Jumat, 19 Jan 2018 02:32

PT SHBM Dinilai Langgar Kesepakatan Tripartit

Palas (utamanews.com)
Oleh: Maulana Syafii
Senin, 11 Des 2017 18:21
Dibaca: 108 kali
Maulana Syafii
Pengurus FSPMI Palas mendampingi karyawan PT SHBM saat mendatangi kantor Direksi PT SHBM di Rantauprapat.

Manajemen PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM) yang berkantor pusat di Jalan Urip Sumodiharjo nomor 25b, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu dinilai langgar kesepakatan tripartit terkait pembayaran pesangon dan hak-hak normatif karyawan PT SHBM, Kebun Siali-ali, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas). 

Sebelumnya telah diberitakan, manajemen PT SHBM kebun Siali-ali menjual aset perusahaan kepada PT KAS STA Group. Namun, persoalan pembayaran uang pesangon dan hak-hak normatif eks karyawan PT SHBM, tetap menjadi tanggung jawab manajemen perusahaan PT SHBM. 

"Kami menilai manajemen PT SHBM telah melanggar kesepakatan tripartit yang dilaksanakan oleh Disnaker Palas pada tanggal 6 Nopember 2017," ungkap Sekretaris KC FSPMI Palas, Uluan Pardomuan Pane, Senin (11/12/2017).

"Dimana dalam pertemuan tripartit telah disepakati karyawan yang diterima kembali bekerja di PT KAS mendapatkan uang pesangon sebesar 60% sesuai ketentuan undang-undang dan yang tidak bekerja lagi diberikan pesangon sebesar 100% sesuai ketentuan undang-undang," terang Panen. 

Kemudian, lanjutnya, untuk mekanisme pembayaran uang pesangon tersebut juga telah disepakati dibayarkan melalui pengurus serikat pekerja FSPMI Palas.

"Tapi, pada saat kami mendatangi kantor direksi PT SHBM pada hari sabtu (9/12/2017-red), pihak direksi PT SHBM malah ngotot hanya akan membayar uang pesangon karyawannya sebesar 60% dan hanya akan diberikan kepada 33 orang karyawan saja," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk proses pengambilan uang pesangon tersebut, karyawan harus melengkapi beberapa persyaratan termasuk SK pengangkatan karyawan. 

"Padahal, sesuai pernyataan seluruh karyawannya kepada FSPMI Palas, selama mereka bekerja di perusahaan tersebut tidak pernah mendapatkan SK dari pihak perusahaan," beber Pane.

Parahnya lagi, sambung Pane, sudah disepakati dari pertemuan tripartit di Disnaker Palas, pengambilan pesangon bisa diwakili oleh Pengurus FSPMI Palas dan pengurus PUK SPAI FSPMI PT SHBM. 

"Tapi, lewat pengumuman perusahaan PT SHBM tertanggal 20 Nopember 2017 yang ditanda tangani oleh Sandi Marturia, SH, karyawan yang mau mengambil uang pesangon dibatasi sebanyak 5 orang perhari dan FSPMI boleh mendampingi. Apa ini bukan melanggar kesepakatan tripartit namanya," pungkasnya.

Ketika hal ini dikomfrontir wartawan ke Manajemen PT SHBM di Rantauprapat, dalam pernyataannya di media WA, Sandi Marturia, SH menyatakan, "Diharapkan kerjasamanya pak. Kami mengharap pihak bapak bisa meyakinkan anggota untuk menerima keputusan dari PT. SHBM. Biar selesai urusan dengan mereka pak, kami harap ada kerjasama yg baik dengan bapak," tulisnya di WA.

Sebelumnya, Kabid Hubind Disnaker Palas, Ahmad Alkindi Kudadiri menyatakan, pihaknya menghimbau agar manajemen PT SHBM bisa menghormati keputusan yang dicapai dari pertemuan tripartit.  "Kami sangat berharap agar pihak PT SHBM dapat menghormati keputusan tripartit yang telah dicapai, terkait pembayaran pesangon dan hak-hak normatif karyawan eks PT SHBM," tegasnya. 

Editor: Budi

T#g:BuruhFSPMI
Berita Terkait
  • Kamis, 18 Jan 2018 15:18

    FSPMI Palas Desak Wasnaker Proses Hukum PT KAS STA Group

    Terkait terjadinya dugaan tindak pidana kejahatan pemberangusan serikat pekerja, yang dialami oleh anggota PUK SPAI FSPMI PT SHBM yang dipekerjakan oleh PT Karya Agung Sawita (PT KAS) STA Group, Konsu

  • Rabu, 17 Jan 2018 12:07

    Perusahaan di Palas Terindikasi Masih Berwatak Kolonial

    Sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tersebar di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), sampai kini terindikasi masih ada menyimpan watak sistem kolonialisme. Hal ini diindikasikan karena

  • Selasa, 16 Jan 2018 14:16

    Diduga Berangus Serikat Pekerja, FSPMI Laporkan Manajemen PT KAS STA Group

    Diduga telah melakukan tindak kejahatan pemberangusan serikat pekerja terhadap anggota PUK SPAI FSPMI PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM), yang diduga dilakukan oleh manajemen PT Karya Agung Sawita (

  • Senin, 08 Jan 2018 16:08

    Disnaker Palas Limpahkan Kasus Eks Pekerja PT SHBM Ke Disnaker Provsu

    Karena tidak tercapai persamaan persepsi terkait penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PPHI), antara puluhan eks pekerja/buruh PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM) dengan pihak manajemen PT S

  • Rabu, 03 Jan 2018 21:03

    Akuisisi Perusahaan SHBM ke PT KAS, Puluhan Karyawan Terancam Terlantar

    Proses peralihan kepemilikan (akuisisi)  perusahaan di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), dari PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM) ke PT Karya Agung Sawit (PT KAS) STA Group, berdampak pada

  • Minggu, 31 Des 2017 20:21

    Said Iqbal: Pemerintahan Jokowi-JK Gagal Mensejahterakan Kaum Buruh

    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai bahwa pemerintahan Jokowi-JK gagal mensejahterakan kaum buruh.

  • Sabtu, 23 Des 2017 19:13

    Hak Normatif Belum Dibayarkan, Wasnaker akan BAP PT SHBM

    Terkait persoalan penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PPHI) antara eks karyawan PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM), yang belum mendapatkan hak-hak normatifnya dari pihak perusahaan PT SHB

  • Selasa, 19 Des 2017 16:59

    FAM-DL Demo PT SIP, Tuntut Perekrutan Tenaga Kerja Lokal

    Puluhan warga dari Empat Desa yakni Desa Lalang, Medang, Pakam dan Kuala Tanjung, Kecamatan Medang Deras dan Sei Suka Kabupaten Batu Bara yang tergabung dalam Forum Angkatan Muda Desa Lalang (FAM-DL)&

  • Jumat, 15 Des 2017 16:25

    Tuntut Pesangon Dibayar, Eks Karyawan PT SHBM Demo Disnaker Palas

    Sedikitnya 50-an orang eks karyawan PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM)  yang berlokasi di Desa Siali-ali,  Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), yang tergabung dalam ser

  • Rabu, 06 Des 2017 11:26

    Koalisi Pekerja/Buruh "Ributi" Pengusaha Outsourcing

    Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Pekerja/Buruh Sumatera Utara (KPBSU) melakukan aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Sumut, Rabu Siang (6/12).Salahsatu tuntutan massa yakni mengecam maraknya s

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak