Senin, 26 Feb 2018 04:20

    LSM STRATEGI: Seleksi PPDB jadi ajang memperkaya diri

    MEDAN (utamanews.com)
    Minggu, 21 Agu 2016 07:18
    Dibaca: 364 kali
    Ketua Umum LSM STRATEGI M. Yusuf Siregar, menuding bahwa dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Medan, telah terjadi ajang atau upaya memperkaya diri maupun kelompok. 


    Menurut M. Yusuf yang akrab disapa Boy Siregar, indikasi temuan penyimpangan pada Program Pantau PPDB TP. 2016/2017 diakibatkan lemahnya sistem pengawasan pejabat berkompeten, hingga terbukanya peluang (negatif) bagi Kepala Sekolah (Kepsek) sebagai penentu kelulusan, memanipulasi proses PPDB tersebut.

    “Mulai awal Pendaftaran, Statistik sampai Tes Akademik yang sesuai Juknis (Petunjuk Teknis) PPDB 70 % berdasarkan hasil Ujian Nasional (UN) dan 30 % melalui seleksi Bina Lingkungan menjadi santapan empuk para oknum Kepsek nakal dalam pesta rutin tahunan di lingkungan Dinas Pendidikan tersebut,” ujarnya di sela-sela kegiatan open house dan silaturahmi, beberapa waktu lalu di Marindal Medan.

    Mulai Juni 2016 lalu, dengan dilengkapi Surat Tugas Tim LSM STRATEGI dibagi dalam dua kelompok besar, pertama tanpa menggunakan seragam diberi nama Tim Intelijen serta yang memakai uniform lengkap disebut Tim Investigasi menelusuri sejumlah sekolah negeri di naungan Disdik Kota Medan di tingkat SMP dan SMA/SMK telah menggali informasi dari berbagai sumber. Dimana rata-rata oknum Kepsek nakal dalam menjalankan aksinya (praktek sogok alias uang pelicin) seputar penerimaan siswa/i baru memakai jasa perantara kalangan intern sekolah seperti pegawai tetap/honorium sekolah, guru, komite sekolah bahkan Wakil Kepsek selaku pejabat di level dua turut mengambil peranan, juga perantara (calo) dari berbagai elemen eksternal sekolah lainnya.

    Satuan Kerja Analisa Data & Teknologi (Satker ADT) LSM STRATEGI dibawah komando Jeproy Lumban Gaol masih mengevaluasi dugaan kecurangan yang ditemukan Tim kerja di lapangan guna memudahkan Boy Siregar mengambil kebijakan, mana yang dapat ditolerir dan mana yang tidak, “Bila bukti pendukung sudah lengkap, kami akan laporkan pelanggaran ini nantinya ke penegak hukum”, tegas Boy Siregar serta menghimbau Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan Marasutan Siregar membentuk Tim Khusus menyelidiki sekolah-sekolah negeri, selanjutnya memberikan sanksi disiplin (hukuman) kepada oknum Kepsek nakal yang melakukan praktek sogok dalam proses PPDB TP. 2016/2017 sesuai ketentuan Perundang-Undangan yang berlaku.

    Ketika ditanya dugaan keterlibatan Kadisdik Medan mengambil alih tahapan penentuan kelulusan Siswa/i Baru Boy Siregar tidak menepis, bahkan mendengar langsung laporan anggotanya (Tim LSM STRATEGI) di lapangan tentang beredarnya isu Marasutan Siregar memonopoli kelulusan yang tentunya menyalahi aturan, “Tinggal menunggu data akurat, kami segera tindak lanjuti ke ranah hukum”, ucap Boy mengakhiri. 

    (rls)
    T#g:KorupsiLSMPPDB
    Berita Terkait
  • Rabu, 07 Feb 2018 15:37

    Djarot-Sihar dan PSI Sumut Punya Pandangan Sama untuk Sumut Bersih

    Pasangan Bakal Calon (Balon) Gubernur  Djarot Siful Hidayat dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Sitorus yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membawa slogan Sumut

  • Selasa, 06 Feb 2018 12:16

    Kasus Mark Up Proyek Lampu Jalan, Jaksa Panggil 4 PNS Cipta Karya Labuhanbatu

    Pengembangan kasus korupsi dugaan Mark Up Proyek Lampu Penerangan Jalan Umum, yang telah menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Julius sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, terus ber

  • Senin, 05 Feb 2018 10:35

    Tekan Potensi Tipikor, Bupati Kepulauan Selayar Minta Kades Berhati-Hati

    Bupati Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, Muh. Basli Ali meminta segenap jajaran kepala desa di wilayah Kecamatan Bontosikuyu untuk betul-betul dapat memanfaatkan anggaran desa sesuai dengan mekanis

  • Rabu, 17 Jan 2018 12:47

    Chairuman Harahap Diperiksa KPK

    Politisi Partai Golkar, Chairuman Harahap memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa terkait kasus korupsi pada proyek pengadaan e-KTP, Rabu (17/1/2018).Tiba di KPK, mantan

  • Rabu, 17 Jan 2018 10:27

    Bupati Batubara Nonaktif Akui Terima Uang Milyaran

    OK Arya Zulkarnaen, Bupati Batubara Nonaktif, mengakui menerima uang proyek hingga miliaran rupiah dari kontraktor Maringan Situmorang, terkait pengaturan sejumlah proyek untuk tahun anggaran 2017.Ini

  • Selasa, 16 Jan 2018 14:26

    Jaksa Limpahkan Tersangka Kasus Korupsi Kantor BPBD Kepulauan Selayar

    Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, resmi melimpahkan dua orang tersangka dugaan kasus tindak pidana koruspi pada proyek pembangunan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daer

  • Selasa, 19 Des 2017 13:19

    Kepala BKD Pematang Siantar diduga Korupsi Proyek Pasar

    Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Pematangsiantar, ZS, SE, diduga sebagai 'dalang' dalam kasus dugaan korupsi pada proyek pekerjaan revitalisasi Pasar Ikan di Pasar Dwikora Tahun 2015 sem

  • Senin, 18 Des 2017 20:08

    GARANSI Tuntut Kejatisu Usut Kasatpol PP Pematangsiantar Drs. RS

    Puluhan massa dari Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (GARANSI), dipimpin oleh Henri Sitorus, melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Senin siang (18/12

  • Rabu, 13 Des 2017 11:43

    Polrestabes Medan Raih Penghargaan WBK dari MenPAN RB

    Suatu kebanggaan bagi Polrestabes Medan yang meraih penghargaan predikat Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

  • Sabtu, 09 Des 2017 12:09

    Memaknai Peringatan Hari Anti Korupsi

    Korupsi dalam bahasa Latin 'corruptio' dari kata kerja corrumpere yang berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak