Senin, 22 Okt 2018 18:09
HUT Pemkab Labuhanbatu

India cabut Paspornya, Zakir Naik kini tak punya kewarganegaraan

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Ahmad
Jumat, 21 Jul 2017 01:51
ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Zakir Naik memberi sambutan saat jamuan makan malam di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (1/4/2017) malam.
Setelah National Investigation Agency (NIA), badan anti teroris India, merekomendasikan bahwa Zakir Naik melakukan Tindakan Pelanggaran (Act of Action Act for the terror link), maka pemerintah India mencabut paspor penceramah muslim tersebut.

NIA menilai pidato Zakir beberapa waktu lalu menghasut para pemuda untuk melakukan tindakan teror. 

Pencabutan paspor oleh kantor paspor regional di Mumbai membuat Zakir kini tak memiliki kewarganegaraan, sekaligus membatasi pergerakannya. 

Sebelumnya, Zakir dilaporkan telah melakukan perjalanan ke berbagai negara seperti Arab Saudi, Malaysia dan negara-negara lain termasuk Indonesia setelah meninggalkan India tahun lalu.   

NIA telah menulis surat kepada RPO (Mumbai) pada 29 Juni lalu soal pencabutan paspor Zakir karena yang bersangkutan "tidak bekerja sama dalam penyelidikan". 

Berdasarkan informasi dari Kementerian Dalam Negeri, NIA mengatakan bahwa Zakir telah tiga kali mendapat pemberitahuan yakni pada 28 Februari, 15 Maret dan 31 Maret. Namun belum ada persidangan terhadapnya. 

Zakir lalu meninggalkan India pada 13 Mei tahun lalu. NIA akhirnya berkomunikasi dengan Interpol untuk mencari informasi soal Zakir. 

Di sisi lain, Badan Investigasi Nasional telah mengumpulkan bukti dari LSM, Islamic Research Foundation, dan Peace TV yang digunakan untuk menyebarkan kebencian di antara kelompok agama yang berbeda. Pemerintah telah melarang LSM itu dan melarang siaran televisi mereka. 

Selama penyelidikan, NIA mengklaim telah menemukan 37 properti milik Zakir dan data-data perusahaan yang dijalankan oleh Zakir dan diperkirakan bernilai lebih dari Rs 100 crore (Rp20-an miliar)

Pengadilan khusus NIA di Mumbai, mengatakan bahwa ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa Zakir menghindari penangkapan dan bahwa dia tidak akan secara sukarela hadir di hadapan pengadilan atau di hadapan agen tersebut. Demikian seperti dilansir Times of India.

Editor: Budi

T#g:IndiaZakir NaikTeror
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Kamis, 16 Agu 2018 04:26

    Persiapan Pengamanan Jelang Asian Games 2018

    Asian Games merupakan salah satu agenda besar yang saat ini sedang dipersiapkan oleh Indonesia. Pasalnya, Indonesia akan menjadi tuan rumah dari even berskala Internasional tersebut. Tepatnya berada d

  • Kamis, 02 Agu 2018 00:02

    Simulasi Penanggulangan Teror Bukti Kesiapan Satuan Gultor TNI

    Dalam waktu dekat ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games baik di Jakarta maupun di Palembang. Satuan Penanggulangan Teror (Sat Gultor) memandang perlu untuk melakukan latihan d

  • Sabtu, 21 Jul 2018 15:21

    Anak Ini Keluarkan Air Mata Seperti Kapas Setiap Hari

    Umumnya, air mata dinilai sebagai simbol kesedihan. Namun, sebenarnya air mata muncul tak hanya ketika seseorang merasa sedih saja. Saat seseorang bahagia, terharu dan mengantuk, air mata pun tidak ja

  • Selasa, 17 Jul 2018 13:17

    Panglima TNI: Cyber Narcoterorism Gunakan Dunia Maya Biayai Terorisme

    Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, telah muncul kelompok baru yaitu "Cyber Narcoterorism" yaitu kelompok yang menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk mengedarkan dan menya

  • Selasa, 10 Jul 2018 11:40

    Wartawan Media Online di Medan Kena Teror, Diduga Terkait Video Penggerebekan Judi

    Muhammad Arief Tampubolon, seorang wartawan dari media online yang berkantor di Kota Medan mendapat teror pelemparan batu. Teror itu diduga karena rencana pemberitaan terkait SH, seorang penjabat (Pj)

  • Selasa, 10 Jul 2018 17:10

    Peran Media Massa Dalam Memberantas Aksi Terorisme di Indonesia

    Terorisme merupakan musuh dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan undang-undang suatu negara. Aksinya dapat terjadi di negara mana saja yang mereka targetkan, tidak terkecuali di negara Indonesia tercinta.

  • Jumat, 08 Jun 2018 04:08

    Panglima TNI: Radikalisme Berujung Pada Tindakan Terorisme

    Selaku umat Islam dan bagian dari bangsa yang besar, sebagai warga negara Indonesia harus menyadari adanya radikalisme di sekitar kita. Radikalisme ini berawal dari pemahaman yang salah, yang kemudian

  • Minggu, 03 Jun 2018 08:33

    Rektor Tak Sangka Ada Teroris Di Kampus Unri

    Prof. Dr Aras Mulyadi, Rektor Universitas Riau (Unri), sangat tidak menduga adanya tindakan terkait teror di kampus universitas negeri di Kota Pekanbaru, Riau itu."Universitas Riau sangat menyayangkan

  • Kamis, 31 Mei 2018 13:31

    Pancasila Menyatukan Keberagaman Kita

    Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai banyak bahasa, budaya, suku ,kepercayaan dan semua itu disatukan oleh Pancasila sebagai pendoman bagi warga negara Indonesia dengan semboyannya adalah

  • Selasa, 29 Mei 2018 01:29

    BEM NUS Dukung Kapolri & BIN Berantas Terorisme Sampai ke Akarnya

    Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM-NUS) Wilayah Sumatera meminta dan mendukung langkah Kapolri dan BIN untuk memberantas teroris hingga ke akarnya.Hal ini disampaikan Kordinator BEM NUS Wilayah

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak