Rabu, 21 Feb 2018 20:29
  • Home
  • Ekonomi
  • Dongkrak Ekonomi Kreatif, Putra Daerah Ini Inisiasi Gerakan Memakmurkan Cirebon

Dongkrak Ekonomi Kreatif, Putra Daerah Ini Inisiasi Gerakan Memakmurkan Cirebon

Cirebon (utamanews.com)
Oleh: Rls
Kamis, 06 Apr 2017 18:13
Dibaca: 292 kali
Sudah jadi "rahasia umum" bahwa Cirebon memiliki potensi unggul di bidang ekonomi kreatif mulai dari hasil karya seni, destinasi pariwisata, fashion, hingga kuliner.


Namun sayangnya, segala potensi tersebut belum mampu menopang perekonomian kota Cirebon, apalagi membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya.

"Ekonomi kreatif di Cirebon belum dikelola secara maksimal, akibatnya Cirebon masih mengalami kemunduran dibanding daerah-daerah lain di Jawa Barat. Padahal, bila dikelola secara tepat, dan konsisten bisa menjadi sumber kekuatan baru bagi pertumbuhan ekonomi," ujar Anggawira, pengusaha muda nasional.

Berangkat dari keprihatinannya melihat kondisi kota Cirebon yang belum memunjukan tanda- tanda kemajuan selama beberapa dasawarsa, putra daerah ini menginisiasi sebuah gerakan yang menjadi ujung tombak kemajuan ekonomi di Cirebon. Lewat "Gerakan Memakmurkan Cirebon", Anggawira berkomitmen ingin mengangkat harkat martabat masyarakat Cirebon melalui industri kreatif yang memiliki value dan marketable. 

"Gerakan ini menginisiasi lahirnya entrepreneur muda di Cirebon yang bukan hanya mampu menghasilkan kreasi, namun juga cermat dalam menangkap peluang pasar yang mendatangkan keuntungan. Dengan begitu, kreasi yang mereka hasilkan bukan hanya menciptakan nilai keindahan, tapi juga nilai ekonomi tinggi," ungkap Ketua BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini. 

Lebih lanjut, Anggawira memaparkan dua faktor yang menjadi penghambat ekonomi kreatif di Cirebon. Pertama, kata Anggawira, kebanyakan generasi muda di Cirebon belum memiliki kesadaran untuk berwirausaha. Mereka masih terpaku menjadi karyawan, atau berpikir untuk urbanisasi ke Jakarta dan kota- kota besar lainnya di Jakarta. Padahal, menurutnya banyak anak- anak muda di Cirebon yang mahir 

membuat kerajinan batik, kerajinan gerabah, kerajinan kerang dan lain-lain sebagai hasil warisan turun-temurun. 

"Tapi masalahnya mereka belum punya jiwa ekonomi yang kuat. Yang mereka pikirkan hanya ingin mencari pekerjaan, punya gaji cukup untuk membiayai kebutuhan hidup sehari- hari. Nah, lewat gerakan ini kami ingin mencoba merubah mindset mereka, dan mendidik mereka untuk memiliki jiwa entrepreneur yang tangguh," jelas Anggawira. 

Faktor kedua, lanjut Anggawira, yakni masalah akses permodalan. Ongkos produksi barang- barang kerjaninan memang tak bisa dibilang murah, terlebih bagi pengusaha-pengusaha kecil menengah atau yang baru merintis. Tak jarang, usaha mereka harus berhenti ditengah jalan karena kehabisan modal, sementara industri kerjajinan kelas kakap semakin mendominasi pasar. 

"Masalah ini mungkin kedengarannya klise namun itulah kenyataannya, persoalan semacam ini belum mampu diatasi pemerintah. Untuk itu, kami ingin mendorong terbentuknya sebuah regulasi pembiayaan permodalan dengan bunga rendah, dan akses cepat bagi para pelaku usaha kreatif di Cirebon," imbuh Anggawira.

Editor: Herda

T#g:Cirebonekonomi
Berita Terkait
  • Jumat, 16 Feb 2018 22:16

    Syamsul Arifin Minta Djarot-Sihar Majukan Perekonomian Masyarakat Menengah- Bawah

    Mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Datok Sri Syamsul Arifin tak menduga bertemu pasangan Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur Sumut nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus di warung soto

  • Kamis, 01 Feb 2018 08:41

    Gubernur Dukung Anak-anak Muda Jadi Entrepreneur Cemerlang

    Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi memberi motivasi kepada para pengusaha muda yang tergabung dalam Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Sumatera Utara."Tanamkanlah semangat untuk maju

  • Rabu, 31 Jan 2018 11:41

    Perekonomian Sumatera Utara Semakin Membaik

    Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan tahun 2018 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumbagut, Santika Dyandra Hotel,

  • Jumat, 05 Jan 2018 20:35

    Gerindra Bantu Warga Cirebon Luka Bakar Kecelakaan Kerja di Bekasi

    Rukmantara, 54 tahun, warga Gang Bhakti, RT02/04, Desa Karang Sembung, Kecamatan Karang Sembung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menderita luka bakar yang tak kunjung sembuh di sebagian tubuhnya. Ia ju

  • Jumat, 15 Des 2017 13:15

    World Economic Forum: Daya Saing Infrastruktur Transportasi Indonesia Naik 10 Tingkat

    World Economic Forum mencatat peringkat daya saing infrastruktur transportasi Indonesia mengalami peningkatan 10 (sepuluh) peringkat, dari ranking ke-62 pada tahun 2015 menjadi ranking ke-52 dengan ni

  • Kamis, 07 Des 2017 21:47

    Angin Koncang, Sudah Seminggu Nelayan Tak Melaut

    Nasib nelayan kecil di wilayah perairan Kabupaten Batubara semakin terpuruk. Pasalnya, angin kencang melanda wilayah tersebut sehingga membuat para nelayan kecil ini tidak dapat melaut.Pantauan Wartaw

  • Senin, 27 Nov 2017 18:07

    Gas LPG 3 Kg Langka di Palas, Rp 30.000 per Tabung

    Sejumlah ibu rumah tangga dan warga masyarakat di beberapa kecamatan di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) sejak sepekan terakhir merasa kebingungan mencari gas LPG bersubsidi ukuran tabung 3 Kg, y

  • Jumat, 10 Nov 2017 19:10

    Harga Jual Beras di Palas Melonjak

    Tercatat selama dua minggu terakhir, harga jual beras lokal di tingkat pengecer dan grosir di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengalami kenaikan mencapai Rp 20.000/karung ukuran 30 kg. Kenaikan ha

  • Senin, 06 Nov 2017 11:56

    Bukalapak Bersama CIMB Principal Asset Management Ajak Rakyat Berinvestasi di BukaReksa

    Dalam rangka meningkatkan literasi investasi serta keamanan berinvestasi reksa dana, Bukalapak bekerjasama dengan CIMB Principal Asset Management menggelar roadshow edukasi BukaReksa yang sebelumnya t

  • Kamis, 02 Nov 2017 18:52

    Tiga Hari Buka, 25 Unit Betor TVS Terjual

    Minat warga di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) untuk membeli becak bermotor (betor), dengan sepeda motor bermerek TVS tipe Max, 125 cc, dirasa cukup tinggi dalam membangun usaha sendiri.Kenyataa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak