Selasa, 11 Des 2018 01:51

Bupati Batubara Nonaktif Akui Terima Uang Milyaran

Medan (utamanews.com)
Oleh: John
Rabu, 17 Jan 2018 10:27
Internet
OK Arya Zulkarnaen

OK Arya Zulkarnaen, Bupati Batubara Nonaktif, mengakui menerima uang proyek hingga miliaran rupiah dari kontraktor Maringan Situmorang, terkait pengaturan sejumlah proyek untuk tahun anggaran 2017.

Ini dikemukakan OK Arya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Senin (15/1), ketika dihadirkan sebagai saksi atas dua terdakwa Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar, dalam sidang kasus suap pengaturan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara senilai Rp 3,7 miliar.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Wahyu Prasetyo Wibowo, OK Arya menyebutkan hanya Rp 2,1 miliar, bukan Rp 3,7 miliar. 

Menurut dia, uang yang diterimanya dari kontraktor itu tidak ada paksaan dan diberikan secara ikhlas.

Adapun proyek yang diberikan kepada kontraktor pengerjaan pembangunan Jembatan Sei Magung di Kecamatan Medang Deras dan pembangunan Jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentangagar, Kabupaten Batubara.

Selanjutnya, ketua majelis hakim menanyakan kepada OK Arya soal informasi adanya ketentuan 10 persen bagi kontraktor yang mendapatkan proyek. Terhadap pertanyaan tersebut, dia mengatakan tidak pernah mengeluarkan peraturan seperti itu.

"Saya tidak ada mengeluarkan peraturan 10 persen mengenai proyek tersebut," kata OK Arya yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam itu.

Dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar, diadili di Pengadilan Tipikor Medan dalam kasus suap Rp 3,7 miliar terhadap OK Arya Zulkarnain saat masih aktif sebagai Bupati Batubara.

Jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK, Ihsan Fernandi, dalam dakwaannya pada persidangan Kamis (7/12/2017) menyebutkan, Maringan memberikan satu lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 561633 senilai Rp 1,5 miliar, satu lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 560012 senilai Rp 1,5 milar dan uang Rp 700 juta kepada OK Arya Zulkarnain.

Uang tersebut, menurut JPU, diserahkan melalui Sujendi Tarsono agar OK Arya melakukan pengaturan dalam proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara. 

Proyek tersebut, pembangunan Jembatan Sei Magung di Kecamatan Medang Deras dan proyek pembangunan Jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentangagar, Kabupaten Batubara.

Sedangkan Syaiful Azhar didakwa melakukan hal yang sama dan menyuap OK Arya Zulkarnaen sebesar Rp 400 juta. Uang diserahkan melalui Elman Herdady yang merupakan Kadis PUPR Kabupaten Batubara.

Editor: Tommy

T#g:BatubaraKorupsi
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Minggu, 09 Des 2018 13:49

    Hari Anti Korupsi Sedunia 2018, Ketua KAMP Paluta: Korupsi adalah kejahatan luar biasa

    Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi sedunia yang dilaksanakan setiap tanggal 9 Desember, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Pemuda Padang Lawas Utara (KAMP Paluta), Parsatuan Siregar ST angkat bica

  • Senin, 12 Nov 2018 13:12

    Terpidana Kasus Korupsi, Mantan Kadis PU Deli Serdang Diringkus Kejatisu

    Tim Intel Kejati Sumatera Utara (Sumut) bersama Kejari Deliserdang menangkap mantan Kepala Dinas PU Deliserdang, Faisal di kediamannya Jalan Yos Sudarso Ware House Nomor 313, Kelurahan Mekar Sentosa,

  • Rabu, 31 Okt 2018 22:31

    Soal Dugaan Korupsi Rp 33,336 Milyar, Mahasiswa Demo Kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu

    Puluhan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Labuhanbatu menggelar Aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (31/10/2018). Walaupun dalam guyuran hujan deras d

  • Sabtu, 29 Sep 2018 18:19

    LSM Pelopor Desak Inspektorat Labuhanbatu Percepat Pemeriksaan Dugaan Korupsi Dinkes Rp 33.336 M

    Diminta kepada Inspektorat Pemkab Labuhanbatu sebagai Badan Pengawasan, supaya segera secepatnya melakukan pemeriksaan terkait pelimpahan Kejaksaan Negeri Labuhanbatu tentang kasus laporan dugaan peny

  • Selasa, 25 Sep 2018 08:35

    Diduga Korupsi ADD TA 2018, Kepala Dusun dan Guru Mengaji Adukan Kepala Desa di Labuhanbatu

    Kepala Desa Negeri Lama Seberang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Ahmad Ahyar, 50 tahun, akan dilaporkan oleh Kepala Dusun Sei Bunga Desa Negeri Lama Seberang, Abdul Rahman Nst, 53 tahun,

  • Senin, 27 Agu 2018 11:17

    Kajari Rantau Prapat Enggan Dikonfirmasi Soal Dugaan 10 Pejabat Dinkes Labuhanbatu

    10 orang oknum pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu telah dipanggil dan diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Labuhanbatu sekitar 2 bulan yang

  • Kamis, 02 Agu 2018 15:12

    Kepala Kantor Kementerian Agama Labura Diduga Korupsi Dana Bimbingan Pra Nikah

    D. Marpaung Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat (DPD LSM PERKARA) Labuhanbatu Utara menyatakan telah melaporkan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Labuhan Batu Utara Drs. H.

  • Senin, 23 Jul 2018 08:23

    Ingin Bangun Kabupaten Batubara, Nanda MJC Jadi Caleg Gerindra

    Terjun langsung ke dunia perpolitikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara mungkin tak pernah ada dalam pikiran M. Nanda Octavian sebelumnya.Namun, untuk bisa ikut andil dalam

  • Selasa, 10 Jul 2018 10:10

    Dugaan Korupsi Di Dinas PU Tanjungbalai, GARANSI Desak Kejatisu Tangkap Mulkan

    Seratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (Garansi) kembali berunjukrasa mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, di jalan A. H Nasution Medan, Senin (9/7/2018).

  • Senin, 02 Jul 2018 22:42

    Dugaan Korupsi di Tanjungbalai, GARANSI rencana Demo dan Laporkan Mulkan ke Kejatisu

    Maraknya dugaan korupsi di kota kerang, Tanjungbalai, Sumatera Utara mendapat perhatian serius dari kalangan penggiat anti korupsi aktivis mahasiswa Sumatea Utara, dalam hal ini Gerakan Rakyat Anti Di

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak