Kamis, 17 Agu 2017 13:03
Iklan Kota1
  • Home
  • Ekonomi
  • Harga Garam di Padang Lawas Utara Naik Hingga 100%

Harga Garam di Padang Lawas Utara Naik Hingga 100%

Paluta (utamanews.com)
Oleh: Yasir Harahap
Kamis, 27 Jul 2017 11:07
Dibaca: 208 kali
Dok
Akmal Soleh Tanjung

Akmal Soleh Tanjung, pemilik grosir bahan sembako di Pasar Gunung Tua, mengaku sepekan belakangan, pasokan garam yang ia terima kurang dan harganya naik hingga 100%.

"Minggu lalu masih bisa menjual garam dalam bungkus kecil seribu rupiah. Kita beli per packnya sembilan ribu. 1 pack berisi 10 bungkus kecil," kata Akmal Soleh Tanjung kepada UTAMANEWS, Kamis (27/7/2017).

Pekan ini, katanya, harga garam tersebut naik hingga mencapai Rp19.000 per pack.

Menurut informasi dari distributor garam langganannya, seperti yang dari Medan, Kisaran dan Rantau Prapat, penyebab naiknya harga garam adalah karena persediaan garam kurang atau terbatas.

Kata Akmal, kenaikan harga garam tersebut tak pelak membuat warga kaget, meski begitu katanya warga tetap membelinya.

Meski begitu, katanya, kenaikan bahan pokok campuran makanan ini tak membuat penjualannya menurun. Namun begitu, banyak pelanggan yang mengeluhkan kenaikan ini.

Terpisah, Mak Misbah, warga Lingkungan V, Kelurahan Pasar Gunung Tua, yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual makanan mengaku heran dengan naiknya harga garam.

"Sebelum bulan puasa kemarin harga garam sudah naik, biasanya 10 ribu, naik menjadi 13 hingga 15 ribu," ujarnya.

"Garam kan dari air laut, Indonesia yang dikelilingi laut kok bisa kekurangan garam," imbuhnya lagi.

Bagi penjual makanan, kata ibu dua orang anak ini, dengan naiknya harga garam yang dia tidak tau apa penyebabnya, otomatis modalnya jadi bertambah dan keuntungan dapat dipastikan berkurang.

"Biarpun harga garam naik, kita tidak bisa menaikkan harga makanan yang kita jual," tandasnya.

Ginda Harahap, ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Padang Lawas Utara menanggapi naiknya harga garam belakangan ini adalah merupakan hal yang biasa.

Saat ini katanya, sudah banyak petani garam yang berhenti karena biaya produksinya tinggi. Meskipun harga garam naik, menurutnya itu tidak mahal.

Ginda berharap pemerintah mampu mempertahankan stabilitas harga garam demi kesejahteraan petani garam. Pemerintah tidak harus mengimpor garam, karena katanya Indonesia dikelilingi dengan lautnya yang sangat luas.

"Itu hanya karena pasokan garam kita masih tergantung daerah lain, sehingga saat pasokan berkurang, kenaikan pun tak bisa dihindari," pungkasnya.

Editor: Sam

T#g:garampaluta
Berita Terkait
  • Senin, 14 Agu 2017 06:04

    Tiga Bacabup Sepakat, Cabup/Cawabup Harus Bebas Narkoba

    H. Riskon Hasibuan SE., Wabup Padang Lawas Utara (Paluta) petahana, yang digadang-gadang akan maju sebagai Calon Bupati (cabup) pada pilkada Paluta 2018 mendatang, menyambangi Ahmad Thamrin Harahap (ATH) di Jakarta, Kamis (10/8) lalu.

  • Sabtu, 12 Agu 2017 13:02

    Indonesia dinilai belum manfaatkan teknologi untuk produksi garam

    Susan Herawati, Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menilai impor garam yang setiap tahun dilakukan untuk mengatasi kelangkaan stok merupakan dampak dari tidak serius I

  • Jumat, 11 Agu 2017 19:01

    Warga Gunung Tua: Alhamdulillah, Hujan Turun

    Setelah sekian lama, berbulan-bulan Kabupaten Padang Lawas Utara dilanda kemarau panjang, akhirnya, pada hari Jum'at (11/8/2017) pada pukul 17.00 WIB, hujan yang dinanti-nanti pun mengguyur wilay

  • Jumat, 11 Agu 2017 14:41

    Camat Batang Onang Rutin Tinjau Pembangunan Dana Desa

    Untuk meminimalisir terjadinya pembangunan dana desa (DD) yang tidak sesuai dengan rencana dan kejanggalan ataupun kendala selama proses pembangunan, Camat Batang Onang Darman S.Sos, meninjau langsung

  • Kamis, 10 Agu 2017 20:10

    Camat Padang Bolak Tinjau Pekerjaan Dana Desa di Gunung Tua Tonga

    Camat Padang Bolak, Ali Ja'far Harahap meninjau pembangunan yang bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran 2017 di Desa Gunung Tua Tonga, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara,

  • Rabu, 09 Agu 2017 19:29

    Kwarcab Gerakan Pramuka Paluta Ikuti Rainas XI di Cibubur

    Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), yang diwakili oleh Asisten II, Ali Akbar Siagian melepas rombongan Gerakan Pramuka Paluta yang akan men

  • Selasa, 08 Agu 2017 20:48

    DPC PPP Paluta Buka Penjaringan Cabup/Cawabup

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) membuka penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Paluta mulai 19 Juli hingga 15 Agustus 2017

  • Selasa, 08 Agu 2017 19:58

    DPP PMP: Periksa dan Proses Sekwan DPRD Paluta

    Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Pergerakan Mahasiswa Padang Lawas Utara (DPP PMP PALUTA) melakukan unjuk rasa di halaman kantor DPRD Paluta, Jalan SM Raja, No 15 Lingkungan

  • Selasa, 08 Agu 2017 15:08

    Gema-baca Lakukan Aksi Tutup Mulut di Kejatisu

    Sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja aparat penegak hukum yang dinilai lambat dalam menyelesaikan kasus-kasus dugaan korupsi yang ada di Sumatera Utara, terkhusus di Kabupaten Padang Lawas Utara

  • Senin, 07 Agu 2017 20:37

    ATH: Semua Calon Bupati dan Wakil Bupati Mesti Ditest Urine, Darah dan Rambut

    Tidak mau ketinggalan dengan balon Bupati lainnya, Ahmad Thamrin Harahap SH MH (ATH) bersama tim mengembalikan formulir pendaftaran atau secara resmi mendaftar menjadi bakal cabup ke DPD Partai Nasdem

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak