Sabtu, 16 Des 2017 12:32
  • Home
  • Ekonomi
  • Proyek Strategis Nasional Berdampak Positif

Bagi Masyarakat Sumut

Proyek Strategis Nasional Berdampak Positif

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rinal
Jumat, 28 Jul 2017 11:28
Dibaca: 323 kali
Ist
Irwan Parlaungan Batubara
Selain Maritim, Ekonomi dan Pangan, Infrastruktur merupakan salah satu dari fokus arah pembangunan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Untuk mengupayakan peningkatan pembangunan infrastruktur, pemerintah telah menerbitkan Perpres No.58 tahun 2017 sebagai revisi Perpres No.03/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Dari total 248 proyek, Sumatera Utara mendapatkan jatah sebanyak 17 proyek di antaranya, Pelabuhan Kuala Tanjung, Pembangunan Smelter Kuala Tanjung, Kawasan Industri Kuala Tanjung, Jalur Kereta Api Tebing Tinggi-Pelabuhan Kuala Tanjung dan Jalan Tol Medan-Binjai.

Kemudian, secara khusus dari 17 proyek, pemerintah pusat menaruh perhatian terhadap pengembangan Kuala Tanjung di Kab. Batubara dengan harapan agar mampu menjadi pesaing utama Singapura sebagai Kota Pelabuhan.

Menurut pemerhati pembangunan dari Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pemerataan Ekonomi Sumut,  Irwan Parlaungan Batubara, dampak pembangunan sudah bisa dirasakan secara nyata dengan dioperasionalkannya Tol Medan-Binjai dan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi pada idul fitri 1438 H pada Idul Fitri 1438 H/ 2017 M.

Meski pengerjaan belum mencapai 100%, Tol medan-Binjai dan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sudah cukup membantu kelancaran arus mudik, mengurangi angka kecelakaan serta meningkatkan stabilitas harga bahan pokok. 

Selain itu, banyaknya proyek pembangunan infrastuktur sebagai upaya pemerataan pembangunan di Indonesia, akan memberikan dampak pada peningkatan iklim investasi.

"Pada Lebaran 1438 H kemarin, arus mudik cukup lancar, angka kecelakaan berkurang dan distribusi bahan pokok lancar sehingga harga stabil. Ini berkat operasional Tol medan-Binjai dan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Lalu banyaknya proyek pembangunan memicu adanya predikat investment grade serta naiknya peringkat Indonesia pada level BBB-/stable per 19 Mei 2017 oleh lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P)", ujar Irwan saat berbincang-bincang dengan UTAMANEWS, di Kamis (27/7).

Dikatakannya, itikad baik pembangunan dari pemerintah tidak akan mampu berjalan dengan lancar tanpa mendapatkan dukungan dari masyarakat selaku target akhir dari proses pembangunan itu sendiri. 

"Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat, terutama yang berdomisili di Kuala Tanjung, Batubara, sebagai salah satu wilayah prioritas pembangunan oleh Pemerintah harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas SDM. Kualitas SDM yang baik sangat diperlukan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton saja, tapi dapat turut berperan sebagai aktor pembangunan," tambahnya.

Kepada semua pihak, khususnya aparat keamanan, juga hendaknya meredam tingginya peredaran Narkoba di Kuala Tanjung, Batubara. 

"Karena narkoba akan merusak SDM masyarakat di wilayah tersebut. Bisa saja negara asing yang tidak mau Indonesia maju melalui pembangunan kota Pelabuhan Kuala Tanjung merusak rencana Pemerintah melalui Narkoba. Masyarakat harus berperang melawan Narkoba untuk siap menyongsong persaingan dunia yang semakin kompetitif", tutup Irwan.

Editor: Sam

T#g:ekonomiIrwan Parlaungan BatubaraKEK
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Des 2017 13:15

    World Economic Forum: Daya Saing Infrastruktur Transportasi Indonesia Naik 10 Tingkat

    World Economic Forum mencatat peringkat daya saing infrastruktur transportasi Indonesia mengalami peningkatan 10 (sepuluh) peringkat, dari ranking ke-62 pada tahun 2015 menjadi ranking ke-52 dengan ni

  • Kamis, 07 Des 2017 21:47

    Angin Koncang, Sudah Seminggu Nelayan Tak Melaut

    Nasib nelayan kecil di wilayah perairan Kabupaten Batubara semakin terpuruk. Pasalnya, angin kencang melanda wilayah tersebut sehingga membuat para nelayan kecil ini tidak dapat melaut.Pantauan Wartaw

  • Senin, 27 Nov 2017 18:07

    Gas LPG 3 Kg Langka di Palas, Rp 30.000 per Tabung

    Sejumlah ibu rumah tangga dan warga masyarakat di beberapa kecamatan di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) sejak sepekan terakhir merasa kebingungan mencari gas LPG bersubsidi ukuran tabung 3 Kg, y

  • Jumat, 10 Nov 2017 19:10

    Harga Jual Beras di Palas Melonjak

    Tercatat selama dua minggu terakhir, harga jual beras lokal di tingkat pengecer dan grosir di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengalami kenaikan mencapai Rp 20.000/karung ukuran 30 kg. Kenaikan ha

  • Senin, 06 Nov 2017 11:56

    Bukalapak Bersama CIMB Principal Asset Management Ajak Rakyat Berinvestasi di BukaReksa

    Dalam rangka meningkatkan literasi investasi serta keamanan berinvestasi reksa dana, Bukalapak bekerjasama dengan CIMB Principal Asset Management menggelar roadshow edukasi BukaReksa yang sebelumnya t

  • Kamis, 02 Nov 2017 18:52

    Tiga Hari Buka, 25 Unit Betor TVS Terjual

    Minat warga di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) untuk membeli becak bermotor (betor), dengan sepeda motor bermerek TVS tipe Max, 125 cc, dirasa cukup tinggi dalam membangun usaha sendiri.Kenyataa

  • Kamis, 02 Nov 2017 09:42

    Dunia Usaha Apresiasi Kinerja Pemprov Sumut Dipimpin Tengku Erry

    Kalangan dunia usaha di daerah ini mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di bawah kepemimpinan Gubernur Tengku Erry Nuradi.

  • Jumat, 20 Okt 2017 11:40

    Diskusi KMI, CSIS Nilai Capaian Ekonomi Jokowi Naik Signifikan

    Pencapaian yang diperoleh Pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi, selama tiga tahun memimpin, mengalami kenaikan signifikan, terutama untuk bidang ekonomi.Penilaian ini disampaikan peneliti dari The Cen

  • Kamis, 12 Okt 2017 09:02

    Tengku Erry Optimis Inflasi Sumut Stabil

    Memasuki triwulan III tahun 2017, tingkat inflasi di Sumut mencapai 1,82 persen. Angka ini masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 2,66 persen. Begitupun, diharapkan tingkat inflasi di Sumut h

  • Rabu, 11 Okt 2017 15:51

    Langka, LPG 3 Kg di Palas Rp 30.000/Tabung

    Tercatat sejak sepekan terakhir distribusi tabung gas LPG bersubsidi ukuran tabung 3 kilogram (Kg)  di sejumlah daerah di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengalami Kelangkaan. Harganya berkisar Rp

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak