Jumat, 19 Jan 2018 02:30

Akuisisi Perusahaan SHBM ke PT KAS, Puluhan Karyawan Terancam Terlantar

Palas (utamanews.com)
Oleh: Sam
Rabu, 03 Jan 2018 21:03
Dibaca: 53 kali
Dok
Uluan Pardomuan Pane, Sekretaris Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kabupaten Palas

Proses peralihan kepemilikan (akuisisi)  perusahaan di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), dari PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM) ke PT Karya Agung Sawit (PT KAS) STA Group, berdampak pada tidak kenyamanan. Puluhan eks pekerja PT SHBM terlantar karena terancam tidak dipekerjakan oleh perusahaan baru.  

Akuisisi tersebut sudah berlangsung sejak awal bulan September tahun 2017 yang lalu. Aset yang diperjualbelikan meliputi kebun kelapa sawit seluas sekitar 500-an hektare.  

Namun, jual beli sudah terjadi, ternyata kelangsungan pekerjaan dan status karyawan menjadi persoalan. Padahal,  sebagian karyawan sudah lama mengabdi, bahkan ada yang sampai belasan dan puluhan tahun mengabdi di PT SHBM.  

"Sebagian besar karyawan PT SHBM, sebanyak 77 orang, sekarang sudah jadi anggota kita (FSPMI-red). Itu yang kita perjuangkan, nasib orang itu, " kata Uluan Pardomuan Pane, Sekretaris Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kabupaten Palas, kepada wartawan, Rabu (3/1/2018).

Dikatakannya, puluhan eks karyawan PT SHBM seharusnya mendapat hak normatif dari perusahaan. Terlebih, pihak perusahaan yang baru, PT KAS STA Group telah mempekerjakan sebagian karyawan eks PT SHBM, namun sebagian karyawan lagi tidak bekerja lagi

"Baik dipekerjakan kembali ataupun tidak bekerja lagi di PT KAS, tentu pekerja eks karyawan PT SHBM berhak mendapatkan pesangon oleh PT SHBM,  karena pihak PT KAS menghitung kembali masa kerja dengan nol tahun, bagi pekerja yang kembali bekerja di PT KAS," paparnya.  

Karena itulah, kata Pane, pihaknya akan memperjuangkan hak eks karyawan PT SHBM. "Hak apa yang seharusnya mereka dapatkan sesuai aturan ketentuan perundang-undangan harus diberikan," tegas Pane.  

Dikatakan, sejauh ini pihaknya sudah membawa penyelesaian kasus ini ke Disnaker Padang Lawas. Sebab,  sebelumnya tidak didapatkan penyelesaian di tingkat bipartit, antara pekerja dengan perusahaan. 

"Persoalan ini sudah dimediasi secara tripartit oleh Disnaker Palas pada tanggal 6 Nopember 2017 yang lalu. Namun pihak PT SHBM tidak menghormati hasil tripartit. Manajemen PT KAS STA Group juga turut hadir pada mediasi tripartit di Disnaker Palas waktu itu," ungkapnya. 

Lalu, bagaimana tanggapan pihak perusahaan? Pihak PT KAS yang dicoba dikonfirmasi melalui Humasnya Paijan,  mengaku tidak bisa memberikan komentar. "Kalau untuk masalah itu, saya tidak bisa memberikan keterangan," kata Paijan.  

Sementara, dari pihak PT SHBM,  hingga berita ini diturunkan, belum didapatkan konfirmasinya. 

Sedangkan Kabid Hubind Disnaker Palas, Ahmad Alkindi Kudadiri menegaskan, pihaknya sudah memediasi persoalan ini secara tripartit. "Kita sudah tegaskan agar pihak perusahaan PT SHBM menghormati hasil kesepakatan tripartit. Bila pihak perusahaan tidak mematuhinya, maka persoalannya akan kami limpahkan ke Disnaker Provsu di Medan," tegasnya.

Editor: Budi

T#g:FSPMI
Berita Terkait
  • Kamis, 18 Jan 2018 15:18

    FSPMI Palas Desak Wasnaker Proses Hukum PT KAS STA Group

    Terkait terjadinya dugaan tindak pidana kejahatan pemberangusan serikat pekerja, yang dialami oleh anggota PUK SPAI FSPMI PT SHBM yang dipekerjakan oleh PT Karya Agung Sawita (PT KAS) STA Group, Konsu

  • Selasa, 16 Jan 2018 14:16

    Diduga Berangus Serikat Pekerja, FSPMI Laporkan Manajemen PT KAS STA Group

    Diduga telah melakukan tindak kejahatan pemberangusan serikat pekerja terhadap anggota PUK SPAI FSPMI PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM), yang diduga dilakukan oleh manajemen PT Karya Agung Sawita (

  • Senin, 08 Jan 2018 16:08

    Disnaker Palas Limpahkan Kasus Eks Pekerja PT SHBM Ke Disnaker Provsu

    Karena tidak tercapai persamaan persepsi terkait penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PPHI), antara puluhan eks pekerja/buruh PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM) dengan pihak manajemen PT S

  • Sabtu, 23 Des 2017 19:13

    Hak Normatif Belum Dibayarkan, Wasnaker akan BAP PT SHBM

    Terkait persoalan penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PPHI) antara eks karyawan PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM), yang belum mendapatkan hak-hak normatifnya dari pihak perusahaan PT SHB

  • Jumat, 15 Des 2017 16:25

    Tuntut Pesangon Dibayar, Eks Karyawan PT SHBM Demo Disnaker Palas

    Sedikitnya 50-an orang eks karyawan PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM)  yang berlokasi di Desa Siali-ali,  Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), yang tergabung dalam ser

  • Senin, 11 Des 2017 18:21

    PT SHBM Dinilai Langgar Kesepakatan Tripartit

    Manajemen PT Sumber Huta Baru Makmur (PT SHBM) yang berkantor pusat di Jalan Urip Sumodiharjo nomor 25b, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu dinilai langgar kesepakatan tripartit terkait pembayaran pe

  • Senin, 04 Des 2017 16:54

    Disnaker Palas Minta PT. SHBM Hormati Tripartit

    Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Padang Lawas (Disnaker Palas) meminta kepada jajaran manajemen PT Sumber Huta Baru Makmur (PT. SHBM), agar menghormati hasil kesepakatan musyawarah Tripartit, terkait pemb

  • Rabu, 22 Nov 2017 15:12

    DPP FSPMI Lakukan Penguatan Buruh di Tabagsel-Labuhanbatu

    Bertujuan meningkatkan harkat martabat dan kesejahteraan kaum buruh yang tersebar di daerah Kabupaten Tapanuli Bagian Selatan, meliputi 5 daerah kabupaten/kota dan para buruh yang tersebar di Kabupate

  • Rabu, 15 Nov 2017 14:35

    Kinerja UPT Wasnaker Wilayah 7 di Sibolga Dinilai Mandul

    Kinerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumut c/q UPT. Pengawas Ketenagakerjaan (Wasnaker) wilayah 7 yang berkantor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sibolga, dinilai mandul dalam melakukan tindaka

  • Selasa, 14 Nov 2017 14:44

    FSPMI Minta Pemkab Palas Segera Tetapkan UMK 2018

    Pengurus Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Padang Lawas (Palas), meminta Pemkab Palas melalui Disnaker setempat agar segera menetapkan besaran upah minimum kab

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak