Kamis, 19 Okt 2017 19:44
  • Home
  • Ekonomi
  • Harga Garam di Padang Lawas Utara Naik Hingga 100%

Harga Garam di Padang Lawas Utara Naik Hingga 100%

Paluta (utamanews.com)
Oleh: Yasir Harahap
Kamis, 27 Jul 2017 11:07
Dibaca: 309 kali
Dok
Akmal Soleh Tanjung

Akmal Soleh Tanjung, pemilik grosir bahan sembako di Pasar Gunung Tua, mengaku sepekan belakangan, pasokan garam yang ia terima kurang dan harganya naik hingga 100%.

"Minggu lalu masih bisa menjual garam dalam bungkus kecil seribu rupiah. Kita beli per packnya sembilan ribu. 1 pack berisi 10 bungkus kecil," kata Akmal Soleh Tanjung kepada UTAMANEWS, Kamis (27/7/2017).

Pekan ini, katanya, harga garam tersebut naik hingga mencapai Rp19.000 per pack.

Menurut informasi dari distributor garam langganannya, seperti yang dari Medan, Kisaran dan Rantau Prapat, penyebab naiknya harga garam adalah karena persediaan garam kurang atau terbatas.

Kata Akmal, kenaikan harga garam tersebut tak pelak membuat warga kaget, meski begitu katanya warga tetap membelinya.

Meski begitu, katanya, kenaikan bahan pokok campuran makanan ini tak membuat penjualannya menurun. Namun begitu, banyak pelanggan yang mengeluhkan kenaikan ini.

Terpisah, Mak Misbah, warga Lingkungan V, Kelurahan Pasar Gunung Tua, yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual makanan mengaku heran dengan naiknya harga garam.

"Sebelum bulan puasa kemarin harga garam sudah naik, biasanya 10 ribu, naik menjadi 13 hingga 15 ribu," ujarnya.

"Garam kan dari air laut, Indonesia yang dikelilingi laut kok bisa kekurangan garam," imbuhnya lagi.

Bagi penjual makanan, kata ibu dua orang anak ini, dengan naiknya harga garam yang dia tidak tau apa penyebabnya, otomatis modalnya jadi bertambah dan keuntungan dapat dipastikan berkurang.

"Biarpun harga garam naik, kita tidak bisa menaikkan harga makanan yang kita jual," tandasnya.

Ginda Harahap, ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Padang Lawas Utara menanggapi naiknya harga garam belakangan ini adalah merupakan hal yang biasa.

Saat ini katanya, sudah banyak petani garam yang berhenti karena biaya produksinya tinggi. Meskipun harga garam naik, menurutnya itu tidak mahal.

Ginda berharap pemerintah mampu mempertahankan stabilitas harga garam demi kesejahteraan petani garam. Pemerintah tidak harus mengimpor garam, karena katanya Indonesia dikelilingi dengan lautnya yang sangat luas.

"Itu hanya karena pasokan garam kita masih tergantung daerah lain, sehingga saat pasokan berkurang, kenaikan pun tak bisa dihindari," pungkasnya.

Editor: Sam

T#g:garampaluta
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Okt 2017 13:18

    Kabid Bina Marga PU & PR Paluta Bantah sebut "Semua Kontraktor Maling"

    Kabid Bina Marga Dinas PU & PR Paluta membantah dan menyatakan tidak pernah mengeluarkan pernyataan "Semua Kontraktor Maling''.

  • Rabu, 18 Okt 2017 10:28

    Diduga Karena Kritiki Kinerja Kades, Warga Dipukuli

    Muhammad Paisal Hasibuan mengalami aksi pemukulan, di desa Pagar Gunung, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Selasa (17/10/2017)."Saat musyawarah desa saya mengkritiki kinerja dari kep

  • Jumat, 13 Okt 2017 10:33

    Dinasti Paluta memicu Pemerintahan yang makin buruk

    Pada Tahun 2018 Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) akan ikut dalam agenda Pilkada serentak. Namun, pasangan calon peserta Pilkada diperkirakan tidak banyak.

  • Jumat, 13 Okt 2017 06:03

    Kontraktor Komentari Pernyataan Kabid Bina Marga Dinas PU Paluta, "Semua Kontraktor Maling"

    Terkait pernyataan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Padang Lawas Utara, M. Nuh Pulungan 'Semua Kontraktor Maling' muncul beragam komentar di kalangan kontraktor.Salah seorang

  • Kamis, 12 Okt 2017 12:02

    Kabid Bina Marga PU Paluta: Semua Kontraktor Maling

    M. Nuh Pulungan, beberapa waktu yang lalu pernah melontarkan kata kata 'Semua Kontraktor maling'.

  • Selasa, 10 Okt 2017 17:00

    Panwascam Se-Kabupaten Paluta Dilantik

    Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Se-Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang akan bertugas pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara serta pemilihan Bupati dan Wakil

  • Minggu, 01 Okt 2017 10:11

    ATH Berikan Bantuan Kostum Olahraga di Padang Bolak dan Portibi

    Ahmad Thamrin Harahap (ATH) mengunjungi desa Batang Baruhar Julu, Kecamatan Padang Bolak dan desa Gunung Manaon Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sabtu (30/9/2017).Dalam kunjungannya, B

  • Selasa, 19 Sep 2017 14:09

    Panwaslih Paluta Buka Pendaftaran Panwascam

    Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) membuka pendaftaran untuk Panwas Kecamatan (Panwascam).

  • Sabtu, 16 Sep 2017 15:16

    SMAN 1 Portibi Butuh Ruang Kelas Baru

    SMAN 1 Portibi, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara saat ini sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah, khususnya untuk membangun ruang kelas tambahan.

  • Jumat, 01 Sep 2017 14:01

    Catatan Panja DPRD Paluta, tindak lanjut LHP BPK-RI oleh Pemkab Paluta TA 2016

    Mengutip Laporan Panitia Kerja (Panja) DPRD Paluta, tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) atas laporan keuangan, sistem pengendalian intern

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak