Rabu, 23 Jan 2019 05:02
  • Home
  • Ekonomi
  • Kehabisan BBM di jalan Tol? Hubungi Satgas BBM

Kehabisan BBM di jalan Tol? Hubungi Satgas BBM

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Budi
Senin, 26 Jun 2017 00:26
Dok
Petugas mengantar BBM pada pemudik yang kehabisan di jalan tol
Bagi yang kehabisan bahan bakar minyak dalam macet perjalanan, terutama di ruas jalan tol, tentu akan merasa jengkel dan frustasi. Terlebih dalam kondisi mudik Lebaran, di mana kepadatan arus lalu lintas menjadi momok bagi sebagian pengendara yang khawatir mobilnya mogok di tengah jalan.

Tapi, kini pengendara mobil bisa sedikit bernafas lega, karena perusahaan di bidang energi terbesar di Indonesia, yaitu Pertamina, menyediakan layanan Satuan Tugas Bahan Bakar Minyak (Satgas BBM) yang siap memasok bahan bakar jika mobil mogok. Para anggota Satgas BBM pun bisa dibilang "kebal hukum" dan punya hak istimewa.

Bagaimana tidak, saat undang-undang melarang pengendara sepeda motor menggunakan ruas jalan tol, Satgas BBM memiliki hak untuk masuk ke ruas tol, meski pun pada jarak yang terbatas. Satgas BBM yang dibentuk dengan jumlah total 90 armada sepeda motor ini diperbolehkan memasuki ruas jalan tol untuk mengirim BBM kepada mereka yang membutuhkan.

Di titik peristirahatan kilometer 19 Tol Bekasi-Cikampek misalnya, ada satu armada sepeda motor dan dua personel Satgas BBM yang siap sedia mengirim bahan bakar di sekitar area tersebut selama 24 jam sejak 15 hingga 28 Juni.

Mereka ialah Deden dan Agri, dua pemuda asal Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, yang menjadi ujung tombak Pertamina mengemban tugas tersebut.

Kerja Serabutan

Deden dan Agri, yang rumah keduanya hanya terpisah jarak sekitar 500 meter di daerah asalnya itu, mengaku melakoni pekerjaan tersebut hanya sementara. Sehari-hari mereka berdua merupakan pekerja serabutan, apapun bisa dan mau mereka lakukan.

"Jika sedang di rumah, kami siap melakukan tugas dan pekerjaan apapun," ujar mereka kompak.

Baik Deden dan Agri, musim mudik sekarang merupakan tahun kedua mereka menjadi Satgas BBM, yang sebelumnya ditempatkan di jalur selatan sekitar Nagreg, Jawa Barat. Namun, Deden yang lebih senior dibanding Agri, mengatakan bahwa pekerjaan musiman di saat Lebaran seperti ini sudah ditekuninya sejak 2008.

Sebelum menjadi Satgas BBM pertama kali pada 2016, Deden menjadi sales salah satu merek rokok terbesar di Indonesia, dengan waktu bekerja masih pada musim mudik. Penghasilan yang mereka peroleh pun jika dibandingkan dengan pegawai kantoran Jakarta memang tidak seberapa, namun sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah.

Dengan waktu kerja pada 15-28 Juni, mereka memperoleh upah sekitar Rp3 juta, angka yang terbilang lumayan untuk pekerjaan sampingan yang dilakukan hanya dalam waktu 14 hari.

"Saat menjadi sales rokok di tahun-tahun sebelumnya pun jumlah penghasilan yang ia peroleh tidak berkisar jauh," ujar Deden.


Tugas Berbahaya

Sifat penugasan mereka yang bisa dibilang sebagai aksi bantuan, mendapat tanggapan positif dari pihak kepolisian. Dengan adanya Satgas BBM, pengendara yang kehabisan bahan bakar bisa segera melanjutkan perjalanan dan tidak perlu berhenti terlalu lama di ruas tol.

Jangan kan mogok akibat kehabisan bahan bakar, jika ada kendaraan berhenti saja dapat memicu kemacetan di ruas tol, yang akan menambah beban penanganan oleh pihak kepolisian. 

Meskipun pos yang mereka jaga di rest area km 19 tol Jakarta-Cikampek terbilang kecil dan sederhana jika dibandingkan dengan pos di rest area lain, mereka merasa tugas yang diemban cukup berbahaya.

Bagaimana tidak, dengan hak istimewa berkendara menggunakan sepeda motor di jalan tol, membuat mereka harus berpacu dengan kendaraan roda empat atau lebih dengan ukuran yang jauh lebih tinggi.

"Walau jarak berkendara di dalam ruas tol yang diperbolehkan tidak terlalu jauh, hal itu cukup membuat kami takut," ujar Agri mengungkapkan risiko pekerjaan yang mereka jalani tersebut.

Bahkan tidak jarang mereka harus melaju melawan arah baik untuk mengantar BBM atau kembali ke rest area, tergantung di mana posisi kendaraan yang akan diisi berada. Melawan arah di dalam tol jelas sangat berbahaya. Embusan angin dari arah samping atau angin dari kendaraan yang melaju di dekat mereka semakin meningkatkan bahaya personel Satgas BBM yang hanya dibekali perangkat keamanan standar berupa helm half-face dan rompi anti-angin yang dilengkapi lapisan pemantul sinar sebagai penanda di malam hari.

Ditambah lagi situasi ketika ada mobil yang menyalip dari kiri atau dari bahu jalan, jika itu terjadi tepat di depan mereka tak ayal mereka pun bisa menjadi korban.

"Yang tadinya menolong lalu menjadi yang ditolong merupakan keadaan yang tidak lucu sama sekali," kata mereka berdua dengan diselingi canda.

Walau tahu berbahaya, ketika mendapat panggilan radio dari pihak keamanan atau petugas rest area lainnya saat ada kendaraan yang kehabisan bahan bakar, mereka harus siap mengantar di manapun posisinya. Dengan menggunakan sepeda motor bertransmisi matic 110 cc, lalu ditambah seperangkat boks berisi lima drum BBM yang masing-masing berkapasitas 10 liter di bagian belakang, sudah lebih dari cukup untuk menggoyahkan keseimbangan.

Akan tetapi, Deden mengaku jumlah dan volume drum yang dibawa jauh lebih baik daripada yang digunakan saat menjadi Satgas BBM tahun lalu. Pada 2016, drum yang dibawa hanya berjumlah tiga buah, namun dengan ukuran yang lebih besar sehingga lebih tidak stabil jika diangkut dengan sepeda motor. Walau tahu bahayanya, baik Deden dan Agri, tetap semangat dalam menjalankan tugasnya tersebut.

Bertugas siang-malam, tidur menumpang di pos keamanan, bukan masalah bagi mereka berdua yang ingin tetap bekerja secara halal meski tidak dapat berbagi kebahagiaan Lebaran dengan keluarga di rumah. Tugas mereka mulia, bagaikan malaikat penolong, saat sesamanya menghadapi keadaan darurat.

Editor: Elya

Sumber: Warta Ekonomi

T#g:mudikPertaminaSatgas BBMTol
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 17 Jan 2019 08:57

    Perbedaan Sebagai Kunci Toleransi Indonesia

    Belakangan, spanduk penolakan gereja di Jagakarsa, Jakarta Selatan viral beredar di media sosial. Dalam spanduk tersebut, tertulis bahwa warga Jagakarsa menolak gereja mengingat mayoitas penduduk di d

  • Sabtu, 12 Jan 2019 17:12

    Modus Arisan AW diduga Tipu Sejumlah IRT di Gunungsitoli Hingga Miliaran Rupiah

    Puluhan warga Kota Gunungsitoli datangi Mapolres Nias untuk membuat laporan pengaduan karena merasa ditipu oleh AW alias Ama Indah dengan modus arisan dengan kerugian mencapai satu miliar rupiah.Salah

  • Jumat, 07 Des 2018 11:27

    Resmikan BBM 1 Harga di Pulau Nias, Pertamina Siap Capai Target BBM 1 Harga 2018

    PT Pertamina (Persero) bersama dengan Kementerian ESDM meresmikan kembali SPBU Kompak 16.228.521 di Distrik Sitolu Ori-Kabupaten Nias Utara dan SPBU Kompak 16.228.810 di Distrik Hibala, Kabupaten Nias

  • Sabtu, 24 Nov 2018 15:24

    Personel Kodim 0824 Harus Selalu Menjaga Kemampuan Dasar Menembak

    Kodim 0824 Jember melaksanakan Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbak Jatri) Triwulan IV Tahun 2018 di Lapangan Tembak Zuber Yonif Raider 509/9/2 Kostrad, Kamis (22/11/2018).Bertindak sebagai Komanda

  • Kamis, 25 Okt 2018 08:25

    Wujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin melalui Pemimpin yang Tepat

    Indonesia adalah negara yang beragam. Namun dengan adanya beberapa khasus yang telah terjadi, menegaskan bahwa belum semua masyarakat di Indonesia menyadari dan menerima bahwa Indonesia merupakan nega

  • Kamis, 11 Okt 2018 17:11

    Dinas P3A Kabupaten Labuhanbatu Peringati Hari Anak Nasional

    Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Labuhanbatu memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2018. Acara ini dihadiri Plt Bupati Labuhanbatu, Dandim 0209/LB, tokoh agama, OPD d

  • Selasa, 02 Okt 2018 11:02

    Sinkronisasi dan Fasilitasi Penyelenggaraan Toleransi Sosial di Jember

    Kapendam V/Brw Kolonel Inf Singgih Pambudi Arianto, Kolonel Purn Suryadi Setiawan, Ibu Irama Devita SH.M.Kn. (Cucu   Pahlawan Jember Mochamad Sroedji) dan Bpk H.Iksan (Saksi Sejarah), menjadi nar

  • Senin, 01 Okt 2018 13:21

    Klub Gunungsitoli Idanoi Juarai Turnamen Wali Kota Cup 2018

    Klub Sepak Bola Kecamatan Gunungsitoli Idanoi akhirnya keluar sebagai Juara I (Pertama) pada turnamen Sepak Bola Wali Kota Cup Tahun 2018, Minggu (30/09/2018).Gunungsitoli Idanoi FC didaulat sebagai j

  • Jumat, 21 Sep 2018 08:00

    Modal Pistol Mainan, Ngaku Personil Polres Simalungun, Sudirman Peras Warga

    Aksi nekat dilakukan oleh Sudirman, penduduk Desa Penampaan Kec Deleng Pokhikisen Kab Aceh Tenggara. Bermodal Pistol mainan, Ia mengaku sebagai personil Polres Simalungun dan melakukan pemerasan kepad

  • Sabtu, 08 Sep 2018 11:58

    BNNK Gunungsitoli Ciduk Oknum Polisi Diduga Pengedar Shabu

    Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Gunungsitoli, Sumut, mengamankan dua orang pemakai sekaligus pengedar narkoba jenis shabu. Satu diantaranya, oknum polisi Briptu JAL alias Ucok Lubis, yang kerap k

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak