Rabu, 25 Apr 2018 13:49

Kapolrestabes: Yoshua Pasaribu dibunuh karena dikira kibus

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dian
Sabtu, 22 Apr 2017 15:46
Dian
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandy Nugraha memimpin pemaparan kasus pembunuhan Yoshua Pasaribu, Sabtu (22/4).
Yoshua Imanuel Pasaribu, korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan di sungai belakang Podomoro Deli City Medan, pada Kamis (20/4/2017) dibunuh oleh jaringan preman kawasan Multatuli, Medan Maimun.

Hal ini dinyatakan oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandy Nugroho SIK, siang tadi, Sabtu (22/4), di Mako Polrestabes Medan.

Menurut Sandy, Yoshua diincar oleh Sopar (otak pelaku, meninggal dunia di tangan petugas), karena sebelum kejadian tersebut, Yoshua tidak ikut diangkat polisi yang melakukan razia narkoba di kawasan itu.

"Pada Selasa, 18 April sekira pukul 03.00 wib, di jalan Multatuli Lorong V Kolong, Sopar menangkap korban, karena merasa curiga dengan korban yang diduga informan polisi, kibus. Kemudian para pelaku lainnya menggeledah sepeda motor korban dan mereka menemukan gari di dalam jok motor tersebut," ungkap Kapolrestabes, didampingi Waka AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Kasat Reskrim AKBP Febriansyah, Kasat Sabhara AKBP SW Siregar, Kompol Martuasah Tobing, Kompol Victor Ziliwu, dan jajaran.

Baca juga: Polisi gerebek kampung narkoba Mangkubumi, 8 orang diamankan

Setelah itu, korban mendapat penganiayaan dari belasan pelaku, dan satu diantaranya adalah wanita. Korban sempat mencoba melarikan diri dengan melompat ke sungai, namun dapat ditarik kembali oleh para pelaku.

"Korban diteriaki maling sehingga para pelaku makin banyak yang menganiaya. Puncaknya, korban ditunjang ke sungai dan tak nampak lagi, hingga kemudian dua hari kemudian muncul di pinggir sungai di jalan Guru Patimpus, Medan Barat, sudah tidak bernyawa," terang Sandy.

Tim gabungan Sat Reskrim Polsekta Medan Kota, Medan Barat dibantu Sat Reskrim dan Sat Sabhara Porestabes Medan kemudian melakukan penangkapan terhadap 15 tersangka, namun satu di antaranya, otak pelaku, Sopar melawan saat hendak ditangkap dan melukai petugas. Sopar kena tindakan tegas sehingga meninggal dunia. Sementara petugas yang terluka, Bripka Rinto Aruan, kini dirawat di rumah sakit.

"Terhadap para pelaku yang merupakan jaringan preman setempat ini, ancaman Pasal 338 Subs 170 ayat (2) ke 3 huruf e Jo.351 ayat (3) KUHPidana. Para pelaku ini kebanyakan residivis narkoba," pungkas Kapolrestabes.

Editor: Sam

T#g:Multatulinarkoba
Berita Terkait
  • Sabtu, 21 Apr 2018 06:21

    Wanita Angkatan Bersenjata memiliki peran yang sangat stategis bagi peradaban manusia

    Wanita Angkatan Bersenjata dengan fisik dan mental yang teruji memiliki tiga peran yang sangat strategis bagi peradaban manusia saat ini yaitu peran sebagai ibu dalam rumah tangga, peran sebagai abdi

  • Kamis, 19 Apr 2018 10:19

    Sumut Tertinggi Peredaran Narkoba, Sihar Ajak Anak Muda Gali Potensi Diri

    Cawagub Sumatera Utara, Sihar Sitorus mengaku miris melihat provinsi Sumut yang telah mengalami tahap darurat narkoba. Dirinya pun menilai, hal ini tak terlepas dari sulitnya lapangan pekerjaan yang m

  • Kamis, 12 Apr 2018 16:42

    Pendam I/BB pukul genderang perang terhadap narkoba

    Kapendam I/BB menyatakan di seluruh jajaran TNI AD, terutama Pendam I/BB melakukan program Penyuluhan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkotika (P4GN).

  • Jumat, 13 Apr 2018 17:43

    Butuh Peran Semua Pihak Untuk Berantas Narkoba

    Siapa yang tidak mengenal Narkoba? Penyalahgunaan Obat-obatan terlarang ini sangat memberikan dampak buruk, terutama bagi kaum muda. Di Indonesia sendiri, masalah Narkoba menjadi permasalahan Negara y

  • Sabtu, 07 Apr 2018 19:27

    Jangan Sampai Lingkungan Komplek TNI Terlibat Narkoba

    Jangan sampai ada keluarga dan lingkungan komplek TNI di daerah manapun yang terlibat dalam penggunaan maupun pengedar narkotika dan obat-obatan berbahaya narkoba. Untuk itu, mari tunjukkan kepada ban

  • Jumat, 30 Mar 2018 09:00

    Yayasan Kartika Jaya Persit KCK Cab XXXVIII Beri Sosialisasi Anti Narkoba

    Yayasan Kartika Jaya Persit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) Cab XXXVIII Kodim 0824 Jember, laksanakan Sosialisasi Anti Narkoba pada siswa SMP dan SMA Kartika, di Aula Kodim 0824 Jember, Kamis (29/

  • Sabtu, 10 Mar 2018 03:00

    Bandar Sabu Merajalela, Warga Desa Perbarakan Resah

    Warga Desa Perbarakan Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang resah. Pasalnya, bandar narkoba jenis sabu sabu merajalela menjalankan aksinya untuk mendapat keuntungan pribadi.Hal itu terungkap s

  • Rabu, 07 Mar 2018 09:07

    Pangdam I/BB: Tingkatkan Intensitas Pencegahan Peredaran Narkoba

    Tingkatkan intensitas untuk pencegahan peredaran narkoba yang dapat merusak generasi muda bangsa. Demikian disampaikan Pangdam I/BB Mayjen TNI Cucu Somantri, usai upacara pembukaan pekan olahraga dala

  • Rabu, 07 Mar 2018 07:57

    ASN Dinas Kominfo Kab. Tapteng Siap Dipecat Jika Terlibat Narkoba

    Menindaklanjuti himbauan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani pada Rapat Penegakan Disiplin Kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai PP Nomor 53 Tahun 2018 bertempat di Ruang R

  • Senin, 05 Mar 2018 19:45

    Ketua Persit KCK Cab XXXVIII Dim 0824 dan Ketua Bhayangkari Jember Ikrarkan Anti Narkoba

    Penindakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dari pemakai dengan satuan gram hingga pengedar dangan satuan ton narkoba seakan tidak membuat narkoba semakin punah di negeri ini namun semakin merajale

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak