Jumat, 22 Sep 2017 18:47
  • Home
  • Ekonomi
  • Perbankan sangat mendukung proyek infrastruktur di Sumut

Perbankan sangat mendukung proyek infrastruktur di Sumut

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Kamis, 24 Agu 2017 18:24
Dibaca: 94 kali
Dok
Diskusi publik yang diselenggarakan oleh MJC diMedan Club membahas pentingnya mendukung proyek infrastruktur di Sumut, Kamis (24/8).

2017 dinyatakan sebagai tahun infrastruktur oleh pemerintah, dimana pembangunan dilakukan secara masif di berbagai daerah. Dalam sambutannya di rapat paripurna pembahasan Undang-Undang tentang Perubahan APBN Tahun Anggaran 2017, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan, kebijakan dan alokasi di belanja negara dalam 2017 ini, tetap diarahkan mendukung pembangunan infrastruktur dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan.

Untuk kebutuhan infrastruktur hingga 2019, setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp4.796 triliun dimana sebesar Rp 1.978,6 triliun atau 41,3 persen berasal dari APBN dan APBD. Kemudian, senilai Rp1.066,2 triliun atau 22,2 persen dari BUMN, dan sebesar Rp 1.751,5 triliun atau 36,5 persen, berasal dari swasta dengan berbagai skema pendanaan.

Pemerintah mempercayai, peningkatan investasi dan daya saing tidak akan terwujud tanpa dukungan infrastruktur memadai, yang sekaligus merupakan amanat butir ke-6 Nawacita, yakni meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, sehingga bagsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

Tak terkecuali di Sumatera Utara, yang dinilai pemerintah secara geografis memiliki posisi sangat strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. 

Dengan posisi strategis itu, Provinsi Sumatera Utara bisa dikembangkan untuk hubungan internasional yang selanjutnya akan ikut menggerakkan perekonomian wilayah-wilayah lain di Pulau Sumatera.

Regional Kredit Bisnis Development Bank Mandiri Medan, Lima Senina Bangun mengatakan, dari data yang dimiliki Bank Mandiri, kredit pertumbuhan pembangunan​ infrastruktur tumbuh secara year on year (yoy) meningkat sebesar 28 persen, dan di dalamnya ada infrastrukur.

Bank Mandiri pun berkontribusi lebih untuk menunjang pembangunan infrastruktur, dengan berbagai proyek strategis yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. 

"Di Sumut kan ada pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung yang terintegrasi dengan KEK Seimangkei, lembangunan jalan tol Kualanamu-Medan-Binjai sampai Tebingtinggi," ujarnya dalam diskusi yang diadakan Medan Jurnalis Club (MJC), Kamis (24/8).

Untuk pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi sepanjang 62 km, dibiayai dari sindikasi empat bank, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI dan Bank Sumut. 

"Jadi, dalam pembangunan tol ini perbankan sangat terlibat di dalamnya. Di sebuah jalan tol, ke depannya, tidak ada lagi main tunai. Mandiri pun punya e-Money. Semua jalan tol akan diseragamkan pembayaran non tunai, pakai cash less," ungkapnya.

Terkait dengan pembangunan tol Medan-Binjai, sepanjang 16,7 km, lanjutnya, membutuhkan dana sebanyak Rp 1,6 triliun. Peran perbankan pun ada di dalamnya yang melakukan pembayaran langsung ke Hutama Karya. 

Sedangkan, pembangunan Pelabuhan Kualatanjung yang menjadi hub internasional program tol laut. Bank Mandiri juga melakukan sindikasi dengan dua bank lainnya, yakni BRI dan BNI.

"Nanti ada 24 pelabuhan utama untuk bisa menopang tol laut di Indonesia. Proyek pembangunan di Kuala Tanjung ada sindikasi juga, Bank Mandiri, BRI dan BNI. Di sini porsi Mandiri Rp731 miliar," jelasnya. 

Di kawasan ini, sambungnya, Bank Mandiri merespons untuk membuka kantor cabang di Kualatanjung. 

Dari sisi konstruksi, perbankan tidak pernah alergi. Sepanjang ada kontrak, maka bank tidak akan melakukan penolakan, dan pasti memproses. Diakuinya, memang ada beberapa kendala, jika kontrak agak terlambat, sedangkan kerja sudah mulai. 

"Ini perlu kolaborasi yang baik untuk pemberi kontrak agar dipercepat, dan dibawa ke lembaga keuangan untuk mendapat pembiayaan," jelasnya. 

Senada dengan itu, Ketua Asosiasi Kontruksi Pemborong Indonesia (Askopindo), Efin Romulo Naibaho mengatakan, pelaku jasa konstruksi mengakui peran perbankan sangat sentral sekali bagi pelaku konstruksi. 

"Pembiayaan yang digunakan kontraktor, hampir 50 persen menggunakan jasa perbankan. Sepanjang kontrak yang ada, tidak ada perbankan yang menolak kredit pembiayaan infrastruktur. Sinergisitas perbankan dan kontraktor tidak ada masalah. 

Namun, diakuinya sejauh ini kesulitan dari pelaku konstruksi yaitu mendapatkan pekerjaan yang sulit. 

"Banyak pembangunan jalan, tapi memang susah mendapatkannya," katanya. 

Editor: Budi

T#g:Infrastruktur
Berita Terkait
  • Rabu, 20 Sep 2017 10:20

    Pengerjaan Paket Proyek Peningkatan Jalan Rp6,1 Milyar, Diduga Amburadul

    Pengerjaan Peningkatan Jalan SP-Provinsi-Tanjung Baringin Simarulak-Simpang Batang Bulu (Lanjutan) Rp6 millyar lebih, berukuran 4 x 2000 meter (4 m x 2 Km) dikhawatirkan tidak akan bertahan lama akiba

  • Selasa, 19 Sep 2017 21:59

    Jalan Provsu Sosopan-Sibuhuan Terancam Putus Lagi

    Musim hujan datang, kondisi dan keadaan jalan Provinsi Sumut (Provsu) Sosopan-Sibuhuan, di titik Desa Hulim dan Desa Sianggunan, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) terancam putus lagi.&

  • Kamis, 14 Sep 2017 19:04

    Pembangunan Jalan Lahusa Gomo, PPK Ancam Putus Kontrak PT Netral Lindo

    Terkait pembangunan Jalan Lahusa Gomo Nias Selatan yang sampai saat ini belum juga dikerjakan oleh pihak rekanan (PT Netral Lindo Jaya Mandiri) sebagai pemenang tender.

  • Selasa, 12 Sep 2017 09:52

    Proyek pengecoran di kota Medan terkesan bahayakan pengguna jalan

    Pembangunan infrastruktur jalan di Kota Medan sepertinya belum jauh dari keluhan.

  • Minggu, 03 Sep 2017 10:33

    Infrastruktur di Kualuh Hilir Labura memprihatinkan

    Kondisi infrastruktur di wilayah kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) masih memprihatinkan, bahkan masih ada jalan di Labura yang sama sekali belum pernah tersentuh oleh pembangunan.Tokoh mahasiswa L

  • Jumat, 01 Sep 2017 21:41

    Jalan Lahusa Gomo Belum Dikerjakan Rekanan

    Proyek jalan Lahusa Gomo telah dilelang sejak bulan Juni 2017 lalu, namun tak kunjung dikerjakan oleh pihak rekanan (kontraktor).

  • Senin, 28 Agu 2017 08:08

    Bobby Dalimunthe : Suhu politik jangan sampai ganggu pembangunan daerah

    Suhu politik Sumatera Utara meningkat dengan beredarnya rekomendasi-rekomendasi partai politik dan sejumlah pernyataan dari tokoh lokal maupun nasional yang siap untuk bertarung pada Pilkada Sumatera Utara 2018.

  • Kamis, 24 Agu 2017 18:34

    Ini latar belakang MJC diskusikan soal infrastruktur

    Pembangunan infrastruktur secara nasional tahun 2017 ini terkesan jor-joran. Dan dari 248 proyek strategis nasional, Sumatera Utara mendapatkan jatah 17 proyek, di antaranya, yang cukup menarik perhat

  • Rabu, 23 Agu 2017 10:23

    Penggunaan Dana Haji untuk Investasi Bidang Infrastruktur

    Salah satu prioritas pemerintah saat ini adalah pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan infrastruktur bertujuan untuk mengejar ketertinggalan pembangunan dan untuk meningk

  • Selasa, 22 Agu 2017 15:13

    Bedah Seluk-beluk Infrastruktur Sumut, MJC Gelar Diskusi Interaktif libatkan Perbankan

    Presiden Jokowi menjadikan tahun 2017 sebagai tahun infrastruktur. Tak melulu di Pulau Jawa, Sumatera Utara (Sumut) pun dapat jatah banyak untuk pembangunan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak