Sabtu, 24 Feb 2018 18:38
  • Home
  • Ekonomi
  • Perbankan sangat mendukung proyek infrastruktur di Sumut

Perbankan sangat mendukung proyek infrastruktur di Sumut

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Kamis, 24 Agu 2017 18:24
Dibaca: 216 kali
Dok
Diskusi publik yang diselenggarakan oleh MJC diMedan Club membahas pentingnya mendukung proyek infrastruktur di Sumut, Kamis (24/8).

2017 dinyatakan sebagai tahun infrastruktur oleh pemerintah, dimana pembangunan dilakukan secara masif di berbagai daerah. Dalam sambutannya di rapat paripurna pembahasan Undang-Undang tentang Perubahan APBN Tahun Anggaran 2017, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan, kebijakan dan alokasi di belanja negara dalam 2017 ini, tetap diarahkan mendukung pembangunan infrastruktur dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan.

Untuk kebutuhan infrastruktur hingga 2019, setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp4.796 triliun dimana sebesar Rp 1.978,6 triliun atau 41,3 persen berasal dari APBN dan APBD. Kemudian, senilai Rp1.066,2 triliun atau 22,2 persen dari BUMN, dan sebesar Rp 1.751,5 triliun atau 36,5 persen, berasal dari swasta dengan berbagai skema pendanaan.

Pemerintah mempercayai, peningkatan investasi dan daya saing tidak akan terwujud tanpa dukungan infrastruktur memadai, yang sekaligus merupakan amanat butir ke-6 Nawacita, yakni meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, sehingga bagsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

Tak terkecuali di Sumatera Utara, yang dinilai pemerintah secara geografis memiliki posisi sangat strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. 

Dengan posisi strategis itu, Provinsi Sumatera Utara bisa dikembangkan untuk hubungan internasional yang selanjutnya akan ikut menggerakkan perekonomian wilayah-wilayah lain di Pulau Sumatera.

Regional Kredit Bisnis Development Bank Mandiri Medan, Lima Senina Bangun mengatakan, dari data yang dimiliki Bank Mandiri, kredit pertumbuhan pembangunan​ infrastruktur tumbuh secara year on year (yoy) meningkat sebesar 28 persen, dan di dalamnya ada infrastrukur.

Bank Mandiri pun berkontribusi lebih untuk menunjang pembangunan infrastruktur, dengan berbagai proyek strategis yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. 

"Di Sumut kan ada pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung yang terintegrasi dengan KEK Seimangkei, lembangunan jalan tol Kualanamu-Medan-Binjai sampai Tebingtinggi," ujarnya dalam diskusi yang diadakan Medan Jurnalis Club (MJC), Kamis (24/8).

Untuk pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi sepanjang 62 km, dibiayai dari sindikasi empat bank, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI dan Bank Sumut. 

"Jadi, dalam pembangunan tol ini perbankan sangat terlibat di dalamnya. Di sebuah jalan tol, ke depannya, tidak ada lagi main tunai. Mandiri pun punya e-Money. Semua jalan tol akan diseragamkan pembayaran non tunai, pakai cash less," ungkapnya.

Terkait dengan pembangunan tol Medan-Binjai, sepanjang 16,7 km, lanjutnya, membutuhkan dana sebanyak Rp 1,6 triliun. Peran perbankan pun ada di dalamnya yang melakukan pembayaran langsung ke Hutama Karya. 

Sedangkan, pembangunan Pelabuhan Kualatanjung yang menjadi hub internasional program tol laut. Bank Mandiri juga melakukan sindikasi dengan dua bank lainnya, yakni BRI dan BNI.

"Nanti ada 24 pelabuhan utama untuk bisa menopang tol laut di Indonesia. Proyek pembangunan di Kuala Tanjung ada sindikasi juga, Bank Mandiri, BRI dan BNI. Di sini porsi Mandiri Rp731 miliar," jelasnya. 

Di kawasan ini, sambungnya, Bank Mandiri merespons untuk membuka kantor cabang di Kualatanjung. 

Dari sisi konstruksi, perbankan tidak pernah alergi. Sepanjang ada kontrak, maka bank tidak akan melakukan penolakan, dan pasti memproses. Diakuinya, memang ada beberapa kendala, jika kontrak agak terlambat, sedangkan kerja sudah mulai. 

"Ini perlu kolaborasi yang baik untuk pemberi kontrak agar dipercepat, dan dibawa ke lembaga keuangan untuk mendapat pembiayaan," jelasnya. 

Senada dengan itu, Ketua Asosiasi Kontruksi Pemborong Indonesia (Askopindo), Efin Romulo Naibaho mengatakan, pelaku jasa konstruksi mengakui peran perbankan sangat sentral sekali bagi pelaku konstruksi. 

"Pembiayaan yang digunakan kontraktor, hampir 50 persen menggunakan jasa perbankan. Sepanjang kontrak yang ada, tidak ada perbankan yang menolak kredit pembiayaan infrastruktur. Sinergisitas perbankan dan kontraktor tidak ada masalah. 

Namun, diakuinya sejauh ini kesulitan dari pelaku konstruksi yaitu mendapatkan pekerjaan yang sulit. 

"Banyak pembangunan jalan, tapi memang susah mendapatkannya," katanya. 

Editor: Budi

T#g:Infrastruktur
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Feb 2018 19:40

    Kerusakan Jalinsum Di Desa Sihiuk Palas Bertambah Parah

    Jalan Lintas Sumatera Utara (Jalinsum) tepatnya di Desa Sihiuk, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), mengalami kerusakan yang semakin parah, dan perlu segera diperbaiki sebelum ada

  • Sabtu, 13 Jan 2018 08:23

    Hitungan Bulan Paket Proyek Diduga Milik Sekretaris DPD Golkar Mulai Rusak

    Hanya dalam hitungan bulan paket proyek yang disebut-sebut warga masyarakat adalah milik sekretaris Dewan Pimpinan daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) senilai Rp3,5 milyar lebih, yang dikerjak

  • Senin, 08 Jan 2018 09:48

    Jalan Berlubang di Jalur Tebingtinggi-Medan Via Dolokmasihul Membahayakan

    Keselamatan pengguna jalan dari Medan ke Tebingtinggi dan sebaliknya, terancam oleh adanya sejumlah lubang menganga di sepanjang 3 Km jalan provinsi di Kecamatan Dolokmasihul, tepatnya di wilayah Desa

  • Jumat, 05 Jan 2018 11:45

    Diduga Paket Proyek Milik Kerabat Bupati Palas Amburadul

    Paket proyek drainase yang disebut-sebut milik kerabat dekat Bupati Padang Lawas dinilai amburadul, pasalnya diperbaiki pada satu titik namun di titik yang berbeda kembali mengalami kerusakan parah da

  • Jumat, 05 Jan 2018 10:15

    Ini Kata Kadis PU Kep. Selayar Soal Kerusakan Jalan Sasara-Rea-Rea

    Aspirasi dan keluhan warga masyarakat Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan terkait dengan kerusakan jalan ruas Sasara-Rea-Rea dan Rea-Rea Huluk, akhirnya mendapat respon

  • Selasa, 02 Jan 2018 21:42

    Warga Ujung Batu 5 Minta Akses Jalan Diperbaiki

    Warga masyarakat yang berdomisili di Desa Ujung Batu 5, Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Kabupaten Padang Lawas (Palas) berharap besar perhatian dan kepedulian pemerintah daerah setempat untuk memp

  • Jumat, 22 Des 2017 21:52

    Koramil 0824/06 Ledokombo Karya Bakti Lebarkan Jalan Desa

    10 anggota Koramil 0824/06 dipimpin Kapten Inf Sumaryono, Satpol PP 4 orang, Polsek 2 orang, Kepala Desa Drs Samuji dengan Perangkat Desa 5 orang serta 53 masyarakat melaksanakan karya bakti TNI denga

  • Kamis, 07 Des 2017 19:47

    Kecewa pada Pemko Binjai, warga Umar Baki datangi kantor Lurah

    Mengaku kecewa terhadap Pemerintah Kota Binjai yang hingga kini tak melakukan perbaikan jalan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, Puluhan warga mendatangi Kantor Lurah Payaroba, jal

  • Kamis, 07 Des 2017 17:47

    Perubahan Status Jalan Nasional di Palas Terganjal Gubernur

    Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Pemkab Palas), lewat koordinasi kerja Badan perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Palas bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Palas, terus mendorong perubahan status

  • Selasa, 05 Des 2017 20:05

    Warga Ujung Batu 1 Apresiasi Peningkatan Jalan Kabupaten

    Warga masyarakat yang berdomisili di Desa Ujung Batu 1 Kacamatan Hutaraja Tinggi (Huragi) Kabupaten Padang Lawas (Palas), mengapresiasi pengerjaan peningkatan badan jalan kabupaten di desa itu yang di

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak