Minggu, 24 Sep 2017 13:47

Terindikasi Bayar Upah di Bawah UMK, PT SHBM Terancam Dipidana

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Maulana Syafii
Selasa, 12 Sep 2017 15:42
Dibaca: 142 kali
Dok
Kasi Pengupahan dan Jaminan Sosial, Muhammad Idrisman Mendefa, dan Kabid Hubungan Industri Disnaker Palas, Ahmad Alkindi Kudadiri, Selasa (12/9/2017)

Manajemen PT. Sumber Huta Baru Makmur (PT. SHBM) yang sudah sejak sekitar tahun 2005 silam, menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit di Desa Siali-ali, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), terindikasi membayar upah pekerjanya di bawah UMK Palas tahun 2017.

Seperti diketahui, upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Palas tahun 2017, ditetapkan sebesar Rp2.146.868. Penetapan UMK Kabupaten Palas ini dinilai lebih tinggi sebesar Rp.185.514 dari UMP Provinsi Sumut yang telah ditetapkan berdasar SK Gubsu nomor : 188.44/623/KPTS/2016 tanggal 28 Oktober 2016, yakni sebesar Rp1.961.354.

Didampingi Kasi Pengupahan dan Jaminan Sosial, Muhammad Idrisman Mendefa, Kabid Hubungan Industri Disnaker Palas, Ahmad Alkindi Kudadiri, Selasa (12/9/2017) menyebutkan, pemberian upah kepada pekerja di bawah ketentuan UMK merupakan tindak pidana kejahatan. 

"Ini ditegaskan dalam ayat 1 Pasal 90 undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menyebutkan, pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89," ungkap Alkindi. 

"Pada pasal 185, ayat 1 disebutkan, barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 68, Pasal 69 ayat (2), Pasal 80, Pasal 82, Pasal 90 ayat (1), Pasal 143, dan Pasal 160 ayat (4) dan ayat (7), dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama empat tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100.000.000, dan paling banyak Rp 400.000.000," tegasnya.

Kemudian, lanjut Alkindi, pada ayat 2 ditegaskan lagi, tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, Pasal 185 undang-undang ketenagakerjaan, merupakan tindak pidana kejahatan. 

"Bila terbukti nantinya, selama ini PT. SHBM memberikan upah kepada karyawannya dengan upah di bawah UMK Kabupaten Palas tahun 2017, maka perusahaan PT. SHBM terancam tindak pidana kejahatan," tandasnya. 

Sementara, informasi diperoleh dari sejumlah karyawan PT SHBM yang disebutkan namanya menyatakan, hingga bulan Agustus 2017, masih ada pegawai atau karyawan di perusahaan swasta tersebut menerima upah di bawah UMK.

"Ini bukti pembayaran gaji kami (karyawan PT SHBM-red) di tanggal 31 Agustus 2017, pak. Nanti aku kirimkan via WA, ya pak. Tapi, jangan sampai ketahuan ini dari saya, ya pak," ucapnya.

Ketika persoalan ini ditanya kepada Asisten PT. SHBM, Abdul Hadi Lubis, saat pertemuan monitoring bersama KC FSPMI Palas dan Disnaker Palas, pada Rabu (6/9/2017) minggu lalu menyatakan, pihaknya akan menyampaikan persoalan ini pada pimpinan perusahaan.

Editor: Sam

T#g:FSPMIPalasUMK
Berita Terkait
  • Sabtu, 23 Sep 2017 12:13

    Arahkan Kadis PU dan Kabid Bina Marga ke ranah Hukum

    Dugaan pengerjaan paket proyek peningkatan jalan hotmix yang nyaris setiap tahunnya dikerjakan secara asal di Kabupaten Padang Lawas, sejumlah kalangan di Palas, meminta agar Kepala Dinas Pekerjaan Um

  • Sabtu, 23 Sep 2017 12:03

    Sejumlah Kalangan Sesalkan Kelulusan Suparwito Sebagai TA-ID

    Sejumlah kalangan menyesalkan Suparwito yang selama ini menjadi Staf Tehnik Pendamping Tehnik Desa lolos dalam pengumuman Satker Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) Sumut sebagai Te

  • Rabu, 20 Sep 2017 18:10

    Pesangon Karyawan Belum Dibayar, Disnaker Palas Surati PT. Grafindo

    Hingga kini manajemen PT Grafindo Media Pratama, salah satu perusahaan penerbitan buku pelajaran terbesar di Indonesia, belum juga menyelesaikan pembayaran uang pesangon kepada karyawannya, atas nama

  • Rabu, 20 Sep 2017 17:40

    Satu Jemaah Haji Sosa Wafat di Madinah

    Dari sebanyak 81 orang jemaah haji asal Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas, satu orang jemaah haji atas nama Hj. Tiawan Sari Binti Mara Suaduon, warga Desa Pasar Ujung Batu, Bukit berbunga, dinyata

  • Selasa, 19 Sep 2017 21:59

    Jalan Provsu Sosopan-Sibuhuan Terancam Putus Lagi

    Musim hujan datang, kondisi dan keadaan jalan Provinsi Sumut (Provsu) Sosopan-Sibuhuan, di titik Desa Hulim dan Desa Sianggunan, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) terancam putus lagi.&

  • Selasa, 19 Sep 2017 15:59

    Diduga Serobot Tanah Warga, Hima Palas Riau Somasi PT. PHG

    Diduga telah melakukan penyerobotan lahan masyarakat di Desa Parapat, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), atas nama Amaran Hasibuan, Himpunan Mahasiswa (Hima) Palas melakukan somasi terhad

  • Senin, 18 Sep 2017 21:28

    Pekerja Tidak Didaftarkan BPJS, Perusahaan Bisa Kena Sanksi

    Bila diketahui masih ada perusahaan yang beroperasi di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), dan perusahaan tidak atau belum mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta BPJS, maka perusahaan bisa dikenak

  • Senin, 18 Sep 2017 08:38

    LPM Unimed Dampingi Pengusaha Mikro di Asahan untuk Inovasi Produk

    Keberadaan usaha mikro sangat penting khususnya dalam menopang perekonomian nasional. Peran strategis usaha miko tersebut tidak diragukan lagi terutama kemampuan usaha mikro tersebut untuk mempertahan

  • Jumat, 15 Sep 2017 10:55

    Rp21,7 Triliun DD Huragi 2017 untuk Infrastruktur Pedesaan

    Akumulasi jumlah dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD), yang diterima sebanyak 31 desa di Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Kabupaten Padang Lawas (Palas) di tahun 2017 mencapai sedikitnya sebe

  • Kamis, 14 Sep 2017 08:54

    Harga Karet Alam di Palas Rp7.500/Kg

    Tercatat sejak dua bulan terakhir, harga jual getah karet alam di tingkat petani di Kabupaten Padang Lawas (Palas) masih stabil, yakni berada di level Rp6.000 sampai Rp7.500/Kg.Paijan Hasibuan, satu p

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak