Rabu, 20 Sep 2017 14:34

Kapuspen TNI: TNI Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Selasa, 12 Sep 2017 18:52
Dibaca: 1.265 kali
Puspen TNI
Konferensi pers pengungkapan kasus Narkoba di perbatasan Kalimantan

Pasukan TNI yang bertugas di perbatasan Indonesia-Malaysia berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pengedar Narkoba jaringan berskala Internasional, yang masuk melalui jalur darat Entikong, tepatnya di Jalan lintas Batang Tarang No.6 Pasar Makkawing, Kec. Batang Tarang, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat, pada tanggal 27 Agustus 2017 lalu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.,M.Si didampingi Kepala Badan Narkotika Negara (BNN), Dirjen Bea dan Cukai serta Deputi Pemberantasan Narkoba BNN saat Jumpa Pers dengan awak media di Lobby Gedung BNN, Jalan MT. Haryono No.11 Cawang, Jakarta Timur, Selasa (12/9/2017).

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto mengatakan bahwa personel TNI yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tidak dilengkapi dengan anjing pelacak, akan tetapi TNI bekerjasama dengan BNN, Bea Cukai dan Kepolisian Daerah serta masyarakat setempat untuk melaksanakan upaya-upaya pencegahan masuknya Narkoba ke wilayah Indonesia.

"Dengan perpaduan kemampuan dari masing-masing instansi gabungan yang ada (TNI, BNN, Bea Cukai dan Kepolisian) termasuk peran masyarakat yang begitu besar, akhirnya kita dapat mengungkap kasus narkoba yang cukup besar," ujar Mayjen TNI Wuryanto.

Kapuspen TNI menyampaikan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan oleh aparat gabungan yaitu Narkotika golongan 1 (satu) jenis Shabu Kristal seberat kurang lebih 10,39 kg, uang tunai Rp 1,65 Milyar, 12 Buku Tabungan, 3 (tiga) unit Sepeda Motor, Sertifikat Rumah, Perhiasan, 11 unit Ponsel, dan Kartu Identitas para pelaku.

Selanjutnya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto mengharapkan peran serta dari masyarakat untuk dapat  memberikan informasi sekecil apapun agar dapat mengungkap peredaran Narkoba lainnya. "Informasi itu sangat penting untuk bisa mengungkap dan mencegah peredaran Narkoba yang semakin hari semakin marak dan makin membahayakan, karena ini menjadi tanggungjawab kita bersama," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa dengan terungkapnya kasus Narkoba berskala internasional, tentu akan menjadi peringatan/warning bagi bandar Narkoba untuk tidak memasukan barang-barang haram itu ke Indonesia.  

"Berdasarkan informasi yang sudah dirilis tahun 2016, sekitar 250 ton barang haram yang diperkirakan masuk ke Indonesia," ucapnya.

"Ini pasti menjadi skenario besar untuk menghancurkan Bangsa Indonesia yang luar biasa. TNI akan tetap mendukung kebijakan pemerintah untuk memerangi Narkoba, karena TNI bagian dari komponen bangsa Indonesia harus ikut dalam memerangi Narkoba, seperti yang telah disampaikan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo bahwa saat ini Indonesia adalah darurat Narkoba," tutur Mayjen TNI Wuryanto.

Ditambahkan oleh Kapuspen TNI bahwa Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sudah membentuk Tim dan  Staf Ahli Khusus serta sistem yang menangani masalah Narkoba, karena kemungkinan jalan-jalan masuk ke Indonesia bukan melalui Bandara saja, tetapi kemungkinan jalan masuk lainnya akan ditempuh walaupun sangat sulit. "TNI akan semaksimal mungkin untuk dapat mencegah masuknya barang-barang haram ini, dengan melakukan patroli-patroli, baik di Pulau Terluar, di perbatasan darat, serta melaksanakan patroli di laut," pungkasnya.

Editor: Budi

T#g:Kalimantannarkobatni
Berita Terkait
  • Selasa, 19 Sep 2017 19:49

    Panglima TNI: Jenderal Soedirman Sosok Sederhana dan Dekat Prajurit

    Dalam rangka HUT ke-72 TNI tahun 2017, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad, Kasal dan Kasau melaksanakan ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawa

  • Senin, 18 Sep 2017 19:28

    Panglima TNI: Generasi Muda FKPPI Agen Perubahan yang Tangguh

    Generasi Muda FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri) yang lahir dari darah daging TNI dan Polri harus berperan sebagai agen perubahan (agent of change) yang tanggu

  • Senin, 18 Sep 2017 07:38

    Pos Koramil 0824/29 Ajung Laksanakan Jalan Sehat HUT TNI Ke-72

    Pos Koramil 0824/29 Ajung melaksanakan Jalan Sehat HUT TNI ke-72 dengan Start dan Finish di Balai Desa Wirowongso, Minggu (17/9/2017).

  • Minggu, 17 Sep 2017 19:27

    Manfaatkan Waktu Luang, Napi Narkoba ini Membatik

    Memanfaatkan waktu luang dan berharap bisa berguna untuk keterampilan, sejumlah narapidana (Napi) wanita di  Lapas narkotika kelas tiga di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, melaksanakan kegiata

  • Sabtu, 16 Sep 2017 22:16

    Kasum TNI Ikuti Konferensi CHODs di Kanada

    Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, beberapa waktu lalu mengikuti Konferensi Chiefs of Defense (CHODs)/Pang

  • Sabtu, 16 Sep 2017 07:06

    Jokowi: Baru 770 Ribu Bidang Tanah di Kalsel yang Bersertifikat

    Presiden Jokowi mengemukakan, dari kurang lebih 2 juta bidang lahan di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang seharusnya disertifikatkan, hingga saat ini baru 770 ribu bidang lahanyang bersertifikat. Masih

  • Jumat, 15 Sep 2017 12:45

    TNI dan Sebaran Hoax di Medsos

    Maraknya penyebaran berita Hoax di jagat maya ternyata sudah tersusun secara rapi. Jika Anda membaca kabar miring yang bertebaran di media sosial jangan cepat percaya dan perlu memeriksa sumber inform

  • Jumat, 15 Sep 2017 09:55

    Panglima TNI: HUT Ke-72, TNI Kerahkan Seluruh Kekuatan Alutsista

    Pada pelaksanaan upacara HUT Ke-72 TNI tanggal 5 Oktober 2017, TNI akan mengerahkan seluruh kekuatan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), seperti Tank Leopard, Helikopter Apache, KRI Kelas Sigma, Ka

  • Rabu, 13 Sep 2017 08:03

    Kodam I/BB Tangkal Bahaya Narkoba

                Kakesdam I/BB Kolonel dr. Sutan Bangun, Sp.B. membuka kegiatan soialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di

  • Selasa, 12 Sep 2017 12:42

    76 Peserta "Gema Bhakti 2017" Course of Action Bantuan Kemanusiaan

    Sebanyak 76 peserta, terdiri dari 39 personel TNI dan 37 personel United State Pacific Command (USPACOM) yang tengah mengikuti Latihan Bersama "Gema Bhakti 2017" menggelar diskusi Course of Action ban

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak