Minggu, 24 Sep 2017 13:48

PT. SHBM Diharap Tinjau Surat Mutasi Pekerjanya

Palas (UtamaNews.com)
Oleh: Maulana Syafii
Senin, 11 Sep 2017 20:21
Dibaca: 192 kali
Dok
Kasi Pengupahan dan Jaminan Sosial Disnaker Palas, Muhammad Idrisman Mendefa.

Manajemen PT Sumber Huta Baru Makmur (PT. SHBM), yang saat ini sedang masa transisi ke perusahaan PT. KAS STA Group Kebun Sosa, diharapkan dapat mengkaji ulang dan meninjau kembali kebijakan mutasi kerja 2 orang karyawannya, atas nama Robet Simamora dan Hotma Simamora ke Kebun Bahar Jambi, di Jambi.

Hal ini berdasarkan konfirmasi wartawan dengan Kasi Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnaker Palas, Muhammad Idrisman Mendefa, Senin (11/9/2017) dalam menanggapi persoalan hubungan industrial di lingkungan perusahaan PT SHBM akhir-akhir ini.

"Kita mengharapkan setiap perusahaan agar senantiasa mengkaji dan meninjau UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, merujuk peraturan perusahaan, perjanjian kerja, dalam setiap mengambil kebijakan mutasi pekerja," ucapnya. 

"Dalam hal mutasi kerja yang dialami oleh saudara Robet Simamora dan Hotma Simamora, tentunya PT. SHBM harus mengambil kebijakan mutasi dengan melihat UU Ketenagakerjaan itu. Seperti pada pasal 32, disebutkan, perusahaan harus mempertimbangkan objektivitas dan kemampuan pekerja, serta memperhatikan asas keterbukaan, keadilan, dan hak asasi pekerja," ujarnya.

"Pada ayat 1, Pasal 32 disebutkan, penempatan tenaga kerja dilaksanakan berdasarkan asas, terbuka, bebas, obyektif, serta adil, dan setara tanpa diskriminasi," ungkapnya. 

"Pada ayat 2 disebutkan, penempatan tenaga kerja diarahkan untuk menempatkan tenaga kerja pada jabatan yang tepat sesuai dengan keahlian, keterampilan, bakat, minat dan kemampuan dengan memperhatikan harkat, martabat, hak asasi, dan perlindungan hukum," paparnya.

"Serta mengkomunikasikan dengan pekerja yang bersangkutan, perihal mutasi kerja dengan pekerja yang bersangkutan. Diharapkan dengan adanya komunikasi tersebut, akan terjalin hubungan industrial yang harmonis dan bersinergi," jelasnya.

Dalam surat mutasi kerja, lanjutnya, sebaiknya disebutkan alasan-alasan kenapa pekerja dimutasikan. "Kebijakan perusahaan menerbitkan surat mutasi kerja, juga harus mengacu pada peraturan perusahaan, perjanjian kerja dan perjanjian kerja bersama (PKB)," papar Mendefa.

"Kami berharap persoalan mutasi kerja karyawan PT SHBM ini, bisa mempertimbangkan ketentuan Pasal 32 undang-undang ketenagakerjaan. Karena sampai kini, kami belum melihat peraturan perusahaan PT. SHBM yang disahkan oleh Disnaker," pungkasnya.

Sementara, informasi diperoleh dari sejumlah karyawan PT SHBM menyebutkan, perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Bahar, Jambi tersebut, bukan bagian dari perusahaan PT. SHBM, melainkan perkebunan pribadi milik Direktur PT. SHBM.

Menyikapi persoalan ini, Asisten PT. SHBM yang sedang masa peralihan ke PT. KAS STA Group, Abdul Hadi Lubis, saat pertemuan monitoring bersama KC FSPMI Palas dan Disnaker Palas, pada Rabu (6/9/2017) minggu lalu menyatakan, pihaknya akan menyampaikan persoalan ini pada pimpinan perusahaan.

Editor: Sam

T#g:MutasiPalasSHBM
Berita Terkait
  • Sabtu, 23 Sep 2017 12:13

    Arahkan Kadis PU dan Kabid Bina Marga ke ranah Hukum

    Dugaan pengerjaan paket proyek peningkatan jalan hotmix yang nyaris setiap tahunnya dikerjakan secara asal di Kabupaten Padang Lawas, sejumlah kalangan di Palas, meminta agar Kepala Dinas Pekerjaan Um

  • Sabtu, 23 Sep 2017 12:03

    Sejumlah Kalangan Sesalkan Kelulusan Suparwito Sebagai TA-ID

    Sejumlah kalangan menyesalkan Suparwito yang selama ini menjadi Staf Tehnik Pendamping Tehnik Desa lolos dalam pengumuman Satker Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) Sumut sebagai Te

  • Rabu, 20 Sep 2017 17:40

    Satu Jemaah Haji Sosa Wafat di Madinah

    Dari sebanyak 81 orang jemaah haji asal Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas, satu orang jemaah haji atas nama Hj. Tiawan Sari Binti Mara Suaduon, warga Desa Pasar Ujung Batu, Bukit berbunga, dinyata

  • Selasa, 19 Sep 2017 21:59

    Jalan Provsu Sosopan-Sibuhuan Terancam Putus Lagi

    Musim hujan datang, kondisi dan keadaan jalan Provinsi Sumut (Provsu) Sosopan-Sibuhuan, di titik Desa Hulim dan Desa Sianggunan, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) terancam putus lagi.&

  • Selasa, 19 Sep 2017 15:59

    Diduga Serobot Tanah Warga, Hima Palas Riau Somasi PT. PHG

    Diduga telah melakukan penyerobotan lahan masyarakat di Desa Parapat, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), atas nama Amaran Hasibuan, Himpunan Mahasiswa (Hima) Palas melakukan somasi terhad

  • Senin, 18 Sep 2017 21:28

    Pekerja Tidak Didaftarkan BPJS, Perusahaan Bisa Kena Sanksi

    Bila diketahui masih ada perusahaan yang beroperasi di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), dan perusahaan tidak atau belum mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta BPJS, maka perusahaan bisa dikenak

  • Jumat, 15 Sep 2017 10:55

    Rp21,7 Triliun DD Huragi 2017 untuk Infrastruktur Pedesaan

    Akumulasi jumlah dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD), yang diterima sebanyak 31 desa di Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Kabupaten Padang Lawas (Palas) di tahun 2017 mencapai sedikitnya sebe

  • Kamis, 14 Sep 2017 08:54

    Harga Karet Alam di Palas Rp7.500/Kg

    Tercatat sejak dua bulan terakhir, harga jual getah karet alam di tingkat petani di Kabupaten Padang Lawas (Palas) masih stabil, yakni berada di level Rp6.000 sampai Rp7.500/Kg.Paijan Hasibuan, satu p

  • Rabu, 13 Sep 2017 19:43

    FPMR Palas Kirimkan Dana Rp17,5 Juta untuk Muslim Rohingya

    Setelah delapan hari terakhir melakukan kegiatan penggalangan dana untuk membantu muslim Rohingya, mulai Hari Senin-Senin, (4-11/9/2017) lalu, Forum Peduli Muslim Rohingya Kabupaten Padang Lawas (FPMR

  • Selasa, 12 Sep 2017 15:42

    Terindikasi Bayar Upah di Bawah UMK, PT SHBM Terancam Dipidana

    Manajemen PT. Sumber Huta Baru Makmur (PT. SHBM) yang sudah sejak sekitar tahun 2005 silam, menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit di Desa Siali-ali, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak