Rabu, 19 Sep 2018 03:23

Panglima TNI :

Impor Beresiko Tinggi Berdampak Bagi Ekonomi dan Penerimaan Negara

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Rls
Rabu, 12 Jul 2017 18:42
Puspen TNI
Rapat Koordinasi Penertiban Impor Beresiko Tinggi, Rabu, (12/7/2017).

Impor Beresiko Tinggi adalah impor yang dilakukan secara illegal sehingga dapat merusak daya saing industri dalam negeri, karena harga produk yang dihasilkan menjadi lebih mahal dari pada barang-barang impor illegal. 

Hal inilah yang mengakibatkan menurunnya potensi penerimaan negara dan berdampak buruk bagi perekonomian Nasional.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi Penertiban Impor Beresiko Tinggi, bertempat di Auditorium Merauke Kantor Pusat Dirjen Bea dan Cukai Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jakarta Timur, Rabu (12/7/2017).

 "Very high risk import diperkirakan hanya 5%-10%, kecil dibandingkan dengan perolehan dari anggaran semuanya, tetapi yang kecil ini kalau tidak benar-benar kita manage maka akan berdampak negatif pada perekonomian Indonesia. Industri-industri kita akan hancur bahkan akan mati karena kalah bersaing dengan barang-barang impor illegal dan juga bisa ada rekayasa," ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI menuturkan bahwa impor beresiko tinggi memiliki peluang penyelewengan lebih besar dan dapat mengakibatkan beredarnya barang illegal, sehingga menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dan penerimaan negara yang tidak optimal. 

"Broker impor beresiko tinggi sering tidak memberitahukan secara rinci tentang jenis dan jumlah barangnya. Hal ini ada kaitannya juga dengan negara-negara lain yang menggunakan broker," katanya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa, solusi penertiban impor beresiko tinggi dapat dilakukan antara lain dengan peningkatan pengawasan terhadap barang komoditas yang belum memiliki infrastruktur alat pemeriksaan dan pengawasan yang memadai.

"Setiap barang yang akan masuk ke Indonesia biasanya singgah dulu di Singapura, Hongkong, Guangzhou, Shenzhen dan sebagainya, kita bisa berkoordinasi untuk melakukan pengecekan dan pengawasan dari sana untuk mengantisipasi praktek Impor Beresiko Tinggi," ungkap Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, saat ini sedang dilakukan kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah terkait dalam rangka menegakkan aturan bea masuk dan pajak. "Melakukan kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah sangat penting dalam rangka menegakkan aturan bea masuk pajak impor dengan membentuk tim penyelesaian perkara," tuturnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa, TNI pasti mendukung terwujudnya keberhasilan seluruh program pemerintah dan turut serta melaksanakan pengawasan melalui peran dan fungsi TNI. "Untuk mendukung keberhasilan ini bukan hanya kapal laut tapi juga melibatkan Intelijen dan POM TNI untuk benar-benar mengawasi pelaksanaannya," jelasnya.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa semua solusi penertiban impor beresiko tinggi mutlak harus didukung dengan komando dan kepemimpinan yang kuat dari pejabat Dirjen Bea Cukai, kerja sama yang ketat, terbuka serta dukungan dari semua stakeholder yang ada.

"Saya menilai ada langkah yang sangat strategis dengan hadirnya KPK, Kepolisian Republik Indonesia, Jaksa Agung, PPATK, Kepala Staf Kepresidenan, Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan, maka kalau kita semuanya bekerja sama, saya yakin akan bisa menyelesaikan permasalahan yang kelihatan kecil, namun dampaknya besar kepada negara," tandas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Editor: Sam

T#g:IlegalImpor
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Minggu, 29 Jul 2018 11:29

    Polres Labuhanbatu Diduga Nyaman dengan Aksi Mafia CPO Ilegal

    Polres Labuhanbatu yang dipimpin AKBP Frido Situmorang, SIK, tampaknya ogah merespon keluhan masyarakat terkait dengan kegiatan ilegal mafia CPO yang kerap beroprasi di jalan lintas Sumatera, tepatnya

  • Minggu, 27 Mei 2018 11:27

    KN Belut Laut Bakamla Tangkap Kapal Bermuatan Kabel Optik Ilegal

    KN Belut Laut 4806 Bakamla menangkap sebuah kapal bermuatan 5 ton kabel optik diduga hasil jarahan dari bawah laut, di perairan sebelah utara Tg. Berakit, Bintan, Sabtu (26/5/2018).Kejadian bermula sa

  • Rabu, 09 Mei 2018 08:09

    Bakamla RI Tangkap Kapal dengan Bom Ikan di Selat Makassar

    Kapal Angkatan Laut (KAL) Suluh Pari 1.6-60 yang tergabung dalam operasi rutin Bakamla RI, menangkap sebuah Kapal Ikan Indonesia (KII) yang diduga menangkap ikan menggunakan bahan peledak atau Bom Ika

  • Rabu, 25 Apr 2018 19:25

    Capt. Samson dari Bakamla RI Tangkap 2 Kapal Pencuri Ikan Asal Vietnam di Perairan Natuna

    KP Hiu Macan 001, milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tergabung dalam operasi rutin Bakamla RI, berhasil menarik dua kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam, di perairan Natuna, Rabu (25/4/2018).

  • Rabu, 28 Feb 2018 01:28

    Pedagang Pajus Ramai-ramai Curhat ke Sihar Sitorus

    Sejumlah pedagang di Pajak USU Jalan Jamin Ginting Medan menyampaikan keluhan kepada Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara, Sihar Sitorus, Senin (26/2/2018). Tingginya biaya pajak dan proses a

  • Jumat, 02 Feb 2018 05:32

    Alasan Pemerintah Mengimpor Beras

    Mungkin kalian heran dengan memakan informasi bahwa pemerintah menginginkan impor beras dari luar negeri, padahal di dalam negeri terdapat banyak pasokan beras yang bisa dibilang cukup untuk memenuhi

  • Senin, 25 Des 2017 00:15

    Bakamla RI Amankan Kapal Pengangkut 7.320 Liter Minuman Keras

    KAL Tidore I-14-11 yang tergabung dalam Operasi Patroli rutin Bakamla RI berhasil mengamankan KMN MJ yang didapati mengangkut 305 galon minuman keras (Miras) atau setara dengan 7.000 liter di Perairan

  • Kamis, 21 Des 2017 10:01

    Bakamla RI Tinjau Hasil Operasi Penyapuan Rumpon di Perairan Seram

    Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr(Han) dan Kepala Zona Kamla Timur Bakamla RI Vetty Viona Salakay, S.H., M.Si. beserta jajaran Satgas 115 melaksanakan peninja

  • Selasa, 05 Des 2017 20:15

    Ada Bongkar Muat Barang Di Luar Wilayah Kepabeanan, BRANTAS Demo DPRD Tanjung Balai

    Barisan Rakyat Anti Penindasan (BRANTAS) Tanjung Balai berunjukrasa di Bundaran PLN dan Gedung DPRD Jalan Yos Sudarso Kota Tanjung Balai menuntut dihentikannya kegiatan bongkar muat barang di luar dar

  • Jumat, 01 Des 2017 21:01

    Patroli Bakamla RI Amankan Kapal Dokumen Palsu

    Sebuah kapal motor ikan dengan dokumen-dokumen palsu berhasil diamankan dalam operasi patroli Bakamla RI yang digelar di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia Timur (ALKI III), kemarin.Kapal bernama K

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak