Rabu, 23 Jan 2019 05:07

Komnas Anak: Tobasa Darurat Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Tobasa (utamanews.com)
Oleh: Coky/rls
Rabu, 21 Feb 2018 10:21
Internet
Ilustrasi

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sebagai lembaga independen yang memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia melakukan Kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Hasilnya sangat di luar dugaan dan akal sehat. 

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak menyatakan, Tobasa sebagai wilayah religius dan menjunjung tinggi nilai adat (Dalihan Natolu) saat ini memegang predikat sebagai Kampung (huta) darurat kekerasan seksual terhadap anak dan krisis moralitas.

"Sesungguhnya, Tobasa tidaklah pantas mempunyai predikat krisis moralitas dan darurat kekerasan seksual terhadap anak, namun ini kenyataannya dan tidak bisa terbantahkan," kata Aris dalam rilisnya dari Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Menurut laporan Polres Tobasa, sepanjang Januari 2018 telah ditemukan fakta (berdasarkan laporan masyarakat) ada 6 kasus kekerasan seksual dalam bentuk hubungan seksual sedarah (incest) yang dilakukan oleh orang terdekat korban.


Angka ini dikhawatirkan akan terus meningkat jika dibanding dengan 29 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi sepanjang tahun 2017.

Kasus kejahatan seksual terbaru yang dilakukan oleh ayah kandung dan paman korban di salah satu desa di Kecamatan Silaen, Tobasa, sangat mencoreng nilai-nilai agama dan adat di tanah Batak.

Tim Kunker Komnas Perlindungan Anak  yang dipimpin Arist Merdeka Sirait berkesempatan berkunjung ke desa Silaen  untuk bertemu dengan korban, Putri (14) bukanlah nama sebenarnya, dan ibu korban.

Korban menceritakan pengalaman pahitnya itu, bahwa sejak korban usia 12 tahun telah diperlakukan salah secara  seksual dengan penuh ancaman oleh ayah kandung dan paman kandung korban secara berulang-ulang selama dua tahun hingga korban saat ini mengandung 4 bulan.

Korban bercerita, setiap kali ayah dan paman korban melakukan kejahatan seksual kepada dirinya, diawali dengan  menenggak minuman keras tradisional "Tuak" lebih dahulu dari warung tuak langganan ayah korban. 

Kejahatan seksual ini selalu dilakukan ayah dan pamannya pada saat ibunya dan adik-adiknya terlelap tidur pada malam hari. Bahkan pamannya pernah masuk ke kamarnya dengan cara memanjat melalui plafon untuk memaksa korban untuk melayani kebejatan pamannya.

Peristiwa yang sama dan memilukan juga dialami dua anak remaja kakak-beradik siswi SMP di Balige, Tobasa. Masing masing-masing Bunga (13) dan Melati (14), keduanya bukan nama sebenarnya, yang mengalami kejahatan seksual berulang-ulang dalam bentuk incest yang dilakukan oleh kedua orangtua kandungnya sendiri dengan  penuh ancaman untuk tidak disekolahkan jika tidak mau melayani prilaku bejat ayah kandungnya.

Nasib malang bagi Bunga (13) saat korban melaporkan peristiwa kejahatan seksual yang dilakukan ayahnya ini kepada guru agamanya dengan harapan mendapat perlindungan, namun guru agamanya justru memanfaatkan situasi buruk itu untuk melakukan kejahatan seksual terhadap korban dengan penuh ancaman. Bahkan oleh kepala sekolah kedua korban dikeluarkan dari sekolah dengan cara memberhentikannya.

"Untuk memastikan kebenaran atas peristiwa ini, dalam kunjungan kerja Komnas Perlindungan anak ke Polres Tobasa bersama Bupati Tobasa Darwin Siagian dan jajarannya berkesempatan bertemu dan berdialog dengan  ayah dan paman korban. 

Pada kesempatan itu, di hadapan Wakapolres Tobasa dan Kasat Reskrim dan para penyidik dari Unit PPA Polres Tobasa diperoleh pengakuan dan kronologis peritiwa kejahatan seksual yang mengejut dan biadab yang dilakukan pelaku JS (38) ayah kandung korban dan N (32) selaku paman korban. 

"Atas dasar kejahatan seksual yang sulit diterima akal sehat manusia itulah Komnas Perlindungan Anak dan atas dorongan masyarakat Tobasa, mendesak agar Polres Tobasa menerapkan Ketentuan UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penerapan Perpu No. 01 Tahun 2016  junto UU RI No. 35 Tahun tentang Perlindungan Anak, sehingga Jaksa Penuntut umum (JPU) dapat menetapkan tuntutannya kepada predator kejahatan seksual sesuai dengan harapan masyarakat minimal dengan ancaman pidana 10 tahun dan maksimal 20 tahun dan dapat dikenakan hukuman tambahan fisik seumur hidup dan hukuman "Kastrasi" yakni kebiri lewat suntik kimia apalagi dilakukan oleh orangtua kandung dan paman dari korban, dan oleh hukum dapat ditambahkan sepertiga dari pidana pokoknya," ungkap Arist.

"Dari 2 kasus kejahatan seksual yang dilakukan orangtua kandung, paman dan kerabat terdekat keluarga yang diungkap dalam peristiwa ini, serta meningkatnya jumlah angka kejahatan seksual terhadap anak yang terungkap dan dilaporkan kepada Polisi di Tobasa dan Komnas Perlindungan Anak, tidaklah berlebihan jika Tobasa saat ini dalam kondisi Darurat Kekerasan Seksual dan Krisis Moralitas," tegasnya.

Oleh sebab itulah, lanjutnya, dari hasil temuan data dan fakta kekerasan seksual  yang diperoleh dari Kunjungan Kerja Komnas Perlindungan Anak selama di Kabupaten Tobasa bersama Bupati Tobasa, Komnas Perlindungan Anak mempresentasikan temuannya sebagai narasumber utama dalam sebuah diskusi panel warga Balige yang diselenggarakan oleh Partukoan S3 (Saurdot, Satahi jala Saroha) yang diketuai oleh Ir. Parlin Sianipar dan diorganisir oleh dr. Tota Manurung serta partisipasi pemikiran dari J. Siahaan, SH. dan Pardede.

Dari Diskusi panel itu, diperoleh kesimpulan bahwa situasi tanah Batak khususnya Tobasa telah terjadi degradasi Moralitas akhlak dan adat Batak di Tobasa.
Editor: Tommy

T#g:aniayaKomnasPelecehan
Berita Terkait
  • Rabu, 16 Jan 2019 13:56

    Pelaku Penganiayaan Dibekuk Reskrim Polsek Aek Natas, Adiknya Diburon

    Unit Reskrim Polsek Aek Natas yang dipimpin Kanit Reskrim, Ipda H. Naibaho melakukan penangkapan terhadap salah seorang pelaku tindak pidana Secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang lain

  • Selasa, 15 Jan 2019 18:05

    Ricuh, Mahasiswa PMII dan Pegawai PU Langkat Nyaris Baku Hantam

    Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Langkat-Binjai mengelar aksi unjuk rasa ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Langkat. Mahasiswa datang berorasi, membawa bend

  • Minggu, 13 Jan 2019 13:33

    Di Siantar, Wartawan Dikeroyok Belasan Pria Dari Ormas Berloreng

    Try Aditia (24 tahun), wartawan salahsatu media online dipukuli oleh belasan pria dan nyaris kehilangan nyawanya. Korban dikeroyok saat baru saja tiba di jalan Kartini depan cafe Hugos dan apotik Megu

  • Jumat, 14 Des 2018 20:44

    Kasus Penganiayaan Auditor BPK RI di Nias Utara Jadi Atensi Polres Nias

    Kepolisian Resort Nias terus mendalami kasus penganiayaan terhadap dua orang auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Adapun kedua korban penganiayaan tersebut yak

  • Kamis, 06 Des 2018 07:56

    Merasa Tersinggung, Adik Bupati Labura Tampar Kades Gunung Melayu

    Kejadian sangat mengejutkan, diduga akibat merasa tersinggung, adik Bupati Labura berinisial DS, menampar Kades Gunung Melayu Kecamatan Kualuh Selatan pada Selasa (4/12/2018).Kejadian penamparan dan a

  • Senin, 22 Okt 2018 16:12

    Biadab! Selain Menyekap, KKSB Juga Memperkosa Korban di Mapenduma

    Sesuai dengan laporan yang kami terima dari jajaran bahwa betul telah terjadi penyekapan terhadap para guru dan tenaga medis yang bertugas di Mapenduma oleh KKSB pimpinan Egianus Kogeya sejak tanggal

  • Senin, 01 Okt 2018 13:11

    Mapolres Labuhanbatu Tangkap 4 Orang Pelaku Penganiayaan Jurnalis Di Hatapang

    Mapolsek NA IX-X dikomandoi AKP Anggun Adhika Putra, akhirnya meringkus empat orang terduga penganiaya jurnalis yang sedang menjalankan tugas liputan.Informasi dihimpun awak media, Minggu, (30/9/2018)

  • Minggu, 30 Sep 2018 19:30

    Hendak Meliput, Wartawan Labuhanbatu Dianiaya Petugas

    Penganiayaan terhadap wartawan kembali terulang lagi. Kali ini terjadi di Desa Hatapang, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Provinsi Sumatera Utara. Korban bernama Khoirul F

  • Jumat, 21 Sep 2018 12:51

    Adu Jotos Berujung Pembacokan, Tukang Bakar Ikan Ditangkap Polisi

    Kapolsek Bilah Hilir AKP Herry Prasetyo atas perintah Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang, SIK, SH., berhasil menangkap pelaku penganiayaan An. JY. (25) warga Bakaran Batu Rantau Selatan, pada

  • Minggu, 26 Agu 2018 17:16

    Viral... Oknum TNI Diduga Aniaya Petugas Pengisian BBM di Tamora

    Viral seorang oknum aparat TNI diduga menganiaya petugas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang.Peristiwa itu terjadi pa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak