Selasa, 17 Okt 2017 14:44

Mulai malam ini, Malaysia Gelar Razia Besar-besaran Pekerja Ilegal

Malaysia (utamanews.com)
Oleh: Budi
Jumat, 30 Jun 2017 22:30
Dibaca: 331 kali
Antara
Antrian para pekerja ilegal sedang mengurus e-card
Dirjen Imigrasi Malaysia Datuk Seri Mustafar Bin Haji Ali dalam jumpa pers berakhirnya program pendaftaran E-Card atau Kartu Pekerja Ilegal Sementara di Kantor Imigrasi Putrajaya menyatakan bahwa Jawatan Imigrasi Malaysia bakal melakukan razia terhadap pekerja ilegal atau Pekerja Asing Tanpa Izin (PATI) di seluruh negara bagian, secara besar-besaran mulai Jumat malam (30/6).

"Pekerja ilegal akan dirazia dan dimasukkan ke tahanan depo-depo imigrasi di seluruh negeri," ujarnya Jumat siang.

Mustafar menegaskan Jumat ini adalah hari terakhir program E-Card (Enforcement Card), tetapi seperti yang terlihat, Kantor Imigrasi masih kebanjiran PATI dan majikan yang mungkin menunggu akan ada penyambungan program ini.

Dia mengatakan pihaknya sudah menyampaikan program E-Card mulai (15/2/2017) dan berakhir pada (30/6) tengah malam serta tidak akan diperpanjang lagi pendaftarannya.

"Majikan-majikan yang datang sebelum jam 11.00 akan kita layani. Yang datang setelah jam 11.00 sukar kita layani karena tidak ada tempat untuk diproseskan. Kita sudah memberikan kemudahan. Jangan salahkan Imigrasi," katanya. 

Dia mengatakan ada pekerja Imigrasi yang balik ke rumah jam 03.00 dini hari dan ada yang baru pulang jam 06.00 pagi untuk menyelesaikan pekerjaan E-Card ini.

"Kami akan selesaikan sampai besok pagi. Bukan kami tidak mau melayani tetapi karena sistem di imigrasi juga terbatas. Pegawai kita sudah berupaya semaksimal mungkin," katanya.

Dia mengatakan sejak jam 08.00 Jumat pagi terdapat 155.680 PATI yang telah didaftarkan untuk pengurusan E-Card melibatkan 26.957 majikan. 

"E-card yang sudah dikeluarkan 140.746 lembar. Hingga Jumat pagi masih berduyun-duyun tidak hanya di kantor pusat tetapi juga di negeri-negeri. Sasaran kami 400 hingga 600 ribu E-Card," katanya. 

Mustafar kecewa karena peluang yang diberikan tidak diambil dari awal karena itu pihaknya Jumat malam ini akan melakukan operasi besar-besaran. 

Dia meminta majikan tidak menyalahkan dirinya karena sudah diinformasikan lebih awal.

"Budaya kita menunggu saat-saat akhir dan mereka percaya tidak apa-apa nanti akan disambung kemudian. Saya nyatakan pada 15 Februari bahwa 30 Juni 2017 adalah hari terakhir," katanya.

Dia mengatakan dari jumlah PATI yang mengurus E-Card paling banyak dari Bangladesh, Indonesia, Myanmar dan Nepal.

Program E-Card berlaku untuk para pekerja 15 negara yakni Banglades, Filipina, India, Indonesia, Kazakhstan, Kamboja, Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, Sri Langka, Thailand, Turkmenistan, Uzbekistan dan Vietnam. 

Editor: Elya

T#g:malaysiaTKIIlegal
Berita Terkait
  • Jumat, 13 Okt 2017 06:13

    Panglima TNI Hadiri Launching TAP Indomalphi di Malaysia

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu menghadiri Launching of The Trilateral Air Patrol (TAP) Indonesia, Malaysia dan Philipina

  • Senin, 09 Okt 2017 18:59

    Bakamla RI Tangkap Kapal Ilegal Fishing di Perairan Halmahera

    Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil menangkap sebuah kapal ikan bernama Triton yang diduga melakukan illegal fishing di Perairan Halmahera, beberapa hari lalu.Kapal Triton dit

  • Sabtu, 16 Sep 2017 13:46

    Bobby Dalimunthe: Jangan sebut siswa siluman

    Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) belum menemukan solusi pasti.Rekomendasi Ombudsman RI perwakilan Sumatera Utara untuk meminta orang tua siswa PPDB no online agar memindahkan anak mereka ke

  • Senin, 28 Agu 2017 20:38

    JBMI bantu pengurusan kepulangan TKI Ilegal dari Malaysia

    Darwin Marpaung, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Jami'yah Batak Muslim Indonesia (DPC JBMI) Kabupaten Labuhanbatu Utara, membantu pengurusan dokumen sehingga seorang warga Indonesia yang dulunya

  • Selasa, 22 Agu 2017 18:12

    Poldasu Tembak Mati Bandar Sabu Jaringan Malaysia

    Setelah melakukan penyamaran sejak seminggu yang lalu, tadi malam, Senin (21/8), petugas Ditresnarkoba Polda Sumut berhasil mengungkap kasus narkotika golongan I jenis shabu seberat 2000 gram (2 kg).

  • Selasa, 22 Agu 2017 14:02

    Geram lambang negara dibalikkan, FKPPI demo Konjen Malaysia di Medan

    Rakyat Indonesia, terkhusus Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri sangat kecewa terhadap perbuatan Malaysia yang dinilai telah menghina simbol dan lambang negara Indonesia.

  • Selasa, 22 Agu 2017 13:32

    "Ganyang Malaysia" berkumandang di Medan

    Ganyang... ganyang... ganyang... Malaysia!

  • Minggu, 20 Agu 2017 10:50

    Malaysia Akan Minta Maaf Terkait Bendera Terbalik

    Khairy Jamaluddin selaku Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, akan menemui Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi hari ini, Minggu (20/8/2017) untuk meminta maaf secara langsung terkait insiden pe

  • Selasa, 15 Agu 2017 11:55

    Poldasu ungkap modus baru penyelundupan sabu dari Malaysia melalui Bandara Kuala Namu

    Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) melakukan koordinasi dengan Imigrasi dalam mengejar pemilik narkoba jenis sabu yang diamankan di Bandara Kuala Namu.

  • Senin, 14 Agu 2017 21:34

    Bawa Sabu di anus, WNA Malaysia diamankan saat tiba di Bandara Kualanamu

    Sembunyikan sabu di anus, Tan Shurendar, 45 tahun, warga Kedah, Malaysia diamankan petugas Tim Customs Narcotic Team (CNT) Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai Tipe Madya B Kualanamu (KPPBC T

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak