Sabtu, 18 Agu 2018 11:37

    Drama Penyanderaan Pekerja di Instalasi Gas Aljazair berakhir tragis

    CNN
    Senin, 21 Jan 2013 08:44
    25 mayat ditemukan saat Pasukan Aljazair melakukan pencarian di kompleks gas gurun sehari setelah mengakhiri pengepungan empat hari, sehingga jumlah korban sandera meningkat sekitar dua kali lipat menjadi 48, kata sumber keamanan, Minggu.

    Digabung dengan 32 penyandera yang dibunuh, jumlah korban tewas secara keseluruhan dari insiden tersebut mencapai 80, lapor Reuters dan AFP. 

    Sumber itu mengatakan bahwa jumlah korban masih bisa meningkat karena pasukan terus menyisir di seluruh lokasi itu.

    Sebelumnya, sebanyak 21 sandera dan 32 penculik diumumkan tewas dalam krisis sandera empat hari di kompleks gas Aljazair yang berakhir dengan serangan militer berdarah itu pada Sabtu.

    Pasukan khusus Aljazair berhasil membebaskan "685 pekerja Aljazair dan 107 orang asing," kata kementerian dalam negeri dalam laporan awal jumlah korban, dan menambahkan bahwa 21 sandera serta dua orang lain, serta 32 penculik tewas.

    Kementerian itu tidak menjelaskan kebangsaan para korban, hanya mengatakan bahwa ada tiga warga Aljazair di antara 32 penculik yang tewas.

    Kementerian menegaskan warga Inggris dan Aljazair tewas ketika pria-pria bersenjata menyerang satu bus di kompleks itu pada Rabu pagi.

    Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan pada Sabtu bahwa lima warga Inggris dan seorang penduduk Inggris mati atau belum ditemukan di dalam krisis sandera di pabrik gas Amenas itu, yang secara bersama-sama dioperasikan oleh perusahaan Inggris BP.


    Kementerian dalam negeri mengatakan tentara berhasil menemukan gudang senjata yang berisi termasuk enam senapan mesin, 21 senapan, dua mortir 60mm, dua peluncur roket RPG, dan 10 granat yang diikatkan pinggang, serta sejumlah amunisi dan bahan peledak.

    Krisis dimulai ketika orang-orang bersenjata terkait Al Qaida menyerang bus yang membawa 19 orang asing yang bekerja di kompleks gas Amenas ke bandara terdekat.

    Pasukan khusus Aljazair melancarkan operasi penyelamatan untuk membebaskan ratusan sandera yang ditahan di kompleks perumahan di lokasi tersebut pada Kamis, dan membebaskan sebagian besar dari mereka.

    Kemudian pada Sabtu pagi, mereka melancarkan serangan terakhir pada pabrik itu sendiri, di mana 11 penculik dan tujuh sandera yang tersisa bersembunyi, dan semuanya tewas, menurut sumber-sumber keamanan.

    Kelompok "Cap Jempol Darah" yang dipimpin oleh warga Aljazair Mokhtar Belmokhtar, seorang mantan komdandan senior Al-Qaida di Afrika Utara, tersebut menuntut diakhirinya intervensi Prancis terhadap gerilyawan Islam di negara tetangga Mali, kata Kantor Berita Mauritania ANI
    T#g:InggrisMayatteroristewas
    Berita Terkait
  • Kamis, 16 Agu 2018 04:26

    Persiapan Pengamanan Jelang Asian Games 2018

    Asian Games merupakan salah satu agenda besar yang saat ini sedang dipersiapkan oleh Indonesia. Pasalnya, Indonesia akan menjadi tuan rumah dari even berskala Internasional tersebut. Tepatnya berada d

  • Kamis, 09 Agu 2018 16:49

    Dalam Hitungan Jam, Polres Nias Selatan Ungkap dan Bekuk Pelaku Pembunuhan

    Petugas Gabungan Polres Nias Selatan dan Polsek Lolowau Kamis (09/08) pagi, membekuk seorang pelaku pembunuhan di Desa Sifaorasi Kecamatan Huruna Kabupaten Nias Selatan. Tersangka ditangkap petug

  • Selasa, 07 Agu 2018 11:07

    Innalilahi... Istri Histeris Temukan Suami Gantung Diri Di Dalam Sumur

    Seorang warga di Rantauprapat, nekat mengakhiri hidupnnya dengan cara mengantungkan dirinya di dalam sumur di belakang rumahnya, terjadi Senin (6/8/18) sekira pukul 20.30 wib di jalan karya lingkungan

  • Senin, 06 Agu 2018 16:16

    Curi CBR, Warga Pantai Labu Ditangkap Polisi

    Aksi pelarian ZE (19) warga Dusun III Desa Pematang Biara, Kecamatan Pantai Labu berakhir sudah.

  • Kamis, 02 Agu 2018 00:02

    Simulasi Penanggulangan Teror Bukti Kesiapan Satuan Gultor TNI

    Dalam waktu dekat ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games baik di Jakarta maupun di Palembang. Satuan Penanggulangan Teror (Sat Gultor) memandang perlu untuk melakukan latihan d

  • Senin, 23 Jul 2018 07:03

    Terjatuh Saat Panjat Durian, Nyawa Iqbal Tak Terselamatkan

    Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, bermaksud mengambil buah Durian, nyawa Muhammad Iqbal (18) warga dusun Cinta Makmur desa Perbaungan kecamatan Bilah Hulu, tak terselamatkan akibat jat

  • Jumat, 20 Jul 2018 20:30

    Pria Usia 60 Tahun Ditemukan Tewas di Dalam Parit Dekat Sekolah Raksana Medan

    Masyarakat sekitar Sekolah Raksana, tepatnya di jalan Sriwijaya simpang perpustakaan kota Medan, dihebohkan dengan temuan mayat pria berusia sekitar 60 tahun di dalam parit, Jumat petang, (20/7/2018).

  • Kamis, 19 Jul 2018 19:29

    Terancam Terjadi Bentrokan Massa, DPRD Sumut: Panggil Ketua Pelaksana Deklarasi Ganti Presiden dan Tetap Jokowi

    DPRD Sumut menilai aparat kepolisian harus memanggil ketua pelaksana deklarasi akbar gerakan Relawan#2019GantiPresiden dan Deklarasi Akbar "Jokowi Dua Periode" yang akan digelar secara bersamaan di Me

  • Selasa, 17 Jul 2018 13:17

    Panglima TNI: Cyber Narcoterorism Gunakan Dunia Maya Biayai Terorisme

    Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, telah muncul kelompok baru yaitu "Cyber Narcoterorism" yaitu kelompok yang menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk mengedarkan dan menya

  • Selasa, 10 Jul 2018 17:10

    Peran Media Massa Dalam Memberantas Aksi Terorisme di Indonesia

    Terorisme merupakan musuh dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan undang-undang suatu negara. Aksinya dapat terjadi di negara mana saja yang mereka targetkan, tidak terkecuali di negara Indonesia tercinta.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak