nelayan di Kota Gunungsitoli, diduga diperjualbelikan.

  • Minggu, 09 Jul 2017 18:39

    AW Si Perakit Bom Panci di Buah Batu Bandung Berniat Jadi Pejuang ISIS

    Agus Wiguna (AW), tersangka pelaku perakit bom panci yang meledak di Sekejati Kota Bandung, Jabar kemarin sore, Sabtu (8/7), berniat menjadi pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

  • Minggu, 09 Jul 2017 14:59

    Ganti Rugi Sudah Selesai, Tol Medan-Binjai Rampung Sebelum Natal 2017

    Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan, pembebasan lahan terkait pembangunan ruas jalan tol Binjai-Medan-Deli Serdang-Serdang Bedagai-Tebing Tinggi telah diselesaikan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak