Rabu, 13 Des 2017 20:09
  • Home
  • Ekonomi
  • Bangun Ekosistem Ekonomi Baru, Bukalapak Hadirkan BukaEmas

Bangun Ekosistem Ekonomi Baru, Bukalapak Hadirkan BukaEmas

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Rls
Selasa, 18 Jul 2017 20:08
Dibaca: 238 kali
Dok
(Dari kiri ke kanan) Indra Sjuriah – CMO PT Sinar Rezeki Handal (Indo Gold) dan Achmad Zaky – Founder dan CEO Bukalapak
Bukalapak kembali memperkenalkan berbagai kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan jual beli logam mulia secara online dalam acara grand launching BukaEmas hari ini, Selasa (18/7).

Sejak diluncurkan pada bulan Juni 2017, pengguna BukaEmas di Bukalapak saat ini sudah hampir mencapai angka 110 ribu dan diprediksikan untuk terus meningkat sepanjang tahun ini. 

Selain itu pula, mulai periode 18 hingga 30 Juli 2017, pengguna bisa mendapatkan bonus saldo emas di BukaEmas senilai 10% dari nilai pembelian emas dengan minimal pembelian emas 0.5 gram, dan maksimal bonus yang diberikan senilai 0.1 gram.

Acara ini dihadiri oleh Indra Sjuriah selaku CMO dari PT Sinar Rezeki Handal (Indo Gold) selaku mitra kerjasama dalam BukaEmas ini. 

Achmad Zaky selaku Founder dan CEO Bukalapak mengemukakan, "Dengan adanya BukaEmas kami berharap masyarakat tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga di daerah dapat membeli emas secara online dengan mudah dan terjangkau. Karena pembelian emas di BukaEmas, tidak harus kelipatan nominal tertentu seperti pada umumnya, tapi masyarakat bisa membeli serendah 5 miligram emas di BukaEmas."

Zaky menambahkan bahwa Bukalapak selalu berupaya untuk menghadirkan fitur-fitur yang merakyat, karena kami ingin memberikan nilai lebih kepada masyarakat Indonesia.

BukaEmas juga diharapkan agar dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang sibuk namun ingin membeli emas menjadi lebih mudah dengan BukaEmas. Emas akan diantar langsung ke alamat pembeli dan pengirimannya terasuransi atau barang akan diganti 100% jika ada kesalahan dari pihak logistik dalam proses pengiriman. Selain itu, kepingan emas yang dijual di BukaEmas resmi dari PT Aneka Tambang (ANTAM) dan terakreditasi LBMA (London Bullion Market Association). Sehingga pengguna tidak perlu khawatir akan keamanan dan keaslian dari emas di BukaEmas.

"Saat ini masyarakat Indonesia menganggap emas sebagai salah satu investasi yang menguntungkan, karena emas menjadi barang yang harganya cenderung terus meningkat setiap tahun dan jarang terjadi penurunan secara signifikan. Meski emas adalah instrumen investasi tertua, bukan berarti logam mulia ini tidak mempunyai daya tarik yang tinggi. Justru emas merupakan salah satu portofolio investasi teraman dari dampak inflasi dan fluktuasi ekonomi. Melalui kerja sama ini, kami dari Indo Gold berharap untuk ikut serta dalam menawarkan investasi emas ke berbagai kalangan masyarakat dengan harga yang terjangkau," ujar Indra Sjuriah, selaku CMO dari Indo Gold.

BukaEmas selalu melakukan pemutakhiran harga emas secara real time. Transaksinya pun mudah karena cukup menggunakan saldo BukaDompet. Emas pengguna akan disimpan di penyimpanan emas milik IndoGold. Jika pengguna ingin menarik emas yang telah dibeli, maka pengguna cukup membayar biaya sertifikat dan ongkos kirimnya.

"Kami yakin dengan pertumbuhan dan perkembangan Bukalapak sebagai ekosistem, kami mampu berkontribusi untuk memutarkan roda perekonomian Indonesia bukan hanya dengan penjualan dan pembelian produk, tetapi juga dengan kebiasaan untuk menabung dan berinvestasi. Mari ikut berinvestasi di BukaEmas," tutup Achmad Zaky.

Editor: Elya

T#g:Bukalapakekonomiemas
Berita Terkait
  • Kamis, 07 Des 2017 21:47

    Angin Koncang, Sudah Seminggu Nelayan Tak Melaut

    Nasib nelayan kecil di wilayah perairan Kabupaten Batubara semakin terpuruk. Pasalnya, angin kencang melanda wilayah tersebut sehingga membuat para nelayan kecil ini tidak dapat melaut.Pantauan Wartaw

  • Senin, 27 Nov 2017 18:07

    Gas LPG 3 Kg Langka di Palas, Rp 30.000 per Tabung

    Sejumlah ibu rumah tangga dan warga masyarakat di beberapa kecamatan di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) sejak sepekan terakhir merasa kebingungan mencari gas LPG bersubsidi ukuran tabung 3 Kg, y

  • Jumat, 10 Nov 2017 19:10

    Harga Jual Beras di Palas Melonjak

    Tercatat selama dua minggu terakhir, harga jual beras lokal di tingkat pengecer dan grosir di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengalami kenaikan mencapai Rp 20.000/karung ukuran 30 kg. Kenaikan ha

  • Senin, 06 Nov 2017 11:56

    Bukalapak Bersama CIMB Principal Asset Management Ajak Rakyat Berinvestasi di BukaReksa

    Dalam rangka meningkatkan literasi investasi serta keamanan berinvestasi reksa dana, Bukalapak bekerjasama dengan CIMB Principal Asset Management menggelar roadshow edukasi BukaReksa yang sebelumnya t

  • Kamis, 02 Nov 2017 18:52

    Tiga Hari Buka, 25 Unit Betor TVS Terjual

    Minat warga di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) untuk membeli becak bermotor (betor), dengan sepeda motor bermerek TVS tipe Max, 125 cc, dirasa cukup tinggi dalam membangun usaha sendiri.Kenyataa

  • Kamis, 02 Nov 2017 09:42

    Dunia Usaha Apresiasi Kinerja Pemprov Sumut Dipimpin Tengku Erry

    Kalangan dunia usaha di daerah ini mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di bawah kepemimpinan Gubernur Tengku Erry Nuradi.

  • Senin, 23 Okt 2017 20:03

    Bupati: Menabung dengan Emas merupakan Keputusan Bijak

    Menabung dengan emas merupakan keputusan yang bijak. Karena menabung emas lebih terjamin dibanding main saham serta memiliki kelebihan antara lain tidak terpengaruh oleh inflasi. Hal itu dikatakan Bup

  • Jumat, 20 Okt 2017 11:40

    Diskusi KMI, CSIS Nilai Capaian Ekonomi Jokowi Naik Signifikan

    Pencapaian yang diperoleh Pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi, selama tiga tahun memimpin, mengalami kenaikan signifikan, terutama untuk bidang ekonomi.Penilaian ini disampaikan peneliti dari The Cen

  • Kamis, 12 Okt 2017 09:02

    Tengku Erry Optimis Inflasi Sumut Stabil

    Memasuki triwulan III tahun 2017, tingkat inflasi di Sumut mencapai 1,82 persen. Angka ini masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 2,66 persen. Begitupun, diharapkan tingkat inflasi di Sumut h

  • Rabu, 11 Okt 2017 15:51

    Langka, LPG 3 Kg di Palas Rp 30.000/Tabung

    Tercatat sejak sepekan terakhir distribusi tabung gas LPG bersubsidi ukuran tabung 3 kilogram (Kg)  di sejumlah daerah di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengalami Kelangkaan. Harganya berkisar Rp

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak