Jumat, 21 Sep 2018 14:01

Bupati Batubara Nonaktif Akui Terima Uang Milyaran

Medan (utamanews.com)
Oleh: John
Rabu, 17 Jan 2018 10:27
Internet
OK Arya Zulkarnaen

OK Arya Zulkarnaen, Bupati Batubara Nonaktif, mengakui menerima uang proyek hingga miliaran rupiah dari kontraktor Maringan Situmorang, terkait pengaturan sejumlah proyek untuk tahun anggaran 2017.

Ini dikemukakan OK Arya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Senin (15/1), ketika dihadirkan sebagai saksi atas dua terdakwa Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar, dalam sidang kasus suap pengaturan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara senilai Rp 3,7 miliar.

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Wahyu Prasetyo Wibowo, OK Arya menyebutkan hanya Rp 2,1 miliar, bukan Rp 3,7 miliar. 

Menurut dia, uang yang diterimanya dari kontraktor itu tidak ada paksaan dan diberikan secara ikhlas.

Adapun proyek yang diberikan kepada kontraktor pengerjaan pembangunan Jembatan Sei Magung di Kecamatan Medang Deras dan pembangunan Jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentangagar, Kabupaten Batubara.

Selanjutnya, ketua majelis hakim menanyakan kepada OK Arya soal informasi adanya ketentuan 10 persen bagi kontraktor yang mendapatkan proyek. Terhadap pertanyaan tersebut, dia mengatakan tidak pernah mengeluarkan peraturan seperti itu.

"Saya tidak ada mengeluarkan peraturan 10 persen mengenai proyek tersebut," kata OK Arya yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam itu.

Dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar, diadili di Pengadilan Tipikor Medan dalam kasus suap Rp 3,7 miliar terhadap OK Arya Zulkarnain saat masih aktif sebagai Bupati Batubara.

Jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK, Ihsan Fernandi, dalam dakwaannya pada persidangan Kamis (7/12/2017) menyebutkan, Maringan memberikan satu lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 561633 senilai Rp 1,5 miliar, satu lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 560012 senilai Rp 1,5 milar dan uang Rp 700 juta kepada OK Arya Zulkarnain.

Uang tersebut, menurut JPU, diserahkan melalui Sujendi Tarsono agar OK Arya melakukan pengaturan dalam proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara. 

Proyek tersebut, pembangunan Jembatan Sei Magung di Kecamatan Medang Deras dan proyek pembangunan Jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentangagar, Kabupaten Batubara.

Sedangkan Syaiful Azhar didakwa melakukan hal yang sama dan menyuap OK Arya Zulkarnaen sebesar Rp 400 juta. Uang diserahkan melalui Elman Herdady yang merupakan Kadis PUPR Kabupaten Batubara.

Editor: Tommy

T#g:BatubaraKorupsi
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Senin, 27 Agu 2018 11:17

    Kajari Rantau Prapat Enggan Dikonfirmasi Soal Dugaan 10 Pejabat Dinkes Labuhanbatu

    10 orang oknum pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu telah dipanggil dan diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Labuhanbatu sekitar 2 bulan yang

  • Kamis, 02 Agu 2018 15:12

    Kepala Kantor Kementerian Agama Labura Diduga Korupsi Dana Bimbingan Pra Nikah

    D. Marpaung Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat (DPD LSM PERKARA) Labuhanbatu Utara menyatakan telah melaporkan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Labuhan Batu Utara Drs. H.

  • Senin, 23 Jul 2018 08:23

    Ingin Bangun Kabupaten Batubara, Nanda MJC Jadi Caleg Gerindra

    Terjun langsung ke dunia perpolitikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara mungkin tak pernah ada dalam pikiran M. Nanda Octavian sebelumnya.Namun, untuk bisa ikut andil dalam

  • Selasa, 10 Jul 2018 10:10

    Dugaan Korupsi Di Dinas PU Tanjungbalai, GARANSI Desak Kejatisu Tangkap Mulkan

    Seratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (Garansi) kembali berunjukrasa mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, di jalan A. H Nasution Medan, Senin (9/7/2018).

  • Senin, 02 Jul 2018 22:42

    Dugaan Korupsi di Tanjungbalai, GARANSI rencana Demo dan Laporkan Mulkan ke Kejatisu

    Maraknya dugaan korupsi di kota kerang, Tanjungbalai, Sumatera Utara mendapat perhatian serius dari kalangan penggiat anti korupsi aktivis mahasiswa Sumatea Utara, dalam hal ini Gerakan Rakyat Anti Di

  • Kamis, 14 Jun 2018 10:14

    HIMMAH Dukung Polres Tebing Tinggi Ungkap Indikasi Korupsi Distan

    Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Tebing Tinggi melaksanakan audiensi dalam bentuk silaturahmi ke Polres Tebing Tinggi pada Senin (11/6).

  • Senin, 04 Jun 2018 21:24

    Massa GARANSI Desak Jaksa Usut Ketua PKK Kabupaten Ini

    Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (GARANSI) mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menuntut penegakan hukum di kabupaten Dairi, Senin siang (4/6

  • Senin, 07 Mei 2018 10:47

    Jawaban dari Ijeck Soal Korupsi, Sudah Ada di Visi Misi Djoss

    Cawagub Sumatera Utara Sihar Sitorus tak sungkan mengucapkan terimakasih kepada rivalnya, Musa Rajekshah (Ijeck), saat debat kandidat pertama Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang digelar KP

  • Rabu, 18 Apr 2018 04:28

    Djarot Sebut 'Salam Tempel' Itu Akar Korupsi

    Djarot Saiful Hidayat menegaskan 'salam tempel' atau bagi-bagi duit kepada masyarakat merupakan akar dari korupsi.

  • Rabu, 28 Feb 2018 18:38

    Di Sumut Ada Djarot, Batu Bara Ada Zahir

    Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat dan Calon Bupati Batu Bara Zahir menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus PDIP Batubara di aula Singapore Land, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak