Selasa, 22 Mei 2018 11:28

India cabut Paspornya, Zakir Naik kini tak punya kewarganegaraan

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Ahmad
Jumat, 21 Jul 2017 01:51
ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Zakir Naik memberi sambutan saat jamuan makan malam di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (1/4/2017) malam.
Setelah National Investigation Agency (NIA), badan anti teroris India, merekomendasikan bahwa Zakir Naik melakukan Tindakan Pelanggaran (Act of Action Act for the terror link), maka pemerintah India mencabut paspor penceramah muslim tersebut.

NIA menilai pidato Zakir beberapa waktu lalu menghasut para pemuda untuk melakukan tindakan teror. 

Pencabutan paspor oleh kantor paspor regional di Mumbai membuat Zakir kini tak memiliki kewarganegaraan, sekaligus membatasi pergerakannya. 

Sebelumnya, Zakir dilaporkan telah melakukan perjalanan ke berbagai negara seperti Arab Saudi, Malaysia dan negara-negara lain termasuk Indonesia setelah meninggalkan India tahun lalu.   

NIA telah menulis surat kepada RPO (Mumbai) pada 29 Juni lalu soal pencabutan paspor Zakir karena yang bersangkutan "tidak bekerja sama dalam penyelidikan". 

Berdasarkan informasi dari Kementerian Dalam Negeri, NIA mengatakan bahwa Zakir telah tiga kali mendapat pemberitahuan yakni pada 28 Februari, 15 Maret dan 31 Maret. Namun belum ada persidangan terhadapnya. 

Zakir lalu meninggalkan India pada 13 Mei tahun lalu. NIA akhirnya berkomunikasi dengan Interpol untuk mencari informasi soal Zakir. 

Di sisi lain, Badan Investigasi Nasional telah mengumpulkan bukti dari LSM, Islamic Research Foundation, dan Peace TV yang digunakan untuk menyebarkan kebencian di antara kelompok agama yang berbeda. Pemerintah telah melarang LSM itu dan melarang siaran televisi mereka. 

Selama penyelidikan, NIA mengklaim telah menemukan 37 properti milik Zakir dan data-data perusahaan yang dijalankan oleh Zakir dan diperkirakan bernilai lebih dari Rs 100 crore (Rp20-an miliar)

Pengadilan khusus NIA di Mumbai, mengatakan bahwa ada alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa Zakir menghindari penangkapan dan bahwa dia tidak akan secara sukarela hadir di hadapan pengadilan atau di hadapan agen tersebut. Demikian seperti dilansir Times of India.

Editor: Budi

T#g:IndiaZakir NaikTeror
Berita Terkait
  • Jumat, 18 Mei 2018 15:18

    Insiden Surabaya, Momentum Bangsa Indonesia Untuk Memiliki Satu Musuh Bersama

    Setelah aksi penyanderaan di Markas Komando Brigade Mobil (MAKO) Brimob di Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) lalu, teror kembali terjadi dua hari berturut-turut. Kali ini teror dilakukan di Kota Surabay

  • Kamis, 17 Mei 2018 15:17

    Teror Bom Surabaya dan Urgensi Revisi UU Terorisme

    Setelah kasus serangan narapadina terorisme di Mako Brimob, berita tentang terorisme datang dari Surabaya. Publik digegerkan dengan aksi satu keluarga yang meledakkan bom bunuh diri di tiga gereja. Mi

  • Rabu, 16 Mei 2018 15:16

    Kondisi Polisi Korban Samurai Teroris Mulai Membaik

    Anggota Polri Riau yang kepalanya terkena samurai teroris tadi pagi, Kompol Farid Abdullah, telah selesai menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau dan kondisinya sudah stabil dan terus

  • Selasa, 15 Mei 2018 15:05

    Sebarkan Pesan Damai Dalam Menghadapi Teror Di Indonesia

    Teror bom bunuh diri meledak lagi di Indonesia! Haruskah kita panik? Jelas jawabannya TIDAK. Hilangkan rasa takut terhadap kemungkinan ancaman dari berbagai pihak yang tidak bertanggungjawab dan denga

  • Rabu, 16 Mei 2018 02:16

    Tetap Tenang Menghadapi Aksi Terorisme

    Kejadian Terorsime di Indonesia saat ini menjadi sangat kritis, Pasca serangan di Mako Brimob Kelapa Dua minggu lalu, kemarin, teror kembali terjadi diSurabaya. Ledakan yang diduga bom bunuh diri di S

  • Senin, 14 Mei 2018 21:14

    Bakamla RI Hadiri Expert Level Meeting dengan India

    Bakamla RI yang diwakili oleh Direktur Latihan Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono, S.E., M.Si., menghadiri Informal Expert Level Meeting between Indonesia and India on Maritime Security Cooperation

  • Minggu, 13 Mei 2018 22:03

    Teroris: Kita Tidak Takut!

    Pasca aksi teroris di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Indonesia kembali berduka. Puluhan orang yang akan mengikuti ibadah pagi ini menjadi korban kebiadaban teroris. Tetes darah dan air mata anak bangsa

  • Minggu, 13 Mei 2018 17:33

    AM Hendropriyono: Singkirkan Semua Bualan Tentang HAM Teroris!

    Masyarakat jangan panik. Kekuatan mereka yang seperti puncak gunung Krakatau ini berpotensi meletus lagi, tapi Polri dan TNI akan mampu meredamnya. Program deradikalisasi yang sudah jalan, sudah

  • Kamis, 10 Mei 2018 15:40

    5 Polisi Tewas Diserang Teroris, Negara Sampaikan Bela Sungkawa

    Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada lima prajurit Polri yang gugur dalam insiden penyerangan di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua."Saya juga tel

  • Rabu, 07 Mar 2018 11:37

    Bakamla RI-India Bahas Rencana Kerja Sama Keamanan Laut Kawasan

    Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. beserta jajaran menerima Courtesy Call Duta Besar India Yang Mulia Pradeep Kumar Rawat dan Atase Pertahanan India Captain J.S. Dhanoa, di Kantor P

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak