Kamis, 23 Nov 2017 10:55
  • Home
  • Ekonomi
  • Perbankan sangat mendukung proyek infrastruktur di Sumut

Perbankan sangat mendukung proyek infrastruktur di Sumut

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Kamis, 24 Agu 2017 18:24
Dibaca: 160 kali
Dok
Diskusi publik yang diselenggarakan oleh MJC diMedan Club membahas pentingnya mendukung proyek infrastruktur di Sumut, Kamis (24/8).

2017 dinyatakan sebagai tahun infrastruktur oleh pemerintah, dimana pembangunan dilakukan secara masif di berbagai daerah. Dalam sambutannya di rapat paripurna pembahasan Undang-Undang tentang Perubahan APBN Tahun Anggaran 2017, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan, kebijakan dan alokasi di belanja negara dalam 2017 ini, tetap diarahkan mendukung pembangunan infrastruktur dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan.

Untuk kebutuhan infrastruktur hingga 2019, setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp4.796 triliun dimana sebesar Rp 1.978,6 triliun atau 41,3 persen berasal dari APBN dan APBD. Kemudian, senilai Rp1.066,2 triliun atau 22,2 persen dari BUMN, dan sebesar Rp 1.751,5 triliun atau 36,5 persen, berasal dari swasta dengan berbagai skema pendanaan.

Pemerintah mempercayai, peningkatan investasi dan daya saing tidak akan terwujud tanpa dukungan infrastruktur memadai, yang sekaligus merupakan amanat butir ke-6 Nawacita, yakni meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, sehingga bagsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

Tak terkecuali di Sumatera Utara, yang dinilai pemerintah secara geografis memiliki posisi sangat strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. 

Dengan posisi strategis itu, Provinsi Sumatera Utara bisa dikembangkan untuk hubungan internasional yang selanjutnya akan ikut menggerakkan perekonomian wilayah-wilayah lain di Pulau Sumatera.

Regional Kredit Bisnis Development Bank Mandiri Medan, Lima Senina Bangun mengatakan, dari data yang dimiliki Bank Mandiri, kredit pertumbuhan pembangunan​ infrastruktur tumbuh secara year on year (yoy) meningkat sebesar 28 persen, dan di dalamnya ada infrastrukur.

Bank Mandiri pun berkontribusi lebih untuk menunjang pembangunan infrastruktur, dengan berbagai proyek strategis yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. 

"Di Sumut kan ada pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung yang terintegrasi dengan KEK Seimangkei, lembangunan jalan tol Kualanamu-Medan-Binjai sampai Tebingtinggi," ujarnya dalam diskusi yang diadakan Medan Jurnalis Club (MJC), Kamis (24/8).

Untuk pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi sepanjang 62 km, dibiayai dari sindikasi empat bank, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI dan Bank Sumut. 

"Jadi, dalam pembangunan tol ini perbankan sangat terlibat di dalamnya. Di sebuah jalan tol, ke depannya, tidak ada lagi main tunai. Mandiri pun punya e-Money. Semua jalan tol akan diseragamkan pembayaran non tunai, pakai cash less," ungkapnya.

Terkait dengan pembangunan tol Medan-Binjai, sepanjang 16,7 km, lanjutnya, membutuhkan dana sebanyak Rp 1,6 triliun. Peran perbankan pun ada di dalamnya yang melakukan pembayaran langsung ke Hutama Karya. 

Sedangkan, pembangunan Pelabuhan Kualatanjung yang menjadi hub internasional program tol laut. Bank Mandiri juga melakukan sindikasi dengan dua bank lainnya, yakni BRI dan BNI.

"Nanti ada 24 pelabuhan utama untuk bisa menopang tol laut di Indonesia. Proyek pembangunan di Kuala Tanjung ada sindikasi juga, Bank Mandiri, BRI dan BNI. Di sini porsi Mandiri Rp731 miliar," jelasnya. 

Di kawasan ini, sambungnya, Bank Mandiri merespons untuk membuka kantor cabang di Kualatanjung. 

Dari sisi konstruksi, perbankan tidak pernah alergi. Sepanjang ada kontrak, maka bank tidak akan melakukan penolakan, dan pasti memproses. Diakuinya, memang ada beberapa kendala, jika kontrak agak terlambat, sedangkan kerja sudah mulai. 

"Ini perlu kolaborasi yang baik untuk pemberi kontrak agar dipercepat, dan dibawa ke lembaga keuangan untuk mendapat pembiayaan," jelasnya. 

Senada dengan itu, Ketua Asosiasi Kontruksi Pemborong Indonesia (Askopindo), Efin Romulo Naibaho mengatakan, pelaku jasa konstruksi mengakui peran perbankan sangat sentral sekali bagi pelaku konstruksi. 

"Pembiayaan yang digunakan kontraktor, hampir 50 persen menggunakan jasa perbankan. Sepanjang kontrak yang ada, tidak ada perbankan yang menolak kredit pembiayaan infrastruktur. Sinergisitas perbankan dan kontraktor tidak ada masalah. 

Namun, diakuinya sejauh ini kesulitan dari pelaku konstruksi yaitu mendapatkan pekerjaan yang sulit. 

"Banyak pembangunan jalan, tapi memang susah mendapatkannya," katanya. 

Editor: Budi

T#g:Infrastruktur
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Nov 2017 14:07

    Gerindra: Infrastruktur Tak Meningkatkan Daya Beli Masyarakat

    Ferry Juliantono, Wakil ketua umum Partai Gerindra, mempertanyakan gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.Ferry menilai gencarnya pemerintah d

  • Kamis, 09 Nov 2017 19:49

    22 Paket Proyek Peningkatan Jalan di Palas Senilai Rp1.6 M Lebih, Jadi Temuan BPK RI

    Sebanyak 22 paket proyek peningkatan jalan di Kabupaten Padang Lawas yang dinyatakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) kelebihan pembayaran kepada penyedia jasa sebesar Rp1.612.25

  • Senin, 06 Nov 2017 13:56

    Kadis PU Palas Dinilai Tidak Profesional

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Padang Lawas (Palas) Harry Rizal Hasibuan dituding tidak profesional dalam menangani pekerjaan, baik saat menjabat sekretaris di Bappeda maupun sebagai Kadis Peke

  • Rabu, 01 Nov 2017 19:11

    Akibat Proyek Box Culvert di Sosa, Jalan Kabupaten di Pasar Ujung Batu Hancur

    Selama pengerjaan proyek box culvert di atas badan jalan Provinsi Sumut di titik Desa Ujung Batu Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas), yang berbiaya sebesar Rp 800-an juta dan baru selesai di

  • Rabu, 01 Nov 2017 15:31

    Baru Selesai, Box Culver di Sosa Sudah Retak

    Belum sampai seminggu lamanya setelah selesai dikerjakan, kondisi bagian pangkal pada bangunan box culver di Jalan lintas Sumatera Utara (Jalinsum), tepatnya di Desa Pasar Ujung Batu, Kecamatan Sosa,

  • Minggu, 29 Okt 2017 13:19

    Proyek Peningkatan Jalan Diduga Milik Sekretaris DPD Partai Golkar Palas Dinyatakan Kekurangan Volume Fisik

    Pengerjaan paket proyek peningkatan jalan yang disebut-sebut milik Sekretaris DPD Partai Golkar dinyatakan kekurangan volume fisik, dan nyaris setiap tahun hasil pekerjaannya diduga amburadul, dimana

  • Sabtu, 28 Okt 2017 18:28

    Jalan Perbatasan Labura-Asahan Kupak-Kapik

    Sejumlah titik di jalan Sukarame yang terletak di perbatasan Kelurahan Aekkanopan Timur Kab. Labura dengan Desa Ledong Timur Kab. Asahan terlihat kupak-kapik. Banyak lubang di badan aspal jalan rusak

  • Kamis, 26 Okt 2017 11:46

    Pangkostrad: Jalan Tembus Palas-Madina Jangan Merusak Hutan Lindung

    Program pengerjaan jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Padang Lawas (Palas) dengan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), melewati rute perbukitan dengan melintasi kawasan hutan di lereng bukit

  • Rabu, 25 Okt 2017 17:05

    Pangkostrad & Pemkab Palas Tinjau Titik Nol Jalan Tembus Palas-Madina

    Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjend TNI Edy Rahmayadi didampingi Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjend TNI Cucu Somantri, bersama Bupati Kabupaten Padang Lawas (Palas), H. Ali Sutan Harahap didampingi W

  • Jumat, 20 Okt 2017 14:20

    Di Lokasi Proyek Underpass Titi Kuning Medan, Gubernur Video Conference dengan Jokowi

    Presiden Jokowi membuka acara percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi secara  serentak di seluruh Indonesia tahun 2017 di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Kamis, (19/10/2017).Pembukaan

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak