Kamis, 19 Okt 2017 14:18

Arahkan Kadis PU dan Kabid Bina Marga ke ranah Hukum

Palas (UtamaNews.com)
Oleh: Sofyan Siregar
Sabtu, 23 Sep 2017 12:13
Dibaca: 287 kali

Dugaan pengerjaan paket proyek peningkatan jalan hotmix yang nyaris setiap tahunnya dikerjakan secara asal di Kabupaten Padang Lawas, sejumlah kalangan di Palas, meminta agar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Bidang Bina Marga diarahkan ke ranah hukum.

Di antaranya, Ketua presidium Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Penyelamat Indonesia (API), Sibuhuan, Jum'at (22/9), meminta kepada aparat penegak hukum untuk dapat kiranya memeriksa pejabat di Dinas Pekerjaan Umum khususnya Bidang Bina Marga, pasalnya, seolah olah mengamini pengerjaan proyek peningkatan jalan yang diduga setiap tahunnya nyaris amburadul.   

Lebih lanjut, Pasti tua mengatakan tidak hanya penjabat di Dinas Pekerjaan Umum, tetapi juga para kontraktor yang pengerjaannya diduga asal, "Kita lihat, banyaknya temuan, baik dari LSM maupun Laporan dari warga mengenai proyek pekerjaan Hotmix yang diduga amburadul," ujarnya.

Di tempat terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gemrak) Palas, E.R Tasosa Nasution, menyampaikan perihal hasil pengerjaan paket proyek peningkatan jalan, yang nyaris setiap tahunnya terkesan amburadul, sama artinya pihak Pekerjaan Umum dan Kontraktor telah melakukan pelecehan terhadap masyarakat Padang Lawas.   

Idealnya-kan para kontraktor tunduk dengan apa yang dinginkan oleh Pemkab Palas dalam hal ini Dinas PU, jika ada pengerjaan paket proyek yang tidak sesuai, Dinas PU berwenang untuk membongkar hasil pengerjaan tersebut, dan jika perlu kontraktor yang pengerjaannya asal dipinalti, bukan hanya perusahaannya tapi individunya juga, "ungkapya dengan nada kesal".

Dinas PU sebagai perwakilan Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan dan mempercayakan paket proyek kepada pihak ketiga, yang biayanya bersumber dari dana masyarakat Palas yang dikelola Negara, bukan uang pribadi, jadi kalau setiap tahunnya diduga amburadul sangat perlu dipertanyakan, ada apa di antara mereka ?... "pungkasnya".

Pengerjaan yang diduga amburadul, yaitu peningkatan jalan Banua Tongga-Harang. Kec. Barumun Selatan, proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2016 , dengan No Kontrak 620/06/WIL/II-BM/SP-KKH/IX/2016, pelaksana CV. Kebar Jaya dengan harga penawaran terkoreksi sebesar Rp.1.187.249.000,-.

Pengerjaan yang terkesan asal terulang kembali, yaitu pengerjaan paket proyek peningkatan jalan kampung Saroha/Pejuang 45, Kec. Barumun (Lanjutan), yang dikerjakan PT. MANDALA KARYA NUSANTARA, nomor kontrak: 620/01WIL III-BM/DAK/SPKKHS/V/2017, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang prasarana jalan Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp. 3,5 milyar lebih, dengan ukuran 4 M x 1350 M.

Berikutnya, pengerjaaan awal yakni pemasangan pondasi lapisan bawah diduga asal karena mengunakan batu Bulat, yaitu paket proyek peningkatan jalan SP-Provinsi Batang Bulu - Simarulak, yang dikerjakan  PT. Razasa Karya, ukuran 4 M x 2000 M, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)  bidang prasarana jalan T.A  2017 dengan nomor kontrak  620/02WIL III-BM/DAK/SPKKHS/V/2017, dan harga penawaran terkoreksi sebesar Rp. 6,137.700.000,-. (Pengerjaan belum selesai).

Terkait hal ini, Kadis Pekerjaan Umum Harry Rizal Hasibuan didampingi Kabid Bina Marga Pahruddin Alamsah Harahap, saat dijumpai beberapa hari lalu , seolah mengaminkan dan membenarkan pemasangan pondasi bawah (Subbase course), menggunakan batu bulat atau batu kali  lebih kuat dan lebih bagus, dari jaman dulupun begitu.

Kata Kadis, pemasangan sistem telford tidak ada yang menggunakan batu pecah, tapi mengunakan batu bulat atau batu sungai, baru masuk base, itu lebih kuat dan lebih bagus, kontruksi perkerasan jalan ini menggunakan cara pemasangan batu macadam.

Sedangkan, pendapat salah seorang pegiat pembangunan, A. Ridwan, beberapa hari lalu mengatakan pemasangan pondasi bawah (Subbase course) konstruksi perkerasan jalan dengan telford pada prinsipnya, yaitu menyusun batu batu pecah atau batu belah yang dipasang berdiri secara berdesakan, dan pemasangannya menggunakan tangan.

Katanya, menggunakan konstruksi Telford yaitu susunan batu pecah atau batu belah  berukuran besar (10/15 dan 15/20) yang susun berdiri, dan batu pecah yang lebih kecil mengisi rongga diatasnya hingga rata, kemudian dipadatkan atau digilas dengan mesin gilas, selanjutnya disiram sertu di seluruh permukaan. 

T#g:Palas
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Okt 2017 19:17

    Pendaftar PPK-PPS Terus Serbu KPU Palas

    Memasuki hari kelima tahapan masa pendaftaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018, sejumlah pendaftar terus "menyerbu" ka

  • Selasa, 17 Okt 2017 15:37

    Diduga Pungli Rekrutmen Panwascam, Panwaslih Palas Didemo Massa

    Diduga kuat telah terjadi praktek pungutan liar (Pungli) pada saat proses rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), serta diduga seorang komisioner Panwaslih Palas merupakan kader salah satu p

  • Senin, 16 Okt 2017 18:56

    Wabup Palas Buka Kegiatan Pelatihan Kerja

    Wakil Bupati Kabupaten Padang Lawas (Wabup Palas) H. Ahmad Zarnawi Pasaribu membuka kegiatan pelatihan kerja yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palas kerjasama dengan Balai Besar Pendidik

  • Senin, 16 Okt 2017 05:46

    KNPI: Sekretaris DPD Partai Golkar Palas Dinilai Tidak Miliki Rasa Malu

    Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Padang Lawas dinilai tidak miliki rasa malu, terkait dengan pengerjaan proyek peningkatan jalan yang diduga nyaris setia

  • Sabtu, 14 Okt 2017 07:14

    KPU Palas Buka Pendaftaran PPK/PPS

    Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Padang Lawas (KPU Palas), membuka prosedur pendaftaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Se-Palas. Jadwal pendaftarannya dimulai seja

  • Jumat, 13 Okt 2017 21:43

    Dinilai Lalaikan Hak Karyawannya, Disnaker Palas Peringati PT. Grafindo

    Menindaklanjuti surat dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Padang Lawas (Disnaker Palas), nomor : 560/524/2017, tanggal 20 September 2017, Perihal penyelesaian permasalahan Sdr. Mara Kombang Hasibuan, te

  • Jumat, 13 Okt 2017 21:23

    Zainal: Giring Sekretaris DPD Partai Golkar Palas Ke Ranah Hukum

    Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Padang Lawas diarahkan ke ranah hukum, pasalnya nyaris setiap tahun paket proyek peningkatan jalan dengan anggaran milyaran rupiah

  • Kamis, 12 Okt 2017 18:12

    Ribuan Jemaah Hadiri Amaliyah Akbar Pemkab Palas

    Sedikitnya seribuan jemaah pengajian kaum ibu utusan dari 12 kecamatan di Kabupaten Padang Lawas (Palas) terlihat antusias mengikuti kegiatan amaliyah akbar yang digelar Pemkab Palas bertempat di lapa

  • Kamis, 12 Okt 2017 04:12

    KPU Palas Buka Pendaftaran dan Verifikasi Parpol

    Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Padang Lawas (KPU Palas) melakukan pendaftaran partai politik (Parpol) peserta Pemilu legislatif tahun 2019. Mekanisme pendaftaran parpol sudah dimulai sejak tanggal 3

  • Kamis, 12 Okt 2017 04:02

    Kejari Palas Akan Koordinasi Dugaan Korupsi DD Hatongga 2016 ke Inspektorat

    Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Padang Lawas (Kejari Palas) akan berkordinasi dengan Inspektorat Palas, terkait dugaan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2016, yang diduga dilakukan Kepala Desa Ha

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak