Sabtu, 19 Agu 2017 10:43

Mulai malam ini, Malaysia Gelar Razia Besar-besaran Pekerja Ilegal

Malaysia (utamanews.com)
Oleh: Budi
Jumat, 30 Jun 2017 22:30
Dibaca: 251 kali
Antara
Antrian para pekerja ilegal sedang mengurus e-card
Dirjen Imigrasi Malaysia Datuk Seri Mustafar Bin Haji Ali dalam jumpa pers berakhirnya program pendaftaran E-Card atau Kartu Pekerja Ilegal Sementara di Kantor Imigrasi Putrajaya menyatakan bahwa Jawatan Imigrasi Malaysia bakal melakukan razia terhadap pekerja ilegal atau Pekerja Asing Tanpa Izin (PATI) di seluruh negara bagian, secara besar-besaran mulai Jumat malam (30/6).

"Pekerja ilegal akan dirazia dan dimasukkan ke tahanan depo-depo imigrasi di seluruh negeri," ujarnya Jumat siang.

Mustafar menegaskan Jumat ini adalah hari terakhir program E-Card (Enforcement Card), tetapi seperti yang terlihat, Kantor Imigrasi masih kebanjiran PATI dan majikan yang mungkin menunggu akan ada penyambungan program ini.

Dia mengatakan pihaknya sudah menyampaikan program E-Card mulai (15/2/2017) dan berakhir pada (30/6) tengah malam serta tidak akan diperpanjang lagi pendaftarannya.

"Majikan-majikan yang datang sebelum jam 11.00 akan kita layani. Yang datang setelah jam 11.00 sukar kita layani karena tidak ada tempat untuk diproseskan. Kita sudah memberikan kemudahan. Jangan salahkan Imigrasi," katanya. 

Dia mengatakan ada pekerja Imigrasi yang balik ke rumah jam 03.00 dini hari dan ada yang baru pulang jam 06.00 pagi untuk menyelesaikan pekerjaan E-Card ini.

"Kami akan selesaikan sampai besok pagi. Bukan kami tidak mau melayani tetapi karena sistem di imigrasi juga terbatas. Pegawai kita sudah berupaya semaksimal mungkin," katanya.

Dia mengatakan sejak jam 08.00 Jumat pagi terdapat 155.680 PATI yang telah didaftarkan untuk pengurusan E-Card melibatkan 26.957 majikan. 

"E-card yang sudah dikeluarkan 140.746 lembar. Hingga Jumat pagi masih berduyun-duyun tidak hanya di kantor pusat tetapi juga di negeri-negeri. Sasaran kami 400 hingga 600 ribu E-Card," katanya. 

Mustafar kecewa karena peluang yang diberikan tidak diambil dari awal karena itu pihaknya Jumat malam ini akan melakukan operasi besar-besaran. 

Dia meminta majikan tidak menyalahkan dirinya karena sudah diinformasikan lebih awal.

"Budaya kita menunggu saat-saat akhir dan mereka percaya tidak apa-apa nanti akan disambung kemudian. Saya nyatakan pada 15 Februari bahwa 30 Juni 2017 adalah hari terakhir," katanya.

Dia mengatakan dari jumlah PATI yang mengurus E-Card paling banyak dari Bangladesh, Indonesia, Myanmar dan Nepal.

Program E-Card berlaku untuk para pekerja 15 negara yakni Banglades, Filipina, India, Indonesia, Kazakhstan, Kamboja, Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, Sri Langka, Thailand, Turkmenistan, Uzbekistan dan Vietnam. 

Editor: Elya

T#g:malaysiaTKIIlegal
Berita Terkait
  • Selasa, 15 Agu 2017 11:55

    Poldasu ungkap modus baru penyelundupan sabu dari Malaysia melalui Bandara Kuala Namu

    Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) melakukan koordinasi dengan Imigrasi dalam mengejar pemilik narkoba jenis sabu yang diamankan di Bandara Kuala Namu.

  • Senin, 14 Agu 2017 21:34

    Bawa Sabu di anus, WNA Malaysia diamankan saat tiba di Bandara Kualanamu

    Sembunyikan sabu di anus, Tan Shurendar, 45 tahun, warga Kedah, Malaysia diamankan petugas Tim Customs Narcotic Team (CNT) Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya B Kualanamu (KPPBC T

  • Sabtu, 12 Agu 2017 18:12

    Petugas temukan 4 ekor burung Cendrawasih Papua "tak bertuan" di Kualanamu

    Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan menggagalkan penyelundupan empat ekor Burung Cendrawasih Kuning Besar (Paradisea Apoda) dari Surabaya, di Lini 1 Terminal Kargo Bandara Kuala Namu. Inform

  • Jumat, 11 Agu 2017 11:51

    Bakamla RI Hadiri Pertemuan Bilateral RI-Malaysia di Jakarta

    Indonesia menjadi tuan rumah pada acara pertemuan ke-15 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) RI-Malaysia yang diselenggarakan di Jakarta.

  • Sabtu, 29 Jul 2017 19:39

    30 TKI bermasalah masih berada di Malaysia

    Sedikitnya 30 orang lebih Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah masih berada di Malaysia.

  • Sabtu, 29 Jul 2017 11:49

    Polisi gagalkan penyelundupan tiga kontainer kain impor

    Aparat kepolisian dari Polda Kepulauan Riau mengamankan tiga kontainer berisi 55 ton kain impor pada sebuah lahan kosong tidak jauh dari Sekolah Yos Sudarso Batam. Barang selundupan ini rencananya aka

  • Jumat, 28 Jul 2017 21:18

    2 TKI Ilegal dan 2 Bayi Dipulangkan dari Malaysia

    Bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia, Yulia Novita, 26 tahun, warga Desa Pagu Dalam, Kecamatan Kurai, Padang Pariaman dan Bagus anaknya yang masih balita serta Indah, 34 tah

  • Kamis, 20 Jul 2017 17:20

    Panglima TNI: Negara Asean Wajib Memerangi Ancaman Keamanan di Kawasan Asean

    Menghadapi situasi dan kondisi keamanan di Kawasan Asean dewasa ini, semua negara Asean hendaknya wajib ikut serta memerangi ancaman-ancaman keamanan di Kawasan Asean dalam rangka mengimplementasikan deklarasi 'Masyarakat Asean 2015'.

  • Rabu, 19 Jul 2017 19:19

    Panglima TNI Dianugerahi Tanda Kehormatan PGAT dari Kerajaan Malaysia

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima penganugerahan Tanda Kehormatan Panglima Gagah Angkatan Tentera (PGAT) dari Kerajaan Malaysia, yang disematkan langsung oleh Yang Amat Berhormat (YAB

  • Rabu, 12 Jul 2017 18:42

    Impor Beresiko Tinggi Berdampak Bagi Ekonomi dan Penerimaan Negara

    Impor Beresiko Tinggi adalah impor yang dilakukan secara illegal sehingga dapat merusak daya saing industri dalam negeri, karena harga produk yang dihasilkan menjadi lebih mahal dari pada barang-baran

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak