Rabu, 14 Nov 2018 08:36
HUT Pemkab Labuhanbatu

3 Metode Pembayaran Terunik di Dunia

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tessa
Selasa, 03 Jul 2018 00:03
Sekitarduniaunik.com
Ilustrasi
Metode pembayaran masa kini memiliki sistem pembayaran yang beragam, mulai dari pembayaran dengan menggunakan mata uang atau menggunakan kartu kredit. Hal ini mungkin sudah biasa mengingat kita sudah memasuki era modern, dimana sistem pembayaran telah mengalami kemajuan.

Zaman nenek moyang dahulu, jauh sebelum zaman modern, sistem pembayaran bukanlah menggunakan mata uang, namun menggunakan sistem barter, atau bertukar barang atas persetujuan kedua belah pihak. Sistem pembayaran ini telah lama menghilang, karena dinilai kurang praktis. Namun siapa sangka, sistem pembayaran kuno ini masih berlaku di zaman modern sekarang ini. Berikut adalah metode pembayaran terunik di dunia modern saat ini :

1. Batu besar

Batu merupakan hasil kekayaan alam yang memiliki nilai jual, baik batu kerikil yang kecil hingga batu alam yang berukuran besar, karena bisa digunakan sebagai bahan bangunan untuk membuat rumah, gedung, bangunan lainnya hingga jalan raya. Sejatinya transaksi dengan menggunakan batu, tentu tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh siapapun. Namun siapa sangka, batu memiliki nilai berharga yang bisa dijadikan sebagai alat pembayaran yang sah.



Di sebuah Kepulauan di Samudera Pasifik, yang bernama Mikronesia, menjadikan batu sebagai sarana pembayaran. Penduduk setempat yang mendiami Pulau Yap masih menggunakan batu sebagai mata uang alternatif, untuk menjaga tradisi nenek moyangnya. Semakin besar ukuran batu, maka semakin tinggi nilainya.

2. Tutup Botol

Kalau biasanya tutup botol yang kita jumpai tidak memiliki nilai jual apapun, dan dibuang begitu saja, bahkan berserakan. Namun hal ini tidak berlaku di negara Kamerun. Masyarakat yang tinggal di negara bagian Afrika Tengah ini justru menggunakan tutup botol sebagai alat pembayaran untuk membeli barang yang bernilai kecil dan juga membayar jasa sederhana.

Asal muasal tutup botol digunakan sebagai alat pembayaran di Kamerun adalah promosi yang dilakukan oleh perusahaan bir setempat yang menawarkan berbagai hadiah menarik di balik tutup botolnya. Bisa dibilang mirip undian berhadiah seperti di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk menarik minat konsumen dengan iming-iming hadiah di balik tutup botol produk mereka. Maka sejak saat itu, tutup botol memiliki nilai tersendiri di negara tersebut.

3. Bayar Listrik dengan Hasil Pertanian dan Ternak

Pembayaran listrik yang biasa kita lakukan adalah dengan menggunakan voucher. Namun jauh sebelum voucher listrik berlaku, pembayaran listrik yang satu ini terbilang cukup unik, yakni dengan menggunakan hasil pertanian dan peternakan. Transaksi unik ini terjadi sejak tahun 2011 lalu di empat Desa di Probolinggo, yakni Desa Tiril, Desa Roto, Desa Andung Biru dan Desa Sumber Duren.

Menurut salah satu warga Desa Andung Biru, M. Rosyid, kisah unik ini bermula pada tahun 1990 lalu. Awalnya, desa-desa di daerah tersebut mengalami gelap gulita ketika malam tiba, karena belum terjamah oleh aliran listrik. Sebagai langkah antisipasi awal, dia beserta warga lainnya berinisiatif untuk mendirikan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro).

Waktu kapasitas listrik yang dihasilkan sangat kecil, hanya mencapai 16kW, yang hanya mampu menerangi beberapa rumah saja. Sampai pada tahun 2011, PGN (Perusahaan Gas Negara) dan Universitas Brawijaya memberikan unit bantuan tambahan PLTMH berkapasitas 40kW. Sejak saat itu, setiap rumah di empat Desa tersebut mendapat meteran listrik di rumahnya.

Untuk pembayarannya, warga tidak perlu membayarnya dengan menggunakan uang, melainkan boleh dengan hasil pertanian dan hewan ternak.
Editor: Yaya

Sumber: Sekitarduniaunik.com

T#g:bartertransaksiuang
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Rabu, 05 Sep 2018 17:15

    Kasum TNI: Wujudkan Pengelolaan Keuangan Akuntabel di Lingkungan Mabes TNI

    Dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel di lingkungan unit organisasi Mabes TNI sehingga mencapai good governance dan clean government, maka para pejabat perbendahar

  • Selasa, 26 Jun 2018 13:06

    Kepala Dusun di Langkat Serahkan Penyalur Money Politic Ke Aparat

    Suriadi, Kepala Dusun I Desa Tanjung Mulia Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat bersama 2 warga setempat, Miswanto dan Edi Susanto, menyerahkan 2 orang terduga pelaku penyalur "money politic" ke aparat

  • Jumat, 15 Jun 2018 20:15

    Fakta Soal Sejarah Penemuan uang

    Uang telah menjadi bagian hidup manusia. Kita semua butuh uang untuk memenuhi hajat kehidupan sehari-hari. Tapi agaknya kita sering lupa tentang asal mula kapan sebenarnya uang pertama kali hadir dalam kehidupan manusia?

  • Rabu, 09 Mei 2018 09:09

    Audensi DPC BPK'45 dengan Komandan Kodim 0824 Jember

    Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Arif Munawar menerima audensi Dewan Pengurus Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan'45 (DPC BPK'45) yang merupakan organisasi wadah para veteran pejuang kemerdekaa

  • Rabu, 08 Jun 2016 20:42

    Polsek Patumbak tangkap pembuat uang palsu pecahan Rp50 ribu

    Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Patumbak berhasil meringkus pembuat uang palsu dini hari tadi, Rabu (8/6/2016). Petugas juga menyita barang bukti 700 lembar uang kertas palsu pecahan Rp50.000 dan 50

  • Selasa, 07 Jun 2016 09:23

    Bank Indonesia siapkan Rp1,82 triliun hadapi lebaran di Sulawesi Utara

    Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) menyiapkan dana tunai sebesar Rp1,82 triliun dalam menghadapi Lebaran tahun 2016 di daerah tersebut."Kami mempersiapkan uang kartal sebesar Rp1,82

  • Minggu, 05 Jul 2015 23:41

    Warga jalan Rakyat Medan Perjuangan resah dengan pembangunan Tower

    Pembangunan Tower di Jalan Rakyat tepatnya di simpang Jl. Pelita IV  Lingk. XII di Kelurahaan Sidorame Timur. Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan, cukup meresahkan warga. Pasalnya Tower dengan

  • Rabu, 24 Jun 2015 08:30

    Kabag Anggaran Biro Keuangan optimis Pemprovsu Lunasi DBH TA 2013

    Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2013 untuk kabupaten/kota, termasuk Pemko Medan akan dilunasi paling lambat pada bulan Juli 2015 ini. Pada tahun 2014, Pemprov sudah membayar sebesar Rp.391,6 milyar dan si

  • Selasa, 05 Mei 2015 18:50

    WN Malaysia Kedapatan Kumpul Kebo selama 2 tahun di Medan

    Zhafiv bin Zam Zuri (26) warga negara Malaysia asal Kuala Lumpur/Selangor, terjaring dalam razia yang dilakukan oleh Muspika Kecamatan Medan Perjuangan, Senin (4/5/2015) malam. Informasi yang diperole

  • Selasa, 01 Apr 2014 14:50

    Humbahas bertekad raih kembali penilaian terbaik dari BPK

    Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) kembali menargetkan perolehan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) 2014, berdasarkan laporan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Provinsi Sumatera Utara, yang meggamb

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak