Kamis, 19 Jul 2018 22:38

Olah Salak Jadi Aneka Panganan Lezat

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tessa
Rabu, 20 Jun 2018 18:20
Istimewa
Mungkin sebagian masyarakat di Indonesia pernah terluka saat mengkonsumsi buah salak. Kulitnya yang tajam menjadi salah satu penyebabnya. Namun, kini menikmati buah yang rasanya asam dan manis itu tidak perlu repot.

Berkat Shelly, ibu dengan tiga anak yang berhasil melakukan inovasi dari salak. Buah tersebut menjadi makanan yang menarik dan enak untuk dikonsumsi. Bahkan, racikannya itu berhasil menciptakan berbagai makanan olahan.

Berawal pada 2010, Shelly sudah menjajaki usaha sektor kuliner dan pada 2016 berhasil mengangkat salak sebagai buah tropis unggulan khas Indonesia menjadi olahan baru.

"Awalnya itu untuk mensosialisasikan manfaat buah salak dalam bentuk makanan dan minuman yang baru yang enak," kata dia kepada detikFinance, Jakarta, baru-baru ini.

Wanita yang sebelumnya bekerja sebagai sekretaris direksi di salah satu perusahaan swasta ini pun semakin serius menggeluti usahanya karena desakan ekonomi dan hobi memasak.

Dia menyebut pada saat menjabat sebagai sekretaris memiliki penghasilan sekitar Rp 2-Rp 2,5 juta. Dari pendapatannya tersebut digunakan sebesar Rp 500.000 untuk memulai usaha makanan olahan yang berasal dari buah salak.



"Saya dulunya wanita kantoran sejak menjadi ibu rumah tangga dengan 3 anak karena dorongan ekonomi dan hobi memasak timbullah niat usaha di bidang kuliner supaya bisa usaha di rumah sambil mengurus anak dan rumah tangga," jelas dia.

Dengan modal yang cukup kecil, Shelly pun menggunakannya untuk membeli bahan baku secukupnya karena sudah ada tetangga dan teman-temannya yang memesan melalui media sosial seperti Facebook.

Seiring waktu berjalan dan usaha mensosialisasikan produk olahannya pun mulai memberikan hasil yang positif. Produknya tersebut kini dikemas dengan merek Salaku (olahan salaku).

Makanan olahannya pun cukup banyak dan harganya relatif terjangkau dari Rp 15.000-Rp 65.000. Produk makanan olahannya itu antara lain Brownlak/ brownies salak dibanderol Rp 65.000, Pielak/bolak dibanderol Rp 50.000, Cooklak/cookies salak dibanderol Rp 50.000.

Lalu Sinlak/Asinan Salak dibanderol Rp 25.000, Sarlak/Sari Salak dibanderol Rp 15.000, Sambilak/ Sambal Ebi Salak dibanderol Rp 30.000, Coklak/Coklat Salak dibanderol Rp 65.000, dan Sailak/Selai Salak dibanderol Rp 30.000.

Kerja kerasnya yang terus mensosialisasikan melalui media sosial pun membuat produk olahan Salaku sampai di beberapa kota besar seperti Jabodetabek, Bali, Jogjakarta, Pontianak. Bahkan, berhasil ke luar negeri seperti Australia.

Ada beberapa teman yang membawa Salaku untuk dibawa keluar negeri seperti Australia, New Zealand, Moscow, Malaysia, Jepang dan ibadah umroh," ujar dia.

Dengan kerja kerasnya merintis usaha dari awal, kini Shelly memiliki omzet sekitar Rp 10-Rp 25 juta per bulannya.

"Omzet masih belum menentu tergantung occasion sekitar Rp 10-Rp 25 juta per bulan," jelas dia.

Kesuksesan yang diraih Shelly saat ini tidak didapatkan dengan mudah. Dirinya mengaku sempat dibuat frustasi karena salah yang menjadi bahan baku produksinya itu ternyata cepat busuk. Namun seiring waktu berjalan hal tersebut bisa dilewati.

Dia pun menyarankan kepada masyarakat yang ingin terjun ke dunia usaha untuk mencari usaha yang memang bahan bakunya tersedia di lingkungan sehari-hari, bukan hanya sekedar usaha mengikuti tren.

Terakhir, jika kalian mau mencicipi makanan olahan dari salak, bisa datang langsung ke Rumah Produksi SALAKKU di Perumahan Dukuh Zamrud Jl. Zamrud Utara VI Blok M15/21 Padurenan Mustika Jaya Bekasi Jawa Barat 17156.

Editor: Yaya

Sumber: detik.com

T#g:kulinerSalak
Berita Terkait
  • Senin, 02 Jul 2018 12:02

    6 Makanan Untuk Menghilangkan Rasa Pedas

    Rasa pedas pada suatu masakan memang akan terasa nikmat, apalagi bagi penggemar masakan pedas. Namun terkadang karena saking nikmatnya makan makanan pedas, membuat lidah dan mulut Anda terasa panas dan seperti terbakar.

  • Jumat, 15 Jun 2018 10:45

    Manfaat yang akan didapat saat mengonsumsi yoghurt

    Yoghurt merupakan produk olahan susu yang difermentasi oleh bakteri penghasil asam laktat. Kendati memiliki komposisi mikronutrien yang hampir sama seperti susu, kadar protein, vitamin, dan mineral di

  • Minggu, 27 Mei 2018 12:27

    Sihar: Kreativitas dan Inovasi Kaesang, Gibran dan Bobby Pantas Jadi Motivasi

    Cawagub Sumatera Utara, Sihar Sitorus dorong kawula muda untuk berani mengambil risiko dalam melihat peluang sekecil apa pun.

  • Kamis, 12 Apr 2018 12:12

    Unjuk Kreativitas, Garasi Djoss Tawarkan Nasi Goreng Rp2 Ribu

    Dukungan terhadap pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus terus mengalir. Kali ini, dukungan tersebut dinyatakan Garasi Djoss, yang berisikan anak muda kreatif dan inovatif.

  • Rabu, 21 Mar 2018 15:11

    Disuguhi Tahu Isi, Djarot: Tahu & Sambalnya Benar-benar Djoss

    Saat melintas di Desa Tumorang Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Rabu (22/3/2018), Djarot Saiful Hidayat menghentikan laju kendaraannya dan berhenti di depan rumah Sugimin, seorang pengr

  • Rabu, 21 Mar 2018 04:31

    Djarot Diserbu Masyarakat Saat Makan Burung Goreng

    Kehadiran Djarot Saiful Hidayat di Kota Pematang Siantar membuat heboh masyarakat setempat, Selasa (20/3/2018).Warga yang mengetahui Djarot sedang santap siang di rumah makan Beringin Indah yang menya

  • Minggu, 21 Jan 2018 09:11

    Sihar Sitorus Pesan Kopi Tubruk Seharga 15 Ribu Rupiah

    Suasana tak biasa terjadi di Kedai Kopi Omerta pada hari sabtu (20/1) pukul 21.36 wib. Secara mengejutkan calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus mengunjungi Kedai Kopi Omerta di Jalan Wahi

  • Minggu, 03 Des 2017 10:03

    Wagubsu: Durian Sumut Bepotensi Jadi Produk Andalan Daerah

    Wakil Gubernur Sumatera Utara Dr Hj Nurhajizah mengajak para pelaku usaha kecil dan menengah dapat menciptakan usaha maupun produk yang berasal dari potensi daerah. Salah satunya durian Sumut yang sud

  • Senin, 18 Sep 2017 11:18

    Soto Medan, Kuliner Favorit Tjahjo Kumolo

    Sebelum bertolak kembali ke Jakarta dalam rangkaian kunjungan kerja, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyempatkan diri mencicipi kuliner favoritnya yakni nasi 'Soto Medan.'

  • Senin, 21 Agu 2017 21:33

    "Preman Kampung" Ancam Penjual Mie Aceh dengan Parang

    Andika Sitompul, 23 tahun, pantas disebut "preman kampung." Pria yang beralamat di Komplek Kodam jalan Sunggal, Tanjung Rejo ini melakukan aksi premanisme terhadap karyawan dan pemilik warung mie Aceh, Jafar, di lingkungan tinggalnya.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak