Sabtu, 21 Okt 2017 10:15

ESET: Pengguna Internet harus waspadai kejahatan siber

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: John
Minggu, 11 Jun 2017 20:41
Dibaca: 241 kali
Warta Ekonomi
Ilustrasi
Internet telah mengubah gaya hidup manusia, mulai dari cara menyelesaikan pekerjaan, berkomunikasi, melakukan aktivitas sosial, berbelanja, mencari hiburan semua berubah berkat keberadaannya.

Dengan segala kelebihannya yang membuat hidup terasa menjadi lebih mudah, internet memiliki sisi gelap yang mengintai penggunanya. Lengah sedikit, siapa saja bisa menjadi korban.

Marketing Director PT Prosperita-ESET Indonesia Chrissie Maryanto mengatakan kebanyakan pengguna internet di Indonesia masih belum benar-benar memahami kejahatan siber yang mengintainya. Keterbatasan pengetahuan ini bisa menjadi bumerang bagi pengguna dan membawa malapetaka seperti kehilangan kendali atas perangkatnya dan pencurian kredensial yang menyebabkan kerugian secara finansial.

"Oleh karena itu, pengguna internet harus lebih mawas diri dan mulai mengimplementasikan software agar bisa berinternet dengan aman dan nyaman," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (9/4/2017).

Menurut Akamai report, Indonesia telah menjadi surga bagi para penjahat cyber sejak 2013 yang lalu. Di tahun yang sama, Telematika Sharing Vision menyampaikan hasil penelitiannya Indonesia mendapat 42.000 serangan dunia maya per hari. Data 2016 menunjukan dari 1.627 kasus yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada tahun 2016, 1.207 kasus atau sekitar 70% merupakan kasus kejahatan dunia maya atau cyber crime.

Belum ada data resmi dari Kepolisian Republik Indonesia atau instansi berwenang lainnya yang menyebutkan siapakah para peretas yang menggunakan fasilitas internet di Indonesia itu, namun sejak 2012-April 2015, Subdit IT/Cyber Crime menangkap 497 orang tersangka kasus cyber crime, 389 orang di antaranya merupakan warga negara asing, dan 108 orang merupakan warga negara Indonesia.

Technical Consultat PT Prosperita-ESET Indonesia Yudhi Kukuh mengatakan bahwa untuk menemukan orang yang bertanggung jawab di balik sebuah kejahatan cyber sangatlah sulit.

"Tapi. kami menemukan makin banyak data yang menunjukkan pelaku cyber crime berasal dari Indonesia. Hal tersebut dikemukakan menyusul temuan penyebaran malware Remote Access Trojan lokal di Indonesia secara terbuka melalui beberapa forum lokal. Pelaku menjajakan berbagai program RAT dengan harga yang cukup terjangkau," katanya.

Editor: Sam

T#g:ITEtechno
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Okt 2017 19:28

    Pegiat Literasi Sumut Pecahkan Rekor MURI

    Para pegiat literasi di Sumatera Utara (Sumut) berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan pengguna Big Book terbanyak di Indonesia.

  • Minggu, 20 Agu 2017 06:40

    SOKSI Siap Menangkan Ngogesa Sitepu Jadi Gubsu

    Bertempat di Gedung Pegnasos Kabupaten Langkat, di gelar acara Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) Soksi (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Periode 2016-2021, Sabtu (19/8/2017) sia

  • Minggu, 20 Agu 2017 06:30

    Menuju Sumut 1, Ngogesa Tunggu Petunjuk DPP Golkar

    Sempat dielu-elukan masyarakat dan beberapa pihak untuk maju menjadi Bakal Calon (Balon) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu).

  • Sabtu, 12 Agu 2017 14:22

    Do'a dan Dzikir Kemerdekaan diwarnai deklarasi dukungan untuk calon Gubernur Sumut dan Bupati Langkat

    Masyarakat Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, antusias menghadiri acara Do'a dan Dzikir kemerdekaan yang diselenggarakan Panitia Pelaksana dalam menyambut HUT RI ke 72 di Lapangan MTs Al-Ihs

  • Minggu, 06 Agu 2017 09:16

    Polisi tangkap wanita penyebar kebencian melalui Facebook dari Cianjur

    Polisi tangkap admin akun Facebook 'Sri Rahayu Ningsih' alias Ny Sasmita, terkait kasus ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial.

  • Selasa, 01 Agu 2017 15:21

    Sidang 'Dikaburkan', Tuntutan TNI Penganiaya Jurnalis Hanya 6 Bulan

    Sidang lanjutan dengan agenda tuntutan terhadap Prajurit Satu (Pratu) Rommel Sihombing, anggota TNI AU Lanud Soewondo ternyata sudah digelar secara diam-diam di Pengadilan Militer I Medan pada 25 Juli

  • Kamis, 27 Jul 2017 18:07

    Presiden Trump Larang Transgender Jadi Tentara Amerika

    Dengan dalih transgender bisa membuat biaya medis membengkak dan menyebabkan kekacauan, Presiden Donald Trump mengatakan tidak akan mengizinkan kaum 'transgender' bergabung dengan militer Amerika Serikat.

  • Senin, 17 Jul 2017 20:47

    Sebar foto bugil mantan, pria ini kena vonis 4 tahun penjara

    Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 4 (empat) tahun penjara terhadap Ronny Hosea Indrakelana, Kamis (6/7/2017). Terdakwa terbukti melanggar pasal 27 ayat (1) tentang UU ITE.

  • Rabu, 12 Jul 2017 19:42

    Golkar Rugi Jika Ngogesa Tak Calon Gubsu

    Pilgubsu 2018 dinilai menjadi momentum bagi Golkar Sumut untuk berbuat lebih banyak. Bahkan Pengamat Politik menilai akan menjadi poin merugikan jika sampai kader partai berlambang beringin itu tak ikut dalam pertarungan.

  • Senin, 10 Jul 2017 10:20

    Diawali aksi kejar-kejaran antara adik dan pelaku, Pakar Telematika jadi korban bacok

    Hermansyah, Pakar Telematika, menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan di Tol Jagorawi KM 6 (antara TMII-Tol JORR) Jakarta Timur. Ia kemudian menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina Depok, Jawa Barat.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak