Selasa, 26 Sep 2017 01:40

Cegah Pungli pakai sistem elektronik, Tengku Erry akui jadi sasaran kemarahan

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rls
Rabu, 16 Agu 2017 07:56
Dibaca: 85 kali
Dok
Gubsu Tengku Erry dan Irwasum Polri
Gubsu Tengku Erry Nuradi mengaku terus terang bahwa dirinya paling banyak menjadi sasaran kemarahan ketika sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online diterapkan.

"Terus terang saya paling banyak jadi sasaran kemarahan karena banyak oknum pejabat yang gagal menitipkan anak-anak untuk sekolah favorit. Sumut mau baik dan berubah. Mari dukung," kata Erry saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar di Hotel Santika Dyandra Medan, Selasa (15/8/2017).

Selain Gubsu Erry, narasumber dalam acara itu yakni Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli juga Irwasum Polri Komjen Pol Dwi Priyatno, akademisi Abdul Hakim Siagian, dihadiri Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, FKPD Sumut lainnya, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, sejumlah bupati/wali kota se-Sumut, pejabat Mabes Polri, Polda Sumut dan inspektorat kabupaten/kota se Sumut.

"Alhamdulillah kita punya komitmen bersama dengan DPRD dan pemangku kepentingan lainnya perbaiki Sumut, dan ikut dipantau oleh Tim Korsupgah KPK, maka sistem PPDB online kita laksanakan secara benar. Walaupun banyak kelemahan, seperti kelemahan teknis, dan kelemahan lain yang memang perlu ada perbaikan. Tapi kami tetap konsisten," terang Erry.

Penerapan PPDB online tersebut, menurut Erry adalah salah satu bentuk komitmen Pemprovsu dalam mendukungan dan memberantas praktik korupsi dan pungutan liar pada setiap layanan publik di Sumut. Sistem elektronik yang dibangun dan diterapkan Pemprovsu pada berbagai pelayanan publik adalah dalam rangka mengurangi peluang pungutan liar.

Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan korupsi sulit diberantas yaitu integritas pribadi dan sistem. "Hampir di semua lini ada korupsi penyebabnya adalah integritas. Apapun yang akan dilakukan tanpa integritas akan sulit. Yang kedua adalah perlunya perbaikan sistem, karena siapapun orangnya, kalau masuk dalam sistem yang tidak baik, pasti akan terpengaruh sistem," ujar Erry.

Erry kembali mengatakan bahwa pungli bisa terjadi karena ada pertemuan face to face yang dapat menyebabkan transaksi terjadi. "Kenapa di negara maju indeks persepsi korupsi baik,  karena sistem yang diterapkan sudah sangat baik," ucapnya.

Karena itu, Erry mengatakan Pemprovsu melakukan berbagai gebrakan untuk mendukung pemberantasan korupsi di Sumut termasuk pungli, diantaranya menerapkan berbagai layanan elektronik. "Untuk bidang pendidikan, Provinsi Sumut termasuk berani, kami adalah yang pertama terapkan online," kata Erry.

Pada tahun sebelumnya saat pengelola pendidikan menengah atas masih dikelola kabupaten/kota, hanya ada 95 sekolah yang menerapkan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pada UN tahun ini, lanjutnya, setelah  dikelola provinsi maka sekolah yang menerapkan sistem UNBK menjadi 1.500 sekolah. "Mudah-mudahan ini terus ditambah dan ditingkatkan dalam rangka meminimalisir kecurangan," tutur Erry.

Erry menceritakan bahwa hampir semua kepala sekolah yang dijumpainya mengaku lega dengan sistem PPDB online. Itu dikarenakan mereka tidak perlu lagi pusing mengakomodir titipan banyak pihak dalam penerimaan siswa baru yang biasanya terjadi. "Mereka bilang paling tidak ada 100-200 titipan, sehingga ada 100-200 anak yang sebenarnya pintar dikorbankan," ucap Erry.

Mengenai Saber Pungli, Erry mengatakan dengan banyaknya pengaduan masyarakat, maka ke depannya perlu dilakukan pembinaan dan pencegahan melalui langkah melakukan inventarisasi pengaduan dan menyurati instansi yang bersangkutan. "Kita ingatkan kepada SKPD bersangkutan. Kita semua harus wanti-wanti, tolong diperbaiki. Bukan diam-diam langsung OTT. Tapi kalau memang tidak ada perubahan maka sikat saja," tandas Erry.

Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Komjen Pol Dwi Priyatno mengatakan Satgas Saber Pungli sudah dibentuk lebih dari sembilan bulan. Sejak terbentuk, sudah diproses sebanyak 928 kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan menerima lebih dari 31 ribu pengaduan masyarakat.

Dwi Priyatno menjelasakan berdasarkan data , Sumut termasuk provinsi yang aktif nomor 2 setelah Jabar dalam melakukan penindakan. Dia menyebutkan, kalau berkaitan dengan jumlah OTT terdapat 130 kasus di Sumut. "Dengan penindakan ada efek jera,maka pelaporan masyarakat akan semakin berkurang dengan perbaikan pelayanan publik," katanya.

Editor: Sam

T#g:PPDBOnlinepungli
Berita Terkait
  • Kamis, 14 Sep 2017 13:14

    Dugaan Pemotongan Dana BOS Tingkat SD Kab. Nias Selatan

    Isu terjadinya pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada tingkat Sekolah Dasar (SD) di lingkup Dinas Pendidikan Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, dibantah oleh Kepala Bidang (Kabid)

  • Senin, 04 Sep 2017 05:44

    Tim Saber Pungli Diminta Awasi Proyek Lift RS Haji Medan

    Indra Sanjaya, Direktur Komunitas Indonesia Bersih (KIB) meminta Tim Saber Pungli untuk mengawasi proses tender pengadaan barang dan jasa di Rumah Sakit Haji Medan, khususnya pengadaan pemasangan lift

  • Rabu, 30 Agu 2017 23:20

    Modus tunda eksekusi, Juru Sita PN Stabat peras warga Tanjung Pura

    Mengaku bisa menunda pelaksanaan eksekusi, juru sita Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Edy Syahputra, melakukan pungutan liar (pungli) terhadap masyarakat.

  • Rabu, 30 Agu 2017 08:30

    Korsubgah KPK bobol, 252 siswa SMA Negeri di Sumut masuk tanpa seleksi online

    Masyarakat Sumatera Utara khususnya kota Medan terkejut dengan pemaparan yang disampaikan oleh Ombudsman RI bahwa di SMA 2 Medan, ditemukan sebanyak 180 orang siswa baru yang masuk melalui jalur tidak

  • Senin, 28 Agu 2017 19:48

    Protes Taksi Ilegal dan Online, Ratusan Supir Taksi Resmi Mogok di Bandara Kuala Namu

    Ratusan supir taksi resmi melakukan aksi mogok di Pool Taksi Bandara Kuala Namu pada Senin (28/8/2017).

  • Rabu, 16 Agu 2017 16:56

    Erry Berharap Tim Saber Pungli Perbanyak Sosialisasi

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mengatakan bahwa Pemprov Sumut sangat mendukung dan mengapresiasi kinerja Satgas Saber Pungli, atas pengaduan laporan/praktek pungli telah ditindaklanjuti dengan baik.

  • Selasa, 15 Agu 2017 15:55

    Aneh, dikonfirmasi soal dugaan pemotongan SPPD, Pejabat Pemprovsu marah-marah

    Drs. H M. Yusuf MM., Kabiro Binsos Pemprov Sumut mengusir wartawan ketika mengkonfirmasi dugaan adanya potongan SPPD pegawai Biro Binsos Pemprov Sumut sebesar 30 persen. Informasi diperoleh, keja

  • Selasa, 15 Agu 2017 15:35

    Irwasum Polri Sosialisasi Perpres 87/2016 tentang Saber Pungli

    Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri, Komjen Pol Dwi Priyatno mensosialisasikan Peraturan Presiden (Perpres) No.87 tahun 2016 tentang Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Hotel Santi

  • Rabu, 26 Jul 2017 19:36

    Pengunjung Open Surfing Contest Nias Selatan kecewa panitia lakukan pungli

    Open Surfing contest di Nias Selatan, Sumatera Utara sepi pengunjung. Pasalnya, panitia mengutip pas masuk hingga mencapai Rp5 Ribu per kendaraan saat memasuki Pantai Sorake.

  • Rabu, 19 Jul 2017 07:19

    Pemprov Sumut Bidik Kenaikan Pangkat Guru Via Online

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mengatakan penerapan Pelaksanaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK dengan sistem online sudah dilakukan dan terus dalam tahap penyempurnaan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak