Minggu, 22 Okt 2017 18:36

    LSM STRATEGI: Seleksi PPDB jadi ajang memperkaya diri

    MEDAN (utamanews.com)
    Minggu, 21 Agu 2016 07:18
    Dibaca: 343 kali
    Ketua Umum LSM STRATEGI M. Yusuf Siregar, menuding bahwa dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Medan, telah terjadi ajang atau upaya memperkaya diri maupun kelompok. 


    Menurut M. Yusuf yang akrab disapa Boy Siregar, indikasi temuan penyimpangan pada Program Pantau PPDB TP. 2016/2017 diakibatkan lemahnya sistem pengawasan pejabat berkompeten, hingga terbukanya peluang (negatif) bagi Kepala Sekolah (Kepsek) sebagai penentu kelulusan, memanipulasi proses PPDB tersebut.

    “Mulai awal Pendaftaran, Statistik sampai Tes Akademik yang sesuai Juknis (Petunjuk Teknis) PPDB 70 % berdasarkan hasil Ujian Nasional (UN) dan 30 % melalui seleksi Bina Lingkungan menjadi santapan empuk para oknum Kepsek nakal dalam pesta rutin tahunan di lingkungan Dinas Pendidikan tersebut,” ujarnya di sela-sela kegiatan open house dan silaturahmi, beberapa waktu lalu di Marindal Medan.

    Mulai Juni 2016 lalu, dengan dilengkapi Surat Tugas Tim LSM STRATEGI dibagi dalam dua kelompok besar, pertama tanpa menggunakan seragam diberi nama Tim Intelijen serta yang memakai uniform lengkap disebut Tim Investigasi menelusuri sejumlah sekolah negeri di naungan Disdik Kota Medan di tingkat SMP dan SMA/SMK telah menggali informasi dari berbagai sumber. Dimana rata-rata oknum Kepsek nakal dalam menjalankan aksinya (praktek sogok alias uang pelicin) seputar penerimaan siswa/i baru memakai jasa perantara kalangan intern sekolah seperti pegawai tetap/honorium sekolah, guru, komite sekolah bahkan Wakil Kepsek selaku pejabat di level dua turut mengambil peranan, juga perantara (calo) dari berbagai elemen eksternal sekolah lainnya.

    Satuan Kerja Analisa Data & Teknologi (Satker ADT) LSM STRATEGI dibawah komando Jeproy Lumban Gaol masih mengevaluasi dugaan kecurangan yang ditemukan Tim kerja di lapangan guna memudahkan Boy Siregar mengambil kebijakan, mana yang dapat ditolerir dan mana yang tidak, “Bila bukti pendukung sudah lengkap, kami akan laporkan pelanggaran ini nantinya ke penegak hukum”, tegas Boy Siregar serta menghimbau Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan Marasutan Siregar membentuk Tim Khusus menyelidiki sekolah-sekolah negeri, selanjutnya memberikan sanksi disiplin (hukuman) kepada oknum Kepsek nakal yang melakukan praktek sogok dalam proses PPDB TP. 2016/2017 sesuai ketentuan Perundang-Undangan yang berlaku.

    Ketika ditanya dugaan keterlibatan Kadisdik Medan mengambil alih tahapan penentuan kelulusan Siswa/i Baru Boy Siregar tidak menepis, bahkan mendengar langsung laporan anggotanya (Tim LSM STRATEGI) di lapangan tentang beredarnya isu Marasutan Siregar memonopoli kelulusan yang tentunya menyalahi aturan, “Tinggal menunggu data akurat, kami segera tindak lanjuti ke ranah hukum”, ucap Boy mengakhiri. 

    (rls)
    T#g:KorupsiLSMPPDB
    Berita Terkait
  • Kamis, 12 Okt 2017 18:52

    Puluhan Warga Desa Tanjung Muda Unjuk Rasa di Inspektorat Deli Serdang 

    Puluhan warga Desa Tanjung Muda, Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Inspektorat Kabupaten Deli Serdang, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Del

  • Kamis, 12 Okt 2017 19:42

    Penerapan Sistem Online SMA/SMK Hapus Praktik KKN

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mengatakan sistem online yang diberlakukan untuk ujian maupun masuk sekolah dapat dipastikan menghapuskan indikasi Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).''Sistem Pener

  • Kamis, 12 Okt 2017 12:02

    Kabid Bina Marga PU Paluta: Semua Kontraktor Maling

    M. Nuh Pulungan, beberapa waktu yang lalu pernah melontarkan kata kata 'Semua Kontraktor maling'.

  • Kamis, 12 Okt 2017 04:02

    Kejari Palas Akan Koordinasi Dugaan Korupsi DD Hatongga 2016 ke Inspektorat

    Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Padang Lawas (Kejari Palas) akan berkordinasi dengan Inspektorat Palas, terkait dugaan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2016, yang diduga dilakukan Kepala Desa Ha

  • Kamis, 05 Okt 2017 11:15

    Kades Hatongga Palas Diduga Tilep DD 2016

    Kepala Desa Hatongga Kecamatan Batang Lubu Sutam (Batam) di Kabupaten Padang Lawas (Palas), Abdul Gani Lubis diduga telah menilep anggaran dana Desa (DD) tahun 2016, terutama pada kegiatan pipanisasi

  • Rabu, 27 Sep 2017 17:57

    Kejari Deli Serdang Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi APBDes Percut

    Terkait dugaan korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) yang diduga dilakukan Kepala Desa (Kades) Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, hingga sekarang pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serda

  • Selasa, 26 Sep 2017 15:06

    Kejari Deli Serdang geledah Kantor Desa Percut

    Terkait dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2016 yang diduga dilakukan Kepala Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, akhirnya tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi, Kejari Deli Serdang, melaku

  • Jumat, 15 Sep 2017 06:06

    Mendagri Minta Kepala Daerah Waspadai Area Rawan Korupsi

     Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta kepada seluruh kepala daerah di Sumut agar mewaspadai area rawan korupsi, sehingga ke depan tidak akan ada lagi kasus Operasi Tangkap Tangan

  • Kamis, 07 Sep 2017 13:07

    Listrik sering padam, HIMMAH soroti dugaan praktik korupsi dan Pungli di PLN

    Pemadaman listrik masih menjadi keluhan utama masyarakat Sumatera Utara khususnya di kota Medan. Padahal sejak kedatangan kapal dari Turki yang digembar-gemborkan oleh pemerintah, masyarakat berharap

  • Rabu, 06 Sep 2017 14:26

    GMKI minta KPK tuntaskan kasus suap DPRD Sumut

    Korwil PP GMKI Sumut-NAD, Swangro Lumbanbatu menegaskan bahwa GMKI menolak dengan tegas upaya-upaya DPR RI untuk memangkas kewenangan KPK.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak