Selasa, 19 Jun 2018 15:35
Iklan Paslon Paluta
  • Home
  • Ekonomi
  • Perbankan sangat mendukung proyek infrastruktur di Sumut

Perbankan sangat mendukung proyek infrastruktur di Sumut

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Kamis, 24 Agu 2017 18:24
Dok
Diskusi publik yang diselenggarakan oleh MJC diMedan Club membahas pentingnya mendukung proyek infrastruktur di Sumut, Kamis (24/8).
Selamat Puasa Paluta

2017 dinyatakan sebagai tahun infrastruktur oleh pemerintah, dimana pembangunan dilakukan secara masif di berbagai daerah. Dalam sambutannya di rapat paripurna pembahasan Undang-Undang tentang Perubahan APBN Tahun Anggaran 2017, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan, kebijakan dan alokasi di belanja negara dalam 2017 ini, tetap diarahkan mendukung pembangunan infrastruktur dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan.

Untuk kebutuhan infrastruktur hingga 2019, setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp4.796 triliun dimana sebesar Rp 1.978,6 triliun atau 41,3 persen berasal dari APBN dan APBD. Kemudian, senilai Rp1.066,2 triliun atau 22,2 persen dari BUMN, dan sebesar Rp 1.751,5 triliun atau 36,5 persen, berasal dari swasta dengan berbagai skema pendanaan.

Pemerintah mempercayai, peningkatan investasi dan daya saing tidak akan terwujud tanpa dukungan infrastruktur memadai, yang sekaligus merupakan amanat butir ke-6 Nawacita, yakni meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, sehingga bagsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

Tak terkecuali di Sumatera Utara, yang dinilai pemerintah secara geografis memiliki posisi sangat strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. 

Dengan posisi strategis itu, Provinsi Sumatera Utara bisa dikembangkan untuk hubungan internasional yang selanjutnya akan ikut menggerakkan perekonomian wilayah-wilayah lain di Pulau Sumatera.

Regional Kredit Bisnis Development Bank Mandiri Medan, Lima Senina Bangun mengatakan, dari data yang dimiliki Bank Mandiri, kredit pertumbuhan pembangunan​ infrastruktur tumbuh secara year on year (yoy) meningkat sebesar 28 persen, dan di dalamnya ada infrastrukur.

Bank Mandiri pun berkontribusi lebih untuk menunjang pembangunan infrastruktur, dengan berbagai proyek strategis yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. 

"Di Sumut kan ada pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung yang terintegrasi dengan KEK Seimangkei, lembangunan jalan tol Kualanamu-Medan-Binjai sampai Tebingtinggi," ujarnya dalam diskusi yang diadakan Medan Jurnalis Club (MJC), Kamis (24/8).

Untuk pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi sepanjang 62 km, dibiayai dari sindikasi empat bank, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI dan Bank Sumut. 

"Jadi, dalam pembangunan tol ini perbankan sangat terlibat di dalamnya. Di sebuah jalan tol, ke depannya, tidak ada lagi main tunai. Mandiri pun punya e-Money. Semua jalan tol akan diseragamkan pembayaran non tunai, pakai cash less," ungkapnya.

Terkait dengan pembangunan tol Medan-Binjai, sepanjang 16,7 km, lanjutnya, membutuhkan dana sebanyak Rp 1,6 triliun. Peran perbankan pun ada di dalamnya yang melakukan pembayaran langsung ke Hutama Karya. 

Sedangkan, pembangunan Pelabuhan Kualatanjung yang menjadi hub internasional program tol laut. Bank Mandiri juga melakukan sindikasi dengan dua bank lainnya, yakni BRI dan BNI.

"Nanti ada 24 pelabuhan utama untuk bisa menopang tol laut di Indonesia. Proyek pembangunan di Kuala Tanjung ada sindikasi juga, Bank Mandiri, BRI dan BNI. Di sini porsi Mandiri Rp731 miliar," jelasnya. 

Di kawasan ini, sambungnya, Bank Mandiri merespons untuk membuka kantor cabang di Kualatanjung. 

Dari sisi konstruksi, perbankan tidak pernah alergi. Sepanjang ada kontrak, maka bank tidak akan melakukan penolakan, dan pasti memproses. Diakuinya, memang ada beberapa kendala, jika kontrak agak terlambat, sedangkan kerja sudah mulai. 

"Ini perlu kolaborasi yang baik untuk pemberi kontrak agar dipercepat, dan dibawa ke lembaga keuangan untuk mendapat pembiayaan," jelasnya. 

Senada dengan itu, Ketua Asosiasi Kontruksi Pemborong Indonesia (Askopindo), Efin Romulo Naibaho mengatakan, pelaku jasa konstruksi mengakui peran perbankan sangat sentral sekali bagi pelaku konstruksi. 

"Pembiayaan yang digunakan kontraktor, hampir 50 persen menggunakan jasa perbankan. Sepanjang kontrak yang ada, tidak ada perbankan yang menolak kredit pembiayaan infrastruktur. Sinergisitas perbankan dan kontraktor tidak ada masalah. 

Namun, diakuinya sejauh ini kesulitan dari pelaku konstruksi yaitu mendapatkan pekerjaan yang sulit. 

"Banyak pembangunan jalan, tapi memang susah mendapatkannya," katanya. 

Editor: Budi

T#g:Infrastruktur
Berita Terkait
  • Sabtu, 02 Jun 2018 12:12

    Sihar Targetkan Taput-Labuhanbatu Harus Punya Jalan Penghubung

    Cawagub Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus menargetkan jalan provinsi penghubung Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Labuhanbatu dapat dilintasi dan dijangkau dengan baik. Target tersebut harus ter

  • Senin, 07 Mei 2018 17:17

    Kapolres: Kondisi Jalan Nasional di Tapanuli Selatan Rusak Berat

    Kondisi jalan nasional lintas tengah tepatnya di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tampak dipenuhi lubang. Tidak hanya berlubang, kondisi jalan di kawasan tersebut juga berg

  • Rabu, 18 Apr 2018 20:08

    Akses Jalan ke Afedling III PTPN4 Sosa Mirip Kolam Buaya

    Warga masyarakat yang bermukim di daerah Disbun Desa Ujung Batu Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas) merasa resah dengan kondisi dan keadaan badan jalan akses menuju ke lokasi Afdeling III PTPN4 Sosa yang mirip kolam buaya.

  • Jumat, 13 Apr 2018 06:33

    Terungkap dalam Musrenbang 2018, Ini Tugas Berat untuk Gubsu Mendatang

    Tugas berat dan pekerjaan rumah menumpuk akan diemban pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018-2023 mendatang. Persoalan ketimpangan pembangunan menjadi hal yang harus d

  • Selasa, 03 Apr 2018 16:33

    Minta Jalannya Dibenahi, Warga Desa Bakaran Batu Nyatakan Tolak Politik Uang

    Warga Desa Bakaran Batu Malasori, Dolok Masihul, Serdang Bedagai meminta Sihar Sitorus melakukan pembenahan jalan di kampung mereka. Karena, kerusakan jalan selama ini sangat mengganggu aktivitas mere

  • Sabtu, 24 Mar 2018 07:24

    Pemko Sibolga Akui Perekonomian Alami Penurunan

    Pemerintah Kota Sibolga mengakui bahwa perekonomian di kota ini mengalami penurunan.

  • Senin, 05 Mar 2018 16:25

    Siapapun Gubsu dan Bupatinya, Warga Minta Jalan Provsu di Palas Diperbaiki

    Sejumlah warga masyarakat di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) sudah berulangkali menyampaikan persoalan perbaikan infrastruktur badan jalan Provinsi Sumut (provsu) yang terbentang di daerah ini.

  • Kamis, 01 Mar 2018 07:01

    Baru Diresmikan, Gedung UPTD Bina Marga & Pengairan Labuhanbatu sudah retak retak

    Baru diresmikan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, bangunan gedung Work Shop atau gudang alat berat UPTD. Bina Marga dan Pengairan Wilayah 1, kini terlihat sudah mengalami kerusakan di sejumlah tit

  • Selasa, 20 Feb 2018 19:40

    Kerusakan Jalinsum Di Desa Sihiuk Palas Bertambah Parah

    Jalan Lintas Sumatera Utara (Jalinsum) tepatnya di Desa Sihiuk, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), mengalami kerusakan yang semakin parah, dan perlu segera diperbaiki sebelum ada

  • Sabtu, 13 Jan 2018 08:23

    Hitungan Bulan Paket Proyek Diduga Milik Sekretaris DPD Golkar Mulai Rusak

    Hanya dalam hitungan bulan paket proyek yang disebut-sebut warga masyarakat adalah milik sekretaris Dewan Pimpinan daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) senilai Rp3,5 milyar lebih, yang dikerjak

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak