Minggu, 25 Feb 2018 06:58

Terindikasi Bayar Upah di Bawah UMK, PT SHBM Terancam Dipidana

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Maulana Syafii
Selasa, 12 Sep 2017 15:42
Dibaca: 378 kali
Dok
Kasi Pengupahan dan Jaminan Sosial, Muhammad Idrisman Mendefa, dan Kabid Hubungan Industri Disnaker Palas, Ahmad Alkindi Kudadiri, Selasa (12/9/2017)

Manajemen PT. Sumber Huta Baru Makmur (PT. SHBM) yang sudah sejak sekitar tahun 2005 silam, menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit di Desa Siali-ali, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), terindikasi membayar upah pekerjanya di bawah UMK Palas tahun 2017.

Seperti diketahui, upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Palas tahun 2017, ditetapkan sebesar Rp2.146.868. Penetapan UMK Kabupaten Palas ini dinilai lebih tinggi sebesar Rp.185.514 dari UMP Provinsi Sumut yang telah ditetapkan berdasar SK Gubsu nomor : 188.44/623/KPTS/2016 tanggal 28 Oktober 2016, yakni sebesar Rp1.961.354.

Didampingi Kasi Pengupahan dan Jaminan Sosial, Muhammad Idrisman Mendefa, Kabid Hubungan Industri Disnaker Palas, Ahmad Alkindi Kudadiri, Selasa (12/9/2017) menyebutkan, pemberian upah kepada pekerja di bawah ketentuan UMK merupakan tindak pidana kejahatan. 

"Ini ditegaskan dalam ayat 1 Pasal 90 undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menyebutkan, pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89," ungkap Alkindi. 

"Pada pasal 185, ayat 1 disebutkan, barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 68, Pasal 69 ayat (2), Pasal 80, Pasal 82, Pasal 90 ayat (1), Pasal 143, dan Pasal 160 ayat (4) dan ayat (7), dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama empat tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100.000.000, dan paling banyak Rp 400.000.000," tegasnya.

Kemudian, lanjut Alkindi, pada ayat 2 ditegaskan lagi, tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, Pasal 185 undang-undang ketenagakerjaan, merupakan tindak pidana kejahatan. 

"Bila terbukti nantinya, selama ini PT. SHBM memberikan upah kepada karyawannya dengan upah di bawah UMK Kabupaten Palas tahun 2017, maka perusahaan PT. SHBM terancam tindak pidana kejahatan," tandasnya. 

Sementara, informasi diperoleh dari sejumlah karyawan PT SHBM yang disebutkan namanya menyatakan, hingga bulan Agustus 2017, masih ada pegawai atau karyawan di perusahaan swasta tersebut menerima upah di bawah UMK.

"Ini bukti pembayaran gaji kami (karyawan PT SHBM-red) di tanggal 31 Agustus 2017, pak. Nanti aku kirimkan via WA, ya pak. Tapi, jangan sampai ketahuan ini dari saya, ya pak," ucapnya.

Ketika persoalan ini ditanya kepada Asisten PT. SHBM, Abdul Hadi Lubis, saat pertemuan monitoring bersama KC FSPMI Palas dan Disnaker Palas, pada Rabu (6/9/2017) minggu lalu menyatakan, pihaknya akan menyampaikan persoalan ini pada pimpinan perusahaan.

Editor: Sam

T#g:FSPMIPalasUMK
Berita Terkait
  • Sabtu, 24 Feb 2018 19:24

    KC FSPMI Tabagsel Bentuk PUK SPL FSPMI PT Nasangga Putra

    Pengurus Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kordinator Kabupaten Tapanuli Bagian Selatan membentuk kepengurusan PUK SPL FSPMI PT Nasangga Putra. Kesediaan para pe

  • Sabtu, 24 Feb 2018 16:54

    FSPMI Sumut Garda Terdepan Kesejahteraan Buruh

    Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Provinsi Sumut sampai kini tetap berkomitmen dan memiliki konsekuensi tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat p

  • Sabtu, 24 Feb 2018 15:24

    Massifkan Gerakan Buruh, DPW FSPMI Sumut Bentuk Tim Organizer

    Bertujuan memaksimalkan gerakan kaum buruh untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan para pekerja/buruh di wilayah Provinsi Sumatera Utara, DPW FSPMI Sumut bentuk tim organizer. Begitu dikatakan K

  • Jumat, 23 Feb 2018 19:23

    Effendy Pohan jadi Pjs Bupati Padang Lawas

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menyerahkan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Padang Lawas (Palas) kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provsu Effendy Pohan di Aula Raja Inal Siregar, La

  • Kamis, 22 Feb 2018 15:52

    FSPMI Minta Bupati Palas Terpilih Peduli Nasib Buruh

    Pengurus Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kabupaten Padang Lawas (KC FSPMI Palas) Bupati Palas hasil Pilkada serentak tahun 2018 nantinya, agar lebih peduli dan prihatin dengan

  • Rabu, 21 Feb 2018 18:21

    KPU Palas Tetapkan Zona Kampanye Paslon Bupati. Ini Jadwalnya

    Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Padang Lawas (KPU Palas) telah menetapkan jadwal dan zona kampanye peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Palas Tahun 2018."Jadwal dan zona kampanye diteta

  • Selasa, 20 Feb 2018 18:40

    Puluhan Karyawan PT Sibuah Raya Mogok Kerja

    Sebanyak 48 karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PR Sibuah Raya, berlokasi di Desa Siali-ali, Kecamatan Lubuk Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) melakukan aksi mogok kerja di lingkungan per

  • Senin, 19 Feb 2018 18:19

    Terkait Pilkada Palas, PC GP Ansor Palas Masih Netral

    Terkait suksesi pada kontestasi para kandidat pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Kabupaten Padang Lawas (Palas), pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018, jajaran Pengurus Cabang Gera

  • Selasa, 20 Feb 2018 04:20

    Produksi Padi Sawah 2 Poktan di Sosa 6,1 Ton/Ha

    Memasuki musim panen padi sawah sejumlah petani di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) sudah mulai melakukan pemotongan padi sawah secara kolektif bersama anggota kelompok petani (Poktan). Begi

  • Minggu, 18 Feb 2018 18:48

    Plh Bupati Palas, KPU dan Panwaslih Buka Kirab/Karnaval Kampanye Damai

    Memasuki tahapan masa kampanye para pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Kabupaten Padang Lawas (Palas), pada pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Palas tahun 2018, Komis

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak