Kamis, 14 Des 2017 22:38

FSPMI Sumut Gelar Aksi Peringati Hari Kerja Layak Sedunia

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: DR
Sabtu, 07 Okt 2017 15:27
Dibaca: 2.526 kali
Dok
Ratusan buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara, gelar aksi peringati Hari Kerja Layak, Sabtu (7/10).

Meski diguyur hujan, semangat seratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara tidak luntur, dan tetap menggelar aksi di Bundaran SIB, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (7/10).

Aksi yang digelar kali ini sebagai momentum Peringatan Hari Pekerja Layak. Dalam orasinya, buruh menagih janji Presiden Joko Widodo tentang Tri Layak Bagi Buruh yang disampaikan saat kampanye dahulu.

"Tri Layak Bagi Buruh adalah Hidup Layak, Kerja Layak dan Upah Layak. Nyatanya saat ini kondisi perburuhan di Indonesia makin parah, begitu juga kondisi kerja dan kehidupan buruh," kata Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo, dalam orasinya.

Disebutkannya juga, Pemerintah lebih pro terhadap kapital atau pemodal dalam hal ini pengusaha, terbukti banyak paket kebijakan ekonomi yang hampir belasan semua menguntungkan para pengusaha.

Sementara upah buruh dikebiri dengan dikeluarkannya PP 78 tahun 2015 tentang upah murah, bahkan Pemerintah berencana akan mencabut upah sektoral.

"Itu bukan upah layak. Kami minta di cabut PP 78 dan tolak penghapusan upah sektoral," ucapnya.

Mengenai jaminan kesehatan di Indonesia, lanjutnya, Pemerintah dinilai setengah-setengah dalam memberi jaminan kesehatan bagi rakyatnya. Minimnya anggaran kesehatan membuat pihak rumah sakit mengabaikan peserta BPJS.

"Kita menuntut jaminan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita juga meminta pengusaha mencegah PHK massal yang terus terjadi di negeri ini," ungkapnya.

Gubernur Sumut tak pernah peduli buruh

Willy menegaskan, di Hari Kerja Layak Internasional ini, pihaknya menyatakan bahwa Pemerintah bertanggung jawab atas kehidupan dan pekerjaan yang layak bagi buruh Indonesia. Mereka juga mengkritisi kondisi perburuhan di Sumut, yang dinilai lebih parah kondisinya dari buruh di luar Sumatera.

"Gubernur Sumut tak pernah peduli terhadap buruhnya. Jangankan kebijakannya, bicara tentang persoalan buruh di media pun tidak pernah," pungkasnya.

Editor: Budi

T#g:FSPMI
Berita Terkait
  • Senin, 11 Des 2017 18:21

    PT SHBM Dinilai Langgar Kesepakatan Tripartit

    Manajemen PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM) yang berkantor pusat di Jalan Urip Sumodiharjo nomor 25b, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu dinilai langgar kesepakatan tripartit terkait pembayaran pe

  • Senin, 04 Des 2017 16:54

    Disnaker Palas Minta PT. SHBM Hormati Tripartit

    Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Padang Lawas (Disnaker Palas) meminta kepada jajaran manajemen PT Sumber Huta Baru Makmur (PT. SHBM), agar menghormati hasil kesepakatan musyawarah Tripartit, terkait pemb

  • Rabu, 22 Nov 2017 15:12

    DPP FSPMI Lakukan Penguatan Buruh di Tabagsel-Labuhanbatu

    Bertujuan meningkatkan harkat martabat dan kesejahteraan kaum buruh yang tersebar di daerah Kabupaten Tapanuli Bagian Selatan, meliputi 5 daerah kabupaten/kota dan para buruh yang tersebar di Kabupate

  • Rabu, 15 Nov 2017 14:35

    Kinerja UPT Wasnaker Wilayah 7 di Sibolga Dinilai Mandul

    Kinerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumut c/q UPT. Pengawas Ketenagakerjaan (Wasnaker) wilayah 7 yang berkantor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sibolga, dinilai mandul dalam melakukan tindaka

  • Selasa, 14 Nov 2017 14:44

    FSPMI Minta Pemkab Palas Segera Tetapkan UMK 2018

    Pengurus Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Padang Lawas (Palas), meminta Pemkab Palas melalui Disnaker setempat agar segera menetapkan besaran upah minimum kab

  • Senin, 06 Nov 2017 16:56

    Disnaker Palas Tripartit Nasib Karyawan PT. SHBM

    Terkait peralihan aset perusahaan perkebunan kelapa sawit milik PT. Sumber Huta Baru Makmur (PT. SHBM), berlokasi di Desa Siali-ali, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), yang dibel

  • Jumat, 27 Okt 2017 16:57

    Diberhentikan Bekerja Sepihak, Karyawan PT KAS/PT SHBM Spontan Mogok

    Diduga karena salah seorang karyawan diberhentikan bekerja secara sepihak oleh manajemen PT Karya Agung Sawit (PT. KAS) STA Group, yang masih masa peralihan aset dari perusahaan PT Sumber Huta Baru Ma

  • Senin, 23 Okt 2017 15:13

    PT. KAS Dinilai Terlantarkan Karyawan PT. SHBM

    Terkait peralihan aset perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Sumber Huta Baru Makmur (PT. SHBM) berlokasi di Desa Siali-ali, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), yang sejak awal b

  • Minggu, 22 Okt 2017 11:32

    Sahuti Persoalan Buruh Perkebunan, FSPMI Sumut Konsolidasi Buruh Tabagsel

    Bertujuan untuk menyahuti aspirasi dan menampung persoalan-persoalan perburuhan perkebunan kelapa sawit di daerah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Sumut lakukan k

  • Rabu, 18 Okt 2017 17:28

    Manajemen PT Grafindo Pusat Bingung, Persoalan Hak Karyawannya Belum Tuntas

    Manajemen PT Grafindo Media Pratama kantor pusat di Bandung mengaku heran dan bingung, terkait belum tuntasnya persoalan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) karyawannya, atas nama Mar

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak