Jumat, 19 Jan 2018 16:21

Mabes Polri: Pesan Berantai Soal Penembakan Brutal di Bima adalah Hoax

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: John
Senin, 29 Mei 2017 21:49
Dibaca: 1.648 kali
Penyebaran informasi hoax atau bohong yang beredar di media sosial seperti tak ada habis-habisnya. Kali ini Mabes Polri membidik kabar hoax yang diposting oleh akun Facebook Nia A Nurningsih Aswin.


Menariknya, selalu saja ada informasi tak benar yang menjadi viral di medsos. Dan masih saja ada yang percaya dan menyebarkan ulang hoax tersebut.

Kabar hoax yang yang dipersoalkan Polri kali ini adalah terkait dengan informasi anggota kepolisian yang disebut menembak secara membabi buta saat membubarkan tawuran antarwarga Desa Dadibou dengan Desa Penapali. Bima, Nusa Tenggara Barat.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan polisi melakukan SOP dalam melerai tawuran tersebut. Ia menegaskan, kabar yang beredar di medsos itu tidak benar. Justru anggota kepolisan turut menjadi korban karena dipanah kakinya saat sedang melerai.

"Saya luruskan, tidak ada (Satuan, red) Brimob di Polres Bima. Brimob adanya di Polda. Di Bima, anggota kita dipanah kakinya. Anggota Brimob juga jadi korban," kata Setyo ketika dikonfirmasi wartawan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017).

Kabar tersebut menjadi viral setelah pemilik akun Facebook Nia A Nurningsih Aswin menuliskan kronologi pembubaran tawuran tersebut, serta beredar broadcast message yang berisi cerita serupa, yang entah siapa penulisnya.

Satu desa bernama Talabiu, disebut-sebut dihujani peluru oleh aparat, padahal warganya tak terlibat tawuran.

Dikatakan dalam tulisan tersebut, sebanyak 10 warga mengalami luka tembak, baik oleh peluru tajam maupun peluru karet yang dilontarkan Satuan Brimob Polres Bima.

"Agar diketahui bahwa berangkat dari kejadian tawuran, kemudian kita ada Protap (Prosedur Tetap) I, mulai dari negosiasi, kemudian menggunakan tangan tanpa senjata, sampai peluru karet ditembak pantul," jelas Irjen Setyo Wasisto.

Irjen Setyo Wasisto mengatakan diskresi kepolisian melepaskan tembakan saat itu cukup beralasan. Karena upaya negosiasi yang diinisiasi polisi dengan warga yang yang saling bertikai mengalami kebuntuan.

Oleh sebab itu aparat mengambil tindakan tegas dan terukur, untuk membubarkan tawuran. Ia juga mengatakan bahwa jenis peluru yang dipakai untuk membubarkan tawuran adalah peluru karet, bukan peluru tajam.

"Ketika ditembak pantul, kena sasaran. Nggak betul kalau (tembakan, red) membabi buta. Kita gunakan senjata ada aturannya. Kita negosiasi nggak bisa, kita harus ambil tindakan tegas karena dilindungi undang-undang," terang Irjen Setyo Wasisto.

Berikut isi pesan berantai tersebut:

INFO PENTING DARI BIMA!

Aksi brutal aparat kepolisian terjadi lagi

Telah terjadi penembakan membabi buta oleh sekelompok satuan brimob polresta kab Bima pada jam 16.05 wib yang mengorbankan kurang lebih 10 orang. Salah seorang pemuda yang benama Hendra (21 tahun) di tembak di dalam rumahnya dengan 3 peluru tajam tembus ke dalam tubuhnya, di bagian punggung dan di bagian betis. Leon(23 tahun) 1 timah panas. Joe (18 tahun) 1 timah panas menembus kupingnya. Dan belasan orang terkena peluru karet. Hendra saat ini kritis sudah di larikan ke rumah sakit. Warga dan sejumlah pemuda yang sedang duduk santai di pinggir jalan di todong dan di berondong peluru tajam tanpa alasan yang jelas. Bahkan di atas rumah di tembaki.

Aksi brutal yang di lakukan oleh satuan brimob berawal dari upaya melerai konflik antar desa dadibou dan pena pali. Namun tidak termaksud desa (talabiu) yang di brondong oleh satuan brimob dengan peluru tajam. Menurut keterangan dari salah satu korban Tovan (muma), dia lagi duduk santai dengan kawan-kawannya di salah satu rumah saudaranya. Sejumlah brimob datang mengendarai sepeda motor dengan biadabnya menembak secara brutal anak-anak, ibu-ibu tanpa alasan yang jelas. Mereka melakukan penyisiran ke kampung-kampung, seolah desa talabiu merupakan desa yang berkonflik. Saya juga di todong dengan senjata, 'ujar Muma'.

Orang yang selesai beribadah pun tak luput dari kebengisan satuan brimob. Mulai dari wilayah barat sampai timur perkampungan di brondong menggukan peluru tajam. Warga lari berhamburan menyelamatkan diri kaget Melihat brimob menembak dengan babi buta. Kejadian ini bukanlah kali pertama polresta menyalahi protap. Baru-baru ini satuan polresta Bima pernah menghujani peluru tajam terhadap warga laju dan tolouwi kabupaten bima Aksi kesatuan brimob ini semakin menjelaskan kepada masyarakat Bima betapa jahatnya institusi kepolisian, mendidik menciptakan mesin pembunuh bagi rakyat. Mereka harusnya hadir sebagai keamanan malah berubah menjadi pelaku pembunuh masyarakat

Sekarang ibu-ibu, anak di bawah umur masih mengalami traumatik mendalam akibat kebrutalan brimob. Mereka berlaga seperti anjing herder yang haus akan darah. Tak memiliki kemanusiaan dan berhati iblis. Kuasanya melebihi kuasanya Tuhan.

Oleh karnanya:

1. Desak kapolri mengusut tuntas atas pelanggaran HAM yang di lakukan satuan brimob di desa Talabiu

2. Copot Kapolres Bima dan Oknum Anggota Penembak Warga Talabiu

3. Kapolres Bima harus bertanggung jawab atas insiden berdarah di desa talabiu bima.

Editor: Sam

T#g:Bimahoax
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jan 2018 15:49

    Peran Masyarakat Melawan Kampanye Hitam

    Memasuki masa-masa Pilkada dan Pilpres terdapat banyak berita-berita yang tidak benar atau pun berita hoax yang disebarkan di berbagai media, terutama media online. Seperti yang baru saja beredar

  • Rabu, 17 Jan 2018 06:27

    Partai ini komit lawan hoax

    Dinilai berpotensi merusak nilai demokrasi Indonesia dalam Pilkada serentak 2018, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berkomitmen melawan kampanye hitam.

  • Minggu, 14 Jan 2018 17:14

    Daftar di Pilgub Sumut, Djarot Langsung Diserang Kampanye Hitam

    Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat langsung mendapat serangan black campaign sesaat setelah mendaftar di KPU Sumut, Rabu (10/1/2018).

  • Rabu, 03 Jan 2018 03:23

    Istana tanggapi "Pidato Presiden di Stadion Utama Senayan"

    Sejak kemarin, berita bohong atau hoax, tersebar luas di sosial media. Hoax ini berisikan pidato Presiden Jokowi tentang adanya ancaman terhadap kondisi keamanan di Tanah Air dari sejumlah kelompok ma

  • Jumat, 15 Des 2017 12:05

    Tahun Baru dan Upaya Menjauhi Ujaran Kebencian

    Antusiasme dalam menyambut momen pergantian tahun sangat terlihat, baik anak-anak, remaja atau kaum muda, maupun orang dewasa. Pergantian tahun seakan menjadi hari besar yang ditunggu-tunggu oleh masy

  • Rabu, 29 Nov 2017 19:39

    Panglima TNI: Waspadai Potensi Konflik Menghadapi Tahun Politik

    Menghadapi tahun politik ke depan, para Komandan Korem (Danrem) dan Komandan Kodim (Dandim) harus dapat mewaspadai potensi konflik di wilayah, seperti gesekan antar masyarakat, konflik antar agama mau

  • Rabu, 29 Nov 2017 12:29

    Di Era Digital, Masyarakat Diminta Sampaikan Konten Positif

    Di tengah ketertinggalan Papua dalam pembangunan, khususnya infrastruktur, peran media sangat dibutuhkan dalam rangka membangun optimisme dan nasionalisme Papua untuk mengejar ketertinggalannya. 

  • Senin, 27 Nov 2017 14:57

    Tahun Politik, Peran Media Online Penting dalam Tangkal Berita Hoax

    Perkembangan teknologi informasi (TI) yang semakin cepat dewasa ini, menuntut masyarakat lebih terbuka dalam menerima informasi. Dengan keterbukaan informasi ini, para pelaku media online harus lebih

  • Selasa, 21 Nov 2017 03:51

    Registrasi SIM Card Menjamin Keamanan Digital Masyarakat

    Per 31 Oktober 2017, para pengguna kartu SIM prabayar operator seluler di Indonesia, baik pelanggan lama maupun baru diwajibkan untuk mendaftar ulang dengan memakai nomor NIK dan Kartu Keluarga. 

  • Selasa, 14 Nov 2017 18:54

    Panglima TNI: Masyarakat Harus Cerdas Menyikapi Informasi Media Sosial

    Pengaruh media sosial sangat luas dalam kehidupan baik individu, keluarga, kelompok bahkan mampu mengubah tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu diharapkan masyarakat Indonesia harus cerdas

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak