Sabtu, 19 Agu 2017 10:46

Berita Media Online asal Siantar ini ternyata Hoax

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Budi
Kamis, 13 Jul 2017 12:43
Dibaca: 364 kali
Humas Polres Simalungun
Berita media online yang dinyatakan hoax oleh orang yang diberitakan.

Berita di salah satu media online berjudul "Gawat..!! Seorang Warga Kritis di Cekoki Miras Oleh Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan", yang diupload pada hari Rabu (12/7/2017) sekira pukul 12.51 WIB, dinyatakan oleh Polres Simalungun sebagai berita HOAX.

Berita Hoax yang menyebutkan pencekokan minuman keras dilakukan Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan terhadap salah seorang pengunjung, bernama Bobby Purba di salah satu kafe di Simpang Dua, Kecamatan Simaribun, pada Rabu (12/7/2017) pagi itu, dibantah oleh Bobby Purba sendiri.

Bobby yang ditemui di salah satu hotel di Kota Pematangsiantar menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak seperti apa yang diberitakan oleh salah satu media online di Siantar.

"Awalnya begini, saya masuk salah satu kamar (VIP). Nah tiba-tiba ada pelayan bilang kalau ada yang mau masuk ke VIP itu. Aah, saya kesal dong, terus saya tanya siapa rupanya dia. Tiba-tiba datanglah orang terus bilang enggak ada VIP yang besar lagi. Terus saya bilang, siapa kali rupanya, kok kayak gini kali kalian buat aku, karena kebetulan saya lagi menyambut tamu dari Jakarta pada malam itu," papar Bobby.

Mendengar hal itu, kemudian dirinya diajak bicara oleh AKBP Marudut Liberty Panjaitan.

"Saya didatangi dan diajaknya duduk bersama, nah saya beli minum. Beliau juga beli minum dan minuman saya tidak diminum beliau. Minuman beliau tidak saya minum. Terus kami cerita-ceritalah sambil kenalan, karena awalnya saya tidak tau, ternyata beliau Kapolres," sebutnya.

Menanggapi soal berita yang beredar tersebut, Bobby membantah hal itu. Dia mengatakan, bahwa berita tersebut tidak benar.

"Enggak ada itu, baik-baik lagi kami ngobrol semalam, pas mau pulang juga masih peluk-pelukannya lagi kami ngobrol, makanya aku kaget ada berita itu," jelasnya.

Bobby menyayangkan berita yang muncul tanpa informasi yang jelas dan diragukan kebenarannya.

"Kita harapkan agar memberikan informasi sebenar-benarnya kepada masyarakat, sehingga tidak menimbulkan perspektif yang berbeda di masyarakat," sebutnya.

Terkait foto tersebut, Bobby menyebutkan bahwa foto tersebut diambil ketika berada di kosnya.

"Itu mungkin diambil pas lagi di kos, akupun tak tahu siapa yang ngambil karena waktu itu ada 4 orang kawan di sana," katanya.

Seperti yang beritakan di salah satu media lain, bahwa peristiwa itu tidak benar. Sehingga perlu dilakukan klarifikasi pihak media online itu tentang maksud dan tujuan dari pemberitaannya.

"Kami informasikan juga bahwa media onlie LasserNewsToday.com di bawah kepemimpinan Mara Salem Harahap kerap kali mendiskreditkan Polres Simalungun dalam segala hal dan sampai saat ini belum diketahui apa yang melatar belakangi penulis melakukan hal tersebut," ujar Kapolres Simalungun, Rabu (12/7).

Dikatakan Kapolres, bahwa pernyataan yang ada di dalam media tersebut sangatlah berlebihan dan telah menyesatkan publik bahkan hanya sebatas opini yang tidak tepat dari penulis semata, bukanlah fakta.

Media tersebut juga sudah jelas tidak mengindahkan Pasal 5 Undang-undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) yang menyatakan bahwa "Pers Nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyakat serta asas praduga tak bersalah" dan Pasal 6 butir (c) UU Pers, yang menyatakan "pers nasional mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar".

Hal ini juga sejalan dengan pasal 3 dari Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006 tentang Kode Etik Jurnalistik yang menyatakan bahwa Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampur adukan fakta dan opini yang menghakimi serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Sehingga pemberitaan yang diaksesnya melalui Informasi Elektronik sudah sangat jelas memiliki muatan pencemaran nama baik karena dapat menimbulkan rasa kebencian di tengah-tengah masyarakat.

"Perlu diketahui bahwa setelah dilakukan pencarian di Website Resmi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (DITJEN AHU) https://www.ahu.go.id/ tentang PT Karya Laser Indonesia yang merupakan badan Hukum LasserNewsToday.com, tidak ada ditemukan. Sehingga statusnya layak diragukan," tegas Kapolres.

Editor: Sam

T#g:hoax
Berita Terkait
  • Sabtu, 12 Agu 2017 17:12

    BMKG Sebut Kabar Soal Gempa 9,0 Skala Richter, Hoax

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah adanya kabar yang menyebutkan bahwa gempa besar berkekuatan 9,0 Skala Richter (SR) akan mengguncang Kota Medan, Sumatera Utara. BMKG

  • Minggu, 06 Agu 2017 09:16

    Polisi tangkap wanita penyebar kebencian melalui Facebook dari Cianjur

    Polisi tangkap admin akun Facebook 'Sri Rahayu Ningsih' alias Ny Sasmita, terkait kasus ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial.

  • Minggu, 30 Jul 2017 12:20

    Ibu penghina Jokowi mengeluh, sejak anaknya dipenjara, barang terjual untuk biayai hidup

    Maya, 65 tahun, orang tua Ropi Yatsman, 35 tahun, admin dari akun grup publik Facebook "Keranda Jokowi-Ahok", yang sudah menjadi narapidana kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan penyebar

  • Rabu, 12 Jul 2017 11:42

    Istri Pakar IT Alumni ITB benarkan tersangka yang ditangkap adalah pelaku pembacokan

    Aparat Kepolisian yang tergabung dari Polda Metro Jaya dan tim Polres Kota Depok serta Polres Metro Jakarta Timur berhasil menangkap dua pelaku pembacokan Hermansyah pakar IT ITB di tol Jagorawi.

  • Rabu, 05 Jul 2017 19:15

    Pernyataan Panglima TNI tentang Tiga Negara Korban Cina adalah Hoax

    Isu berita yang beredar di WhatsApp terkait pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tentang "3 (Tiga) Negara Korban Cina", adalah Tidak Benar atau Hoax.  Demikian ditegaskan Kapuspen

  • Senin, 03 Jul 2017 13:53

    Surya Hardyanto, penyebar kabar bohong soal serangan teror ke Polda Sumut, ditangkap Polisi

    Surya Hardyanto, 31 tahun, pemilik akun penyebar berita bohong via facebook an. Surya Hardyanto, akhirnya ditangkap polisi.

  • Kamis, 29 Jun 2017 11:29

    Polda Sumut: Akun Facebook Surya Hardyanto Putarbalikkan Fakta dan sebar Hoax

    Netizen pengguna facebook dibuat heboh oleh pernyataan sebuah akun facebook bernama Surya Hardyanto, yang menyatakan "...bahwa peristiwa di Mapolda itu karena masalah utang piutang dan pembunuh dan ko

  • Jumat, 23 Jun 2017 08:33

    Tengku Erry: Kritik Media Jadikan Sumut Semakin Paten

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mengapresiasi peran media massa dalam pembangunan. Kritik dan masukan yang membangun menjadi poin penting terhadap tujuan menjadikan provinsi ini semakin maju dan sejahtera.

  • Jumat, 09 Jun 2017 22:09

    Polisi tangkap admin akun penyebar kebencian, Ahmad Fatihul Alif

    Tim Siber Mabes Polri kembali ungkap kasus tindak pidana penyebaran ujaran kebencian (Hate Speech) dan SARA.

  • Kamis, 08 Jun 2017 19:17

    BNPT RI dan FKPT Sulut tolak hoax

    Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulut melaksanakan diskusi Literasi Media sebagai upaya cegah dan tangkal Radikalisme

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak