Sabtu, 25 Nov 2017 07:00

Kena embargo, diduga Korea Utara cari uang dengan meretas

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dehar
Jumat, 28 Jul 2017 19:18
Dibaca: 224 kali
digtriad.com
Ilustrasi
Badan Keamanan Keuangan Korea Selatan (FSI), seperti dikutip Reuters, menyatakan bahwa Korea Utara berada di balik pencurian siber senilai 81 miliar dolar AS dari bank sentral Bangladesh.

Disebutkan bahwa modus ini awalnya adalah meretas mesin ATM untuk mendapatkan informasi ATM milik nasabah, lalu menggunakannya untuk menarik tunai atau menjual informasi bank ke pasar gelap. 

Itulah modus siber Korea Utara dalam meretas lembaga-lembaga keuangan di seluruh dunia, demikian tulis Reuters.

Dikatakan FSI, Korea Utara berada di balik upaya peretasan komputer lembaga-lembaga keuangan seluruh dunia yang tujuan utamanya mencuri uang setelah negeri ini krisis likuiditas akibat terus-terusan terkena sanksi PBB akibat program senjata nuklirnya.

Korea Utara diduga berada di balik kelompok peretas bernama Lazarus yang oleh perusahaan-perusahaan keamanan siber global dikaitkan dengan pencurian siber senilai 81 miliar dolar AS dari bank sentral Bangladesh.

Lazarus diyakini memiliki dua pecahan, masing-masing Bluenoroff dan Andariel, yang terakhir ini fokus menyerang lembaga-lembaga bisnis dan pemerintah Korea Selatan.

Laporan FSI menyebutkan Andariel diketahui mencuri kartu ATM atau kartu kredit dengan terlebih dahulu meretas mesin ATM yang kemudian digunakan untuk menarik dana tunai atau menjual informasi ke pasar gelap.

Andariel juga menciptakan malware untuk meretas poker online dan situs judi lainnya, serta mencuri dana tunai.

"Korea Selatan memilih menggunakan vendor-vendot ATM lokal dan para penyerang ini berhasil menganalisis dan membobol SK ATM dari paling sedikit dua vendor belum lama tahun ini," Vitaly Kamluk, direktur pusat riset APAC pada Kaspersky. 

"Kami yakin subrup ini (Andariel) sudah aktif sejak Mei 2016", ujarnya.

Dalam melancarkan serangan sibernya itu Korea Utara tak jarang menggunakan alamat IP di luar negeri, seperti saat menyerang sebuah PC kementerian pertahanan Korea Selatan, September tahun lalu, selain menyerang sistem intranet kementerian pertahanan Korea Selatan untuk mengekstrak intelijen operasi militer.

Para peretas Korea Utara menggunakan alamat IP di Shenyang, China, untuk mengakses server kementerian pertahanan Korea Selatan.

Editor: Sam

T#g:Korea UtaraKoruthackerSiber
Berita Terkait
  • Kamis, 16 Nov 2017 04:06

    Registrasi SIM Card Untuk Cegah Kejahatan Siber

    Seperti yang sudah diketahui, pemerintah telah mewajibkan seluruh pengguna kartu seluler untuk melakukan registrasi kartu SIM khusus prabayar sejak 31 Oktober 2017. Penerapan ini oleh Kominfo bertujua

  • Sabtu, 14 Okt 2017 07:24

    Panglima TNI Resmikan Satuan Siber TNI

    Sebagai bagian dari Institusi TNI, Satuan Siber (Satsiber) TNI dituntut untuk mampu menjamin terwujudnya ketahanan Siber TNI dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI. Demikian dikatakan Pang

  • Senin, 04 Sep 2017 08:54

    PBB Kutuk Uji Coba Nuklir Korea Utara

    Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) mengutuk uji coba nuklir bom hidrogen yang dilakukan Korea Utara.

  • Minggu, 03 Sep 2017 22:13

    BMKG catat aktivitas seismik tak lazim yang berpusat di Korea Utara

    Hari Minggu tanggal 3 September 2017 pukul 10.30.04 WIB, jejaring gempa bumi BMKG mencatat aktivitas seismik yang tak lazim.

  • Senin, 21 Agu 2017 20:53

    Ternyata penghina Presiden Jokowi melalui Facebook itu remaja putus sekolah

    Muhammad Farhan Balatif, 18 tahun, pelaku penghinaan terhadap Presiden RI melalui facebook dengan akun Ringgo Abdillah dan Raketen Warnung, ternyata remaja putus sekolah.

  • Sabtu, 10 Jun 2017 04:20

    Peretas Situs Resmi Dewan Pers Indonesia Ditangkap

    Tim siber Mabes Polri berhasil mengamankan AS, 28 tahun, di Jalan Ir Soekarno 20 Grogol Kwarasan Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. AS diduga telah meretas situs lembaga Dewan Pers Indonesia www.dewanpers.or.id.

  • Senin, 05 Jun 2017 22:25

    Badan Siber Dibentuk, Pakar harap tak ada lagi peretasan situs pemerintah

    Pratama Persadha, Ketua Communication and Information System Security Research Centre (CISSReC) berharap situs pemerintah lebih aman sejak keberadaan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

  • Senin, 29 Mei 2017 17:29

    Korea luncurkan Rudal Scud dan terbang sekitar 450 kilometer

    Militer Korea Selatan merilis bahwa Korea Utara menembakkan apa yang terlihat sebagai rudal balistik berjangkauan pendek yang mendarat di laut pantai timurnya pada Senin (29/5/2017).

  • Minggu, 14 Mei 2017 19:04

    Ini upaya Menkominfo terkait penyebaran ransomeware WannaCrypt

    2 rumah sakit di Indonesia menjadi korban serangan ransomeware WannaCrypt atau disebut juga WannaCry. Agar instansi pemerintah tidak mengalami hal serupa, Menkominfo telah menginformasikan ke seluruh kementerian untuk melakukan antisipasi.

  • Kamis, 11 Mei 2017 17:21

    Usai Beritakan Penangkap Penyiram Novel, Situs Tempo Dibobol

    Situs media online Indonesia Tempo.co diretas pada Kamis dini hari WIB. Laman media online Tempo itu tidak bisa menampilkan informasi sebagaimana mestinya dan terpampang foto Ketua FPI, Rizieq Shihab,

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak