Selasa, 21 Agu 2018 02:07

Go-Jek Medan Tolak Konfirmasi Wartawan Terkait Pemukulan Terhadap Konsumen

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Kamis, 08 Mar 2018 08:28
Dok IWO
Korban saat didatangi puluhan supir Go-Car dan dituding order fiktif, Selasa (6/3).

Pihak manajemen aplikasi jasa angkutan online Go-Jek menolak memberi klarifikasi pasca kejadian pengroyokan para sopir terhadap pimpinan redaksi media cetak di Medan pada Selasa (6/3).

Beberapa jurnalis yang datang ke kantor manajemen Go-Jek yang berada di komplek pertokoan CBD Polonia hanya bisa sampai di depan pintu kantor. Dua petugas keamanan menanyakan kepentingan para awak media. Setelah dijelaskan, salah seorang sekuriti meminta identitas salah satu jurnalis. 

Kemudian sekuriti tersebut naik ke lantai dua kantor. Beberapa menit kemudian, sekuriti berbadan tinggi itu turun. Dia mengatakan tidak ada yang mau memberi keterangan. "Langsung ke pusat saja mas," kata sekuriti bernama Erman Susanto, Rabu (7/3). 




Namun saat dimintai kontak yang bisa dihubungkan di pusat, mereka mengaku tidak tahu. Sekuriti itu tetap tidak mengizinkan para jurnalis menemui orang yang berwenang. 

Sementara itu, kasus pengeroyokan terhadap Teuku Yudhistira dilanjutkan penyidikannya ke Polrestabes Medan. Yudhis bersama istri dan mertuanya mendatangi Mapolrestabes Medan Rabu siang.

Yudhistira meminta penegakan hukum atas insiden yang menimpanya. Kepolisian juga diminta segera menangkap para pelaku pengroyokan. "Harus ditindak tegas, apalagi mereka menganiaya saya di depan anak saya. Pasti ada trauma. Saya berharap pelaku ditangkap. Ini jelas ancaman serius bagi Kota Medan. 

Insiden pengroyokan itu juga memantik komentar dari Lumbung Informasi Rakyat (LIRA). Ketua LIRA Sumut Ahmad Ibrahim Hutasuhut mengecam tindakan para sopir. Dia menganggap tindakan para sopir adalah kriminalisasi terhadap konsumen. Apalagi kejadian itu terjadi di tengah konflik antara angkutan umum konvensional dengan transportasi online. 

"Ini jelas sangat meresahkan bagi kita masyarakat yang merupakan konsumen. Tingkah driver sarana transportasi yang harusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, kok akhir-akhir jadi semakin brutal," ungkapnya 

Ahmad juga menyinggung perusahaan taksi online yang terkesan hanya mengejar keuntungan semata. Pihak perusahaan hanya mementingkan kuantitas ketimbang latar belakang para sopir. "Ya begini hasilnya, kalau siapapun bisa jadi mitra, konsumen pun terancam. Karena itu saya minta pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan di Sumut, bisa mengambil langkah tegas dalam masalah ini. Tegakkan benar-benar Permenhub 108 itu, biar lebih selektif yang laik jadi driver," pungkasnya.
Editor: Erickson

T#g:aniayagojek
Berita Terkait
  • Rabu, 15 Agu 2018 09:25

    Demonstrasi Ojek Online yang tidak dibutuhkan

    Sejumlah ojek online berencana melakukan demonstrasi pada 18 Agustus mendatang tepat saat pembukaan Asian Games 2018 berlangsung. Ada dua tuntutan utama yang melatarbelakangi demonstrasi tersebut. Per

  • Jumat, 13 Jul 2018 17:13

    Begini Nasib Ibu dan Anak korban "tendangan" AKBP Yusuf

    Walau sudah dicopot dari jabatannya, cerita terkait viral video kekerasan yang dilakukan oleh AKBP Yusuf belum selesai juga. Dalam video viral tersebut AKBP Yusuf melakukan tindakan main hakim sendiri

  • Rabu, 13 Jun 2018 17:43

    Pria Berkaos Perbakin Pelaku Pemukulan Viral di Medsos, Ditangkap Polisi

    Polisi mengamankan dua orang terduga pelaku kasus penganiayaan di jalan Nibung Raya, Petisah Minggu (10/6/2018) lalu. Dimana pada aksi kebrutalan tersebut, tindakan pelaku pria berkaos Perbakin, sempa

  • Sabtu, 09 Jun 2018 17:29

    Dipicu Harta Warisan, Abang Bacok Adik Kandung

    Brexson Sitorus (39) warga jalan Air bersih, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, bersimbah darah, setelah dibacok abang kandungnya sendiri BS, saat berada di rumah orang tuanya yang ber

  • Minggu, 20 Mei 2018 23:00

    Diduga Stress Anak Kandung Tega Habisi Nyawa Ayahnya

    Sabar Sianturi (65) warga Dusun Kampung Bandung Desa Mandala Sena, Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labusel, diduga tewas di tangan RS (40) yang merupakan anak kandung korban.Menurut penuturan tetangg

  • Kamis, 10 Mei 2018 20:20

    Koperasi PT. Smart, Tbk Padang Halaban Tak Bayar Hak Pensiun Karyawan

    Mei 2018, Iskandar Sianturi kembali merasa kecewa kepada PT. Smart, Tbk Padang Halaban dengan alasan bahwa 5 bulan semenjak terhitung berstatus sebagai karyawan pensiunan, dirinya tidak mendapatkan ha

  • Kamis, 12 Apr 2018 14:02

    Anak Berstatus Pelajar Babak Belur Dihajar Satpam Kebun PT. Smart Tbk Padang Halaban

    Lokasi Perkebunan PT. Smart,Tbk Padang Halaban yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat Kecamatan Aek Kuo menjadikan perkebunan ini rawan akan potensi pencurian. Seperti yang terjadi pada Rabu (11/

  • Sabtu, 07 Apr 2018 06:47

    Gara-gara Uang Rp4000 untuk Air Isi Ulang, Boru Lubis Kritis Ditikam

    Faktor ekonomi kerap menjadi pemicu tindak pidana. Hal ini kembali dialami oleh Miwarti Lubis (48), yang menjadi korban penikaman suaminya sendiri, Subandi (50) warga Dusun II, Desa Bintang Meriah, Ke

  • Senin, 02 Apr 2018 11:21

    Ketua Panwascam Susua Nias Selatan Dilempar Batu

    Ketua Panwascam Susua yang bernama Fauduli Laia dilempar batu oleh orang tak dikenal saat mengendarai sepeda motornya, di daerah Susua, antara desa Hilimbowo dan Hilidanayao, pada Selasa (27/3) sore.I

  • Jumat, 09 Mar 2018 08:19

    Buntut Tindakan Brutal Driver, Konsumen Laporkan Manajemen Go-Jek Indonesia

    Usai melaporkan kasus tindak pidana pengeroyokan, penganiayaan dan persekusi yang dilakukan sejumlah oknum driver/sopir taksi online (taksol) ke Polrestabes Medan, Teuku Yudhistira Adi Nugraha sebagai

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak